Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bele Kampung di Desa Wisata Buluhcina Akan Tampilkan Berbagai Penampilan

Soleh Saputra • Minggu, 31 Maret 2024 | 17:50 WIB
Benie Riaw.
Benie Riaw.

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Yayasan Begawai Riau Independen akan menggelar iven Bele Kampung, di Desa Wisata Buluhcina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. iven Bele Kampung ini akan digelar selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 1-3 April 2024, dengan mengangkat tema: “Birunya Langitku, Hijaunya Negeriku”

Program Bele Kampung ini merupakan pengusulan oleh Yayasan Begawai Riau Independen dan lulus sebagai penerima Dana Indonesiana dari lebih dari 7.000an pengusul seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari Program Pendayagunaan Ruang Publik Kemendikbud Republik Indonesia Tahun 2023.

Adapun Bele (memelihara) Kampung merupakan bentuk ritual yang terdiri dari berbagai kegiatan adat istiadat, serta doa-doa yang dilakukan oleh pemimpin adat atau suku.

Khusus pada tujuh masyarakat adat di Riau, ritual Bele Kampung masih menjadi kegiatan adat yang cukup rutin dilaksanakan, yang mana dalam pelaksanaannya menggunakan pendekatan seni dan budaya tradisi nenek moyang.

“Secara umum latar belakang dari iven Bele Kampung, karena sebagai makhluk hidup kita memiliki tempat tinggal masing-masing, artinya punya wilayah sendiri. Ibarat pepatah orang Melayu, tempat jatuh lagi dikenang apa tempat bermain. Sejauh-jauh Bangau terbang akan balik juga ke kubangan,” kata Ketua Yayasan Begawai Riau Independen, Benie Riaw.

Dia menjabarkan, orang Melayu di Riau masih tetap bisa bertahan dengan kearifan lokal, dan mampu menjaga se-isi kampung dari gempuran informasi dan teknologi. Dengan kata lain bukan tidak terbuka terhadap teknologi, melainkan mereka bisa mempertahankan kearifan lokal di tengah tantangan tersebut.

“Kita merasa, bahwa di kampung itu kita memiliki tanah, hutan, sungai. Tapi faktanya sekarang semua itu seperti mimpi di siang bolong. Berangkat dari sedikit latar belakang inu Yayasan Begawai Riau Independen dan didukung oleh Dana Indonesiana menggagas serta menggelar kegiatan Bele Kampong untuk mengajak kita semua, rindu kampong, merawat kampong, jaga kampung, itulah Bele Kampong,” jelas pria yang akrab di sapa Babe ini.

Sebagai penyelenggara, pihak Yayasan Begawai Riau Independen menilai bahwa Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, dianggap ideal untuk dijadikan sebagai lokasi event Bele Kampung. Selain lokasi yang sangat dekat dengan Kota Pekanbaru, di desa ini memiliki suasana perkampungan yang asri.

“Kampongnya sangat ideal dengan apa yang kita inginkan. Artinya sesuai dengan konsep kegiatan yang sudah kami dan rancang, dan di desa ini memiliki value yang komprehensif,” sambungnya.

Sementara itu, Art Director iven Bele Kampung, Fachrozi Amri mengungkapkan bahwa event Bele Kampung yang akan dilangsungkan selama tiga hari ini akan diisi dengan serangkaian acara.

Yakni pembukaan dan Sarasehan pada 1 April 2024 yang diisi oleh Budayawan Riau Syaukani Al Karim dan Azwar, serta Aktifis Lingkungan dari Jikalahari Made Ali. Lalu dilanjut dengan coaching clinic di tanggal 2 April 2024 yang diisi oleh akademisi atau etnomusikologi Hukmi, Praktisi SoundSystem Tasrizon Saputra dan Praktisi Lighting Deka, selanjutnya Lokakarya Tradisi yang berlangsung sejak 1-3 April 2024, berupa bazar tradisi yang memamerkan produk produk budaya dari masing-masing komunitas adat dan permainan rakyat.

“Lalu ditutup dengan Konser lintas seni menampilkan tujuh komunitas adat, lima grup kontemporer Riau dan sejumlah penampilan ekspresi budaya lainnya pada tanggal 3 April 2024,” ungkapnya Rozi panggilan akrabnya. (sol)

Editor : M. Erizal
#Bele Kampung #buluh cina #desa wisata #melayu #wisata riau