Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Arus Mudik di Jalintim Meningkat 20 Persen

Tim Redaksi • Jumat, 5 April 2024 | 09:24 WIB
Petugas melakukan pengecekan urine sopir dan kru bus di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki Pekanbaru, Kamis (4/4/2024).
Petugas melakukan pengecekan urine sopir dan kru bus di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki Pekanbaru, Kamis (4/4/2024).

PEKANBARU DAN PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Para pemudik berangsur-angsur melakukan perjalanan Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah/2024 Masehi. Kamis (4/4), arus mudik di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Pelalawan mulai dipadati aktivitas kendaraan angkutan umum seperti bus, dan mobil pribadi, serta kendaraan roda dua.

Meski volume kendaraan yang melintas terjadi peningkatan dari hari-hari sebelumnya, kondisi arus lalu lintas di jalan lintas provinsi tersebut masih tetap berjalan lancar tanpa kemacetan. Peningkatan arus mudik tersebut dipengaruhi akan segera masuknya masa libur Idulfitri tahun ini.

Kapolres Pelalawan AKBP Suwinto SH SIk melalui Kasatlantas, AKP Akira Ceria SIk MM mengatakan, berdasarkan pantauan pospam (pos pengamanan) maupun posyan (pas pelayanan) dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2024, ada peningkatan jumlah kendaraan yang melintas di sepanjang Jalintim Pelalawan, Kamis (4/4).

Namun demikian, peningkatannya tidak terlalu signifikan atau masih dalam kategori normal.

Kamis (4/4), aktivitas penumpang di Terminal BRPS Pekanbaru telah terjadi peningkatan untuk tujuan ke Sumatera Utara (Sumut) lebih kurang 4 persen, dengan jumlah armada sekitar 405 membawa 765 penumpang.

Dikatakan Bambang, untuk kedatangan bus dari Bengkulu hanya 92 bus dengan keberangkatan sebanyak 28 bus. Sementara untuk bus tujuan Pulau Jawa beberapa hari ini terjadi penurunan dan kemungkinan sekitar 5 April hingga 8 April kembali akan terjadi peningkatan.

“Jadi untuk armada di masing-masing PO bus ada yang masih tersedia. Namun, juga ada beberapa armada yang sudah full. PO bus pun menggunakan armada tambahan seperti bus pariwisata. Kami sudah sampaikan, untuk penambahan armada tersebut harus sesuai dengan kelayakannya. Harus layak uji dan itu harus kami ramcek,” ujarnya.

Terkait harga tiket, kelas nonekonomi sudah ada kenaikan berkisar 15-20 persen dilakukan masing-masing perwakilan PO bus. “Ini perlu dijelaskan, jangan sampai nanti ada isu yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Sementara pemerintah tidak ada menaikkan harga tiket khusus untuk kelas ekonomi,’’ ujarnya.

‘’Yang naik itu tiket untuk kelas nonekonomi atau kelas eksekutif, dinaikkan masing-masing perusahaan bus. Namun, kenaikannya tidak besar. Kalau dirupiahkan sekitar Rp50 ribu kenaikannya,” tambah mantan pemain PSPS ini.

Sementara itu, salah seorang petugas di PO Bus Handoyo Marti mengatakan, telah terjadi peningkatan jumlah penumpang dari sebelumnya yang hanya berangkat tiga bus. Kemarin, sudah 4 bus yang berangkat. 

“Saat ini memang terjadi peningkatan penumpang untuk keberangkatan Bus Handoyo tujuan Pulau Jawa. Diperkirakan peningkatan terus terjadi hingga 7 April mendatang. Kemudian untuk harga tiket juga mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp650 ribu saat ini naik menjadi Rp850 ribu,” ujar Martin.

 

Di Pelabuhan Sungai Duku Masih Normal

Kondisi berbeda terjadi di Pelabuhan Sungai Duku. Kepala UPT Pelabuhan Sungai Duku Etria Idrusalam mengatakan, untuk di Pelabuhan Sungai Duku belum terjadi kenaikan penumpang. Bahkan, aktivitas di Pelabuhan Sungai Duku tampak seperti biasanya, Kamis (4/4).

“Hingga saat ini belum nampak kenaikan aktivitas penumpang di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru. Jika dibandingkan dengan hari sebelum, aktivitas penumpang di Pelabuhan Sungai Duku hari ini (kemarin, red) masih terlihat sepi. Mungkin peningkatannya akan terjadi Sabtu (6/4). Nanti coba lihat lagi pada hari Sabtu itu,” ujarnya.

Kemudian, untuk kapal yang berangkat hanya KM Jelatik dan Naga Line dengan harga tiket tidak terjadi kenaikan. Untuk Naga Line tiketnya dijual Rp 235 ribu. Sementara tiket KM Jelatik dijual Rp165 ribu. 

“Kalau saya perkirakan tahun ini penumpang di Pelabuhan Sungai Duku terjadi penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk puncak arus mudik akan terjadi Sabtu (6/4) karena kan sudah memasuki H-3,” ujarnya.

SSK II Siap Layani 1.262 Pergerakan Pesawat

Sesuai rencana operasi yang telah disusun, otoritas Bandara SSK II Pekanbaru Angkutan Mudik 2024 siap melayani 1.262 pergerakan pesawat udara. Hal ini diungkapkan Executive General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Radityo Ari Purwoko, Kamis (4/4).

‘’Ini terjadi peningkatan sebesar 31 persen dibandingkan dengan jumlah pergerakan pesawat udara pada tahun 2023. Kami siap memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik dan juga maskapai,’’katanya.

Dari jumlah tersebut, siap melayani sejumlah 160.096 penumpang untuk rute dalam negeri maupun dua rute luar negeri yakni Malaysia dan Singapura. ‘’Ini terjadi peningkatan sebesar 11 persen dibandingkan jumlah penumpang pada tahun 2023,’’ katanya.

Sebelumnya, Radityo mengatakan, untuk periode 1 April-30 April 2024 telah diajukan permohonan 256 extra flight dengan kapasitas 48.062 seat untuk lima rute penerbangan padat, yaitu Cengkareng, Kualanamu, Batam, Surabaya dan Halim Perdanakusuma. Extra flight itu terdiri dari Maskapai Citilink dengan 176 extra flight, Lion Air 58 extra flight, Super Air Jet 18 extra flight, dan Garuda Indonesia 4 extra flight.

Dia juga sudah menegaskan, puncak lonjakan penumpang arus mudik di Bandara SSK II tahun ini diperkirakan akan terjadi pada H-5, yaitu Jumat (5/4) hari ini dengan 12.307 penumpang dan 96 penerbangan. Sedangkan arus balik diperkirakan terjadi pada H+4 yaitu pada hari Senin (15/4) dengan 12.111 penumpang dan 92 penerbangan.

‘’Peningkatan tersebut telah mencapai 94 persen jumlah pergerakan pesawat udara dan 98 persen jumlah pergerakan penumpang dibandingkan dengan pergerakan angkutan Idulfitri sebelum terjadi pandemi tahun 2019,’’ ungkapnya.

Dia juga menegaskan, ini perlu menjadi perhatian serius bagi operator bandara, operator navigasi penerbangan, dan operator angkutan udara dalam memberikan layanan secara maksimal. Untuk dapat mudik aman via Bandara SSK II, Oki panggilan akrabnya juga memberikan tip dan mengimbau untuk diterapkan calon penumpang.

Pertama, disarankan membeli iket jauh hari sebelum hari keberangkatan agar tidak kehabisan tiket. Kedua, berangkatlah menuju bandara lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kemacetan di jalan akibat kepadatan lalu lintas ataupun hujan sehingga masih tersedia waktu untuk antre melaporkan bagasi di check in bandara sehingga tidak tertinggal pesawat.

Ketiga, bawalah barang-barang secukupnya yang diperlukan dan jangan lupa power bank dibawa ke kabin ridak di bagasi. Keempat, jagalah kesehatan sebelum berangkat dan selama perjalanan agar mudik nyaman sehingga  dapat bertemu keluarga tercinta di tempat tujuan dengan penuh rasa bahagia.(amn/dof/gus/das)

Editor : RP Arif Oktafian
#mudik lebaran #terminal bprs #Hari Raya Idul Fitri 1445 H #jalintim