Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kempang Jadi Alternatif Pasca Jembatan Panglima Sampul Ambruk

Wira Saputra • Kamis, 23 Mei 2024 - 16:04 WIB
Photo  Kondiai jembatan Panglima Sampul Sungai Perumbi yang ambruk, Rabu (22/5/2024) kemarin.
Photo Kondiai jembatan Panglima Sampul Sungai Perumbi yang ambruk, Rabu (22/5/2024) kemarin.

SELATPANJANG(RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah merespon ambruknya Jembatan, Panglima Sampul, Sungai Perumbi Kecamatan Tebingtinggi Barat, Rabu (22/5/2024) kemarin.

Plt Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, melalui Dinas PUPR Kepulauan Meranti telah menyurati Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Provinsi Riau untuk segera dilakukan perbaikan jembatan tersebut.

Selain itu Asmar yang memerintahkan Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti bergerak cepat untuk mencarikan solusi jangka pendek yakni dengan membuat dermaga penyeberangan dengan material kayu sampai jembatan selesai dikerjakan.

"Jangka pendeknya kami bergerak cepat dengan membangun dermaga transportasi penyeberangan Kempang dari dua sisi yakni di Desa Gogok dan Alai sebagai alternatif akses masyarakat saat ini," kata Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar.

Sementara itu untuk armada kempang sendiri, Agusyanto mengatakan tiga unit kempang difasilitasi warga setempat untuk akses penyeberangan.

"Nantinya armada kempang disediakan oleh warga setempat. Tentunya ada biaya yang dikeluarkan, hanya saja kita meminta untuk ongkosnya tidak terlalu mahal," tuturnya.

Sambil menunggu proses pembuatan dermaga penyeberangan ini selesai, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalan alternatif.

Untuk mengatasi masalah akses, pemerintah telah menyarankan untuk melewati jalan alternatif sepanjang kurang lebih 15 kilometer menuju Desa Tenan. Jarak tempuh melalui jalan ini sekitar 45 menit. Namun, penting untuk diingat bahwa jalan alternatif ini hanya diperbolehkan dilalui oleh kendaraan roda dua.

Dalam rapat yang melibatkan berbagai pihak, diputuskan bahwa ongkos penyeberangan menggunakan kempang bagi warga yang membawa sepeda motor dikenakan tarif Rp 5.000 untuk sekali pergi artinya untuk bolak balik diharuskan merogoh saku sebesar Rp 10 ribu.

"Kami berterima kasih kepada warga yang telah berpartisipasi dalam menyediakan armada kempang. Ini sangat membantu mobilitas masyarakat sementara jembatan dalam proses perbaikan atau dibangun baru," jelas Agusyanto.

Masyarakat yang berada di beberapa kecamatan seperti Tebingtinggi Barat dan Pulau Merbau maupun masyarakat Kecamatan Merbau dan Tasik Putripuyu kini berharap agar proses perbaikan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

Jembatan Panglima Sampul bukan hanya sebuah struktur fisik, tetapi juga simbol konektivitas dan kemajuan bagi mereka. Dengan pembangunan kembali yang tepat, jembatan ini diharapkan dapat kembali menjadi sarana vital yang menghubungkan dan mendukung kehidupan serta perekonomian masyarakat setempat.

"Jembatan ini menjadi urat nadi masyarakat Kecamatan Tebingtinggi Barat untuk memenuhi kebutuhan hidup dan akses utama untuk menuju ke ibukota kabupaten di Selatpanjang," kata Camat Tebingtinggi Barat, Rinaldi.

Untuk itu Rinaldi berharap kepada pemerintah Provinsi Riau untuk segera memperbaiki jembatan tersebut.

"Kami minta kepada Pemrov Riau untuk segera memperbaiki jembatan ini karena memang menjadi akses utama bagi masyarakat yang ingin berurusan dan melakukan aktivitas perekonomian," ujar Rinaldi.

Laporan: Wira Saputra (Selatpanjang)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#jembatan ambruk #pemkab meranti #kecamatan tebingtinggi #pupr riau