Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Diseret Buaya hingga 15 Meter, Warga Kateman Inhil Berhasil Selamat, Begini Kronologisnya

Hendrawan Kariman • Rabu, 10 Juli 2024 - 09:31 WIB
Ilustrasi buaya.
Ilustrasi buaya.

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Konflik buaya dan ma­nusia kembali terjadi. Kali ini dialami Zulkarnaen (38), warga Parit Kalimantan, Desa Penjuru, Kecamatan Kateman, Indragiri Hilir (Inhil) Riau, Ahad (7/7) sekitar pukul 02.30. Saat kejadian, korban sedang mandi di sungai belakang rumahnya.

Seekor buaya muara berukuran panjang sekitar 3 meter datang dan langsung menyerang korban. Buaya tersebut menyeret korban ke tengah sungai dengan jarak sekitar 15 meter dari tempat korban mandi. Kendati demikian, korban tetap melakukan perlawanan.

Korban memukul kepala dan mencolok mata reptil raksasa tersebut dengan satu tangannya yang lain. “Korban berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan gigitan buaya,” kata Kapolsek Kateman AKP Ermanto, Selasa (9/7).

Upaya tersebut berhasil, korban akhirnya dapat melepaskan diri dan berenang ke tepi sungai. Dengan kondisi terluka pada lengan kiri dan lemas, korban duduk di tepi sungai.

“Beberapa menit kemudian, istri korban datang memberikan bantuan dan lansung menghubungi petugas puskesmas pembentu terdekat,” tambahnya.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA) Riau Genman S Hasibuan menyebutkan korban selamat dan harus menjalani perawatan. Atas peristiwa tersebut, BBSKDA Riau telah menurunkan tim untuk melakukan mitigasi konflik manusia dan hewan buas tersebut.

‘’Staf kita yang menjadi pemangku wilayah setempat sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk bersama-sama melakukan cek dan penanganan dini di lapangan,’’ sebut Genman, Selasa (9/7).

Setelah mendapat informasi dari timnya di lapangan, Genman mengingatkan bahwa hampir seluruh sungai-sungai, terutama sungai besar di Inhil merupakan habitat buaya. Tim akan meningkatkan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat sekitar.

‘’Kami bekerja sama dengan pemerintah setempat dan sudah memberikan imbauan berupa pamflet di lokasi-lokasi yang menjadi habitat buaya. Ini agar warga berhati-hari beraktivitas. Bila perlu menghindari lokasi habitatnya,’’ tutur Genman.(ind/end)

Editor : RP Arif Oktafian
#inhil #diseret buaya #kecamatan kateman #buaya #mandi di sungai #Konflik Buaya dan Manusia