Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Perbaiki Kualitas Tidur untuk Menurunkan Risiko Obesitas hingga Diabetes! Ini 7 Metodenya

Redaksi • Kamis, 11 Juli 2024 | 15:30 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tidur amat penting untuk kesehatan manusia secara keseluruhan, dan kualitas tidur buruk terbukti dapat meningkat risiko beberapa penyakit.

Dilansir dari JawaPos.com (Jawa Pos Group) dari website National Council of Aging, kualitas tidur buruk dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi, serta berdampak negatif pada kesehatan mental seseorang.

Kualitas tidur yang buruk juga dapat dikaitkan dengan penyakit jantung, serta mungkin berdampak pada kejadian serangan jantung dalam jangka panjang.

Berikut adalah 7 cara untuk memperbaiki kualitas tidur dengan cepat dan meminimalkan efek negatif kurang tidur.

1. Teknik Pernapasan 4-7-8

Seorang dokter di Amerika, Andrew Weil, menciptakan metode tidur cepat dengan teknik pernapasan 4-7-8.

Metode pengendalian pernapasan 4‐7‐8 melibatkan menarik napas selama empat detik, menahan napas selama tujuh hitungan, dan membuang napas selama delapan hitungan.

Teknik ini terbukti meningkatkan istirahat dan relaksasi, serta menurunkan respons stres, termasuk variabilitas detak jantung dan tekanan darah.

2. Metode Militer

Metode ini digunakan pada kadet Sekolah Pra-Penerbangan Angkatan Laut AS dan berhasil membuat mereka tidur bahkan ketika mereka sedang duduk di kursi.

Caranya adalah dengan menarik napas perlahan, dalam, dan teratur, fokus menghilangkan kerutan di dahi, relaksasi kulit kepala, rahang, bibir, lidah, mata, bahu, dada, lalu tarik napas dalam dan hembuskan.

Kemudian dilanjutkan dengan merelaksasikan lengan, tangan, jari, paha, kaki, hingga jari-jari kaki.

3. Meditasi

Praktik meditasi kesadaran semakin populer dalam beberapa tahun terakhir sebagai terapi pelengkap untuk gangguan tidur.

4. Mendengarkan Musik Lembut

Efektivitas musik sebagai alat bantu tidur yang teratur dapat dijelaskan oleh dampaknya terhadap kondisi fisik, psikologis, dan emosional.

Banyaknya manfaat positif neurologis dan fisiologis dari musik, menunjukkan bahwa musik dapat secara efektif mengobati kurang tidur.

5. Akupresur/Akupuntur

Para peneliti yang menyelesaikan uji klinis untuk mengevaluasi efektivitas akupresur mandiri untuk insomnia, menyimpulkan bahwa akupuntur merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.

6. Relaksasi Otot Progresif

Relaksasi otot progresif memiliki beberapa manfaat emosional dan fisik, termasuk mengurangi efek negatif stres dan kecemasan, mengurangi rasa sakit, mengurangi kelelahan, dan meningkatkan kualitas tidur.

Dalam sebuah penelitian terhadap penderita epilepsi, relaksasi otot progresif menurunkan gejala depresi dan meningkatkan kualitas tidur.

7. Imajinasi Visual

Metode pelatihan relaksasi populer lainnya adalah imajinasi visual yang melibatkan visualisasi pemandangan yang tenang dan menyenangkan.

Metode ini menggunakan teknik membayangkan sedang bernapas dalam-dalam, perlahan tertidur, dan menikmati tidur malam yang nyenyak.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Edwir Sulaiman
#diabetes #kualitas tidur #Meditasi #obesitas #kesehatan mental