Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Soal Sosok Kapolda yang akan Dijadikan Saksi oleh TPN Ganjar-Mahfud, Ini Kata Kapolri Listyo

Redaksi • Jumat, 15 Maret 2024 | 20:30 WIB

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengaku tidak tahu sosok kapolda yang akan dijadikan saksi di Mahkamah Konstitusi (MK) oleh pihak Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud. Sejauh ini, belum ada pemberitahuan resmi dari pihak TPN.

"Lah, saya justru menunggu namanya siapa," kata Sigit kepada wartawan, Jumat (15/3).

Dia pun membolehkan bila seorang kapolda menjadi saksi di MK. Namun, harus jelas terlebih dahulu keterlibatan kapolda tersebut.

Baca Juga: 6 Wakil Badminton Indonesia Siap Berjuang di Perempat Final All England 2024

"Ya kalau memang ada, ya boleh-boleh saja, tapi kan harus ada buktinya," kata Sigit kepada wartawan, Jumat (15/3).

Meski begitu, sampai saat ini belum ada permintaan resmi dari TPN Ganjar-Mahfud. Sehingga Polri pun belum mengambil langkah apapun.

"Ya kita lihat, kapolda ini siapa, kan harus bisa dibuktikan, oke," jelasnya.

Baca Juga: Lapas Bengkalis Gelar Lomba MTQ dan Dakwah antar WBP

Sebelumnya, TPN Ganjar-Mahfud mengeklaim akan mengajukan seorang Kapolda sebagai saksi dalam gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, sampai saat ini, belum diketahui sosok kapolda yang dimaksud.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pada dasarnya Polri patuh dan taat kepada peraturan perundang-undangan. Termasuk dalam hal menjaga netralitas.

"Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga pada kesempatan tiap kegiatan terkait dengan netralitas Polri. Tetap terjaga dan diawasi oleh lembaga-lembaga pengawas dan kontrol sosial lainnya," kata Trunoyudo kepada wartawan, Kamis (14/3).

Baca Juga: Kabur ke Semak-Semak, Badan Ditimbun Dedaunan, Tersangka Penganiayaan Ditangkap Polisi

Trunoyudo mengatakan, hal itu menjadi komitmen Polri. Oleh karena itu, Polri tidak masuk dalam ranah politik praktis.

"Dalam rangka mewujudkan demokrasi, memelihara dan menjaga profesionalisme Polri tentu dalam memelihara kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Artinya, komitmen ini bersikap netral. Polri bersikap netral dan tidak melakukan kegiatan politik praktis selama tahapan pemilu 2024," jelasnya.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Edwir Sulaiman
#pilpres 2024 #kapolri listyio sigit prabowo #kapolda #ganjar mahfud #Sengketa Pemilu 2019