Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Di Tengah Kesibukan, Anggota KPU Kuansing Ahdanan Sukses Raih Gelar Doktor

Desriandi Candra • Selasa, 19 Maret 2024 | 17:00 WIB
Ketua Tim Penguji UIN Imam Bonjol Padang Prof Dr Firdaus MAg menyerahkan sertifikat gelar doktor pada Ahdanan SAg MPd, Senin (18/3/2024) kemarin.
Ketua Tim Penguji UIN Imam Bonjol Padang Prof Dr Firdaus MAg menyerahkan sertifikat gelar doktor pada Ahdanan SAg MPd, Senin (18/3/2024) kemarin.

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Satu lagi putra daerah Kuansing berhasil menyandang gelar doktor (S3). Dia adalah Ahdanan SAg MPd. Sebelumnya, gelar doktor juga berhasil raih H Suhardiman Amby yang sekarang menjabat bupati Kuansing.

Di tengah kesibukannya sebagai anggota KPU Kuansing, Ahdanan SAg MPd, tak menghentikan langkahnya untuk terus menimba ilmu, melanjutkan pendidikannya.

Pada 18 Maret 2024 kemarin, telah dilaksanakan ujian promosi doktor. Dengan tim penguji disertasi Prof Dr Firdaus MAg (sebagai Ketua ) Drs Sarwan MA PhD, Prof Dr Abudin Nata MA, Prof Dr Syafruddin Nurdin MPd CIQnR CIQaR, Prof Dr Remiswal SAg MPd, Prof Dr Ahmad Sabri MPd dan Dr Muhammad Zalnur.

Di akhir ujian, Ketua Tim Penguji Prof Dr Firdaus MAg mengumumkan hasil ujian terbuka promosi doktor, di mana dia dinyatakan lulus dengan nilai disertasi A dengan IPK 3.60, predikat sangat memuaskan.

"Alhamdulullilah perjuangan ini akhirnya membuahkan hasil. Perjuangan tidak pernah berhenti selama lebih kurang 5 tahun menekuni pendidikan strata 3 di UIN Imam Bonjol Padang," kata Ahdanan, Selasa (19/3/2024) di Telukkuantan.

Ahdanan menyebutkan, di tengah kesibukan menjadi anggota KPU sejak 2019 dia mengambil pendidikan doktor. Sempat terhenti selama satu tahun karena aturan KPU yang tidak membolehkan kuliah selama menjadi anggota KPU.

Namun di pertengahan tahun 2020, peraturan tersebut di perbaharuhi sehingga dapat melanjutkan studi, setelah mendapatkan izin dari KPU RI. Maka sejak 2020, di sela tahapan pemilihan kepala daerah proses penyelesaian studi tetap dilanjutkan.

"Puncaknya 18 Maret 2024 kemaren. Ujian promosi doktor. UIN Imam Bonjol Padang telah melahirkan satu orang doktor pendidikan islam dari Kuansing", sambung Ahdanan.

Banyak suka duka dalam pencapaiannya di pendidikan S3 ini. Menyadari perjuangan untuk menyelesaikan studi program doktor ini tidak mudah baginya. Biaya kuliah yang cukup tinggi tanpa ada beasiswa, tapi harus diarunginya bolak-balik Telukkuantan-Padang, untuk melakukan, seminar proposal, FGD, ujian tertutup dan ujian terbuka.

Alhamdulillah semuanya terlewati. Ini semua berkat support dari keluarga, istri, anak, orang tua, abang adik serta sanak saudara dan teman sejawat yang selalu ada. Sekalipun di ujung studinya sempat timbul keraguan, 3 hari sebelum ujian tertutup tanggal 2 Februari 2024, promotor/pembimbing disertasi Prof Dr H Zulmuqim MA, wafat. Namun pihak UIN Imam Bonjol tetap melanjutkan ujian sesuai jadwal.

"Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang, yang telah memfasilitasi selama saya menempuh pendidikan, Muhammadiyah Kuantan Singingi, SMK Muhammadiyah Cerenti, Keluarga tercinta, keluarga besar Pondok Pesantren Ahmad Dahlan, Keluarga Besar Perguruan Mu'allimin Muhammadiyah Teluk Kuantan, Yayasan Ulil Albab Kuantan Singingi, sahabat terbaik semasa kuliah, bilkhusus angkatan 2020. Semoga apa yang saya peroleh bisa bermanfaat untuk institusi pendidikan Muhammadiyah khususnya dan pendidikan nasional secara umum, Ummat dan persyarikatan Muhammadiyah," ujar Ahdanan.

Laporan: Desriandi Candra (Telukkuantan)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#UIN Imam Bonjol Padang #kpu kuansing #Doktor #Desertasi