|RENGAT (RIAUPOS.CO) - Semburan air bercampur tanah yang terjadi tak jauh dari sumur produksi milik Pertamina Eksplorasi Produksi (PEP) Lirik Field, masih terjadi hingga Sabtu (25/5). Namun semburan air bercampur tanah itu sudah relatif berkurang dari sebelumnya dan terus diuji secara berkala.
Bahkan belum ada dampak lebih luas kepada warga Desa Gudang Batu Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Pihak PEP Lirik Field terus melakukan penanganan dan lokasi terjadinya semburan terus dipantau.
Demikian disampaikan Comrel dan CID PHR Zona 1 Lirik Field, Renita Yulia Kuswindriati ketika dikonfirmasi Riau Pos. “Selain sudah dikoordinasikan dengan pemangku kepentingan di tingkat kecamatan, kami juga sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat khususnya pemilik kebun di sekitar lokasi,” ucap Renita Yulia Kuswindriati, Sabtu (25/5).
Sehingga stakeholder yang ada, sudah terinformasi tentang fenomena alam ini. Bahkan, beberapa tempat di Kabupaten Inhu juga pernah ada kejadian yang sama dan tidak perlu dicemaskan.
“Warga ngebor tanah untuk buat sumur, juga pernah mengalami gas rawa (shallow gas). Beberapa hari kemudian, semburan berhenti sendiri,” ucapnya.
Saat ini sambungnya, PEP Lirik berusaha semaksimal mungkin untuk membantu mengatasi semburan tersebut. Karena semburan tersebut, tidak disebabkan oleh aktivitas PEP dan lokasi kejadian mencapai sekitar 25 meter dari titik sumur LS-078.
Agar fenomena alam ini tidak membuat warga panik, pihak PEP Lirik Field telah melakukan sosialisasi kepada warga pemilik kebun di lokasi sekitar itu. Karena lokasi kejadian bersebelahan langsung dengan kebun masyarakat daerah itu.
Sementara warga pemilik kebun mengaku belum ada yang panik. “Alhamdullilah, per hari ini sudah berkurang semburannya dan lokasinya cukup jauh dari permukiman warga,” ungkapnya.
Lebih jauh disampaikannya, hingga saat ini berdasarkan uji laboratorium, tidak ada temuan yang berbahaya. “Hanya air, sedikit bercampur tanah dan terus diuji secara berkala,” terang Renita Yulia Kuswindriati yang biasa disapa Ninit.(kas)
Editor : RP Bayu Saputra