PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Provinsi Riau yang berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi atau siaga darurat banjir sejak sebulan terakhir, telah merendam 56.520 unit rumah dan menyebabkan 17.733 Jiwa Mengungsi. Salah satu langkah pemerintah meringankan beban korban banjir, dengan memberikan bantuan langsung baik makanan dan kebutuhan lainnya serta dari sisi kesehatan.
Informasi dari Pemprov Riau, pemerintah pusat sudah mengirimkan bantuan makanan siap saji, perlengkapan tidur, dan sarana pendukung lainnya ke Provinsi Riau. Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban para korban banjir di Riau.
Data yang dirangkum Riau Pos terkait banjir Riau, hingga akhir Januari 2024, jumlah pengungsi akibat banjir di Riau sebanyak 4.706 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa yang mengungsi sebanyak 17.733 jiwa. Sementara untuk rumah yang terdampak banjir sebanyak 56.520 unit, fasilitas kesehatan 22 unit, fasilitas pendidikan sebanyak 109 unit, dan 134 titik fasilitas umum.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau Zulfadli dikonfirmasi Riaupos perihal bantuan langsung kepada korban terdampak banjir Riau, sudah menerima sedikitnya bantuan makanan siap saji dari pusat sebanyak 3.800 paket.
"Alhamdulillah selain makanan siap saji, juga ada tenda gulung sebanyak 290 lembar, kasur merah 245 lembar, dan family kit 150 paket,” ujar Zulfadli, Selasa (30/1/2024).
Zulfadli menambahkan, pemerintah pusat melalui dana APBN juga mengirimkan bantuan peralatan dapur umum keluarga sebanyak 60 paket. “Bantuan itu untuk lima daerah di Riau yang terdampak banjir, yakni Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, dan Pelalawan,” sebut mantan Kepala Dinas Perkebunan Riau ini.
Selain melalui Dinas Sosial Riau, bantuan dari pemerintah pusat juga ada yang disalurkan melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau. Di mana pemerintah pusat mengirimkan bantuan makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil korban banjir di Riau.
“Alhamdulillah bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sudah datang dan sudah kita terima dari Kemenkes. Bahkan sebagian bantuan tersebut sudah kami salurkan ke daerah terdampak banjir,” ujar Kepala Diskes Riau, Sri Sadono Mulyanto.
Pria yang akrab disapa dokter Ibeng ini mengatakan, usulan bantuan makanan tambahan itu lantaran kabupaten dan kota terdampak banjir meminta bantuan PMT untuk balita dan ibu hamil. Ibeng menjelaskan, itu sudah didistribusikan ke daerah terdampak banjir, seperti Kabupaten Kampar, Pelalawan, dan terakhir di Rokan Hilir,
“PMT balita dan ibu hamil itu seperti biskuit susu. Untuk jumlah bantuan yang kita terima saya tidak ingat datanya. Yang jelas usulan kita sudah direspons Kemenkes karena ketersediaan di pusat masih ada,” sebut Ibeng.
Editor : RP Eka Gusmadi Putra