PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Riau pada Sabtu (1/6/2024) mendatang. Pada kunjungan kerjanya tersebut, Presiden Jokowi akan memimpin upacara Hari Lahir (Harlah) Pancasila di Kota Dumai. Tepatnya di Lapangan Garuda Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Jelang kunjungan presiden tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto melakukan peninjauan lokasi upacara, Sabtu (25/5/2024). Peninjauan tersebut dimaksudkan untuk mengecek kesiapan lokasi acara.
"Hari ini kami meniinjau lokasi untuk upacara Harlah Pancasila. Melihat sudah sejauh mana persiapannya," kata Pj Gubri SF Hariyanto.Baca Juga: BPIP Beberkan Alasan Upacara Harlah Pancasila Digelar di Blok Rokan
Lebih lanjut dikatakan Pj Gubri, mempertimbangkan lapangan upacara yang didominasi oleh gambut dan berpotensi akan becek bila diguyur hujan di hari sebelum upacara, ia menyebutkan akan mencarikan solusi terbaiknya.
"Sisa waktu hanya sampai tanggal 27. Jadi kami akan koordinasi ini lapangan akan diapakan, mau disemenisasi atau opsi lainnya. Mengingat akan ada rangkaian acara selain upacara peringatan Harlah Pancasila," ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Tonny Agung Arifianto mengatakan, pemilihan Lapangan Blok Rokan sebagai lokasi acara puncak peringatan Harlah Pancasila tahun 2024 adalah untuk meningkatkan nasionalisme dan persatuan seluruh anak bangsa.Baca Juga: Isuzu Akan Bawa Elf EV di GIIAS 2024, di Jepang Sudah Dipasarkan karena Tak Ada ODOL seperti Indonesia
"Blok Rokan merupakan blok minyak tersubur di Indonesia yang sejak 2021 pengelolaannya 100 persen kembali ke Ibu Pertiwi. Dari sini kami ingin sampaikan pesan kalau kita bersatu, kita bisa mengelola sumber daya alam yang manfaatnya untuk kesejahteraan seluruh rakyat," ujar Tonny.
Dikatakannya, Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia akan mengalami usia emas pada 2045. Pasalnya, saat itu Indonesia genap berusia 100 tahun atau satu abad.
"Di masa itu, Indonesia ditargetkan sudah menjadi negara maju dan sejajar dengan negara adidaya," katanya.(sol)
Editor : RP Edwar Yaman