Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Didukung Tiga Partai, Abdul Wahid dan SF Hariyanto Siap Bertarung pada Pilgubri 2024

Tim Redaksi • Kamis, 15 Agustus 2024 | 09:33 WIB
Dari kiri: Abdul Wahid dan SF Hariyanto
Dari kiri: Abdul Wahid dan SF Hariyanto

JAKARTA DAN PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Abdul Wahid dan SF Hariyanto siap bertarung dalam Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) yang akan dihelat 27 November mendatang. Calon Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau ini mendapatkan tambahan dukungan dari dua partai sekaligus yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Nasional Demokrat (Nasdem), Rabu (14/8).

SK dukungan dari PDIP diserahkan langsung Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan diterima langsung SF Hariyanto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta. Sedangkan SK dukungan dari Nasdem diserahkan Ketua DPP Nasdem sekaligus Sekretaris DPP Bappilu Nasdem Willy Aditya yang langsung diterima Abdul Wahid dan SF Hariyanto di Nasdem Tower, Jakarta.

Dengan tambahan dukungan ini maka Abdul Wahid dan SF Hariyanto sudah mengantongi 23 kursi dari tiga partai. Lebih dari cukup untuk ikut berkontestasi pada Pilgubri 2024 nanti, yakni 13 kursi di DPRD Riau. Sebelum dapat dukungan PDIP yang memiliki 11 kursi dan Nasdem 6 kursi, Wahid telah mengantongi dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 6 kursi.

Dengan demikian maka di Pilgubri 2024, dipastikan maksimal tiga pasangan calon (paslon) yang akan bertarung. Dua paslon yang lebih dahulu memenuhi syarat dukungan adalah M Nasir-HM Wardan dan Syamsuar-Mawardi M Saleh. M Nasir-HM Wardan mendapat 22 kursi berkat dukungan Demokrat, Gerindra, PPP, dan PAN. Sedangkan Syamsuar-Mawardi M Saleh yang didukung Golkar dan PKS mengantongi 20 kursi.

Kepada Riau Pos, Abdul Wahid mengucapkan terima kasih terhadap tiga partai yaitu PKB, Nasdem, dan PDIP yang telah mengusung mereka pada Pilgubri 2024. “Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih banyak kepada PKB, Nasdem, dan PDI Perjuangan yang telah memberikan dukungannya kepada kami. Sehingga syarat pendaftaran saya bersama Pak SF Hariyanto untuk mendaftar ke KPU sudah cukup,” kata Wahid.

“Tentu kami patut berbangga diberikan kepercayaan dalam mengikuti kontestasi Pilgubri 2024 ini. Kami akan berjuang untuk mendapatkan hati masyarakat seutuhnya,” sambungnya. Wahid mengaku mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk maju. “Kami maju bukan keinginan pribadi saja tetapi dorongan oleh beberapa tokoh dan ulama agar ada pergantian kepemimpinan di Riau untuk lebih lagi ke depannya,” ucapnya. Menurutnya ada beberapa program  fokus utama mereka yaitu peningkatan kesejahteraan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat agar merata dan infrastruktur. “Oleh karena itu, kami mohon doa restu kepada seluruh masyarakat Riau dan mohon doanya agar ini diberi kelancaran dalam kontestasi pilgubri mendatang,” terangnya.

Oleh karena itu, menurut Wahid perlu kolaborasi dan kerja sama dalam membangun karena tidak akan bisa hanya dilakukan segelintir tanpa ada dukungan dari semua pihak. “Tentu ini harus melalui kerja sama dan dukungan dari semua pihak,” ujarnya. 

SF Hariyanto juga bersyukur atas kepercayaan yang diberikan tiga partai besar untuk berjuang bersama memajukan Riau. “Alhamdulillah, kami sudah menerima SK penunjukan untuk maju di Pilkada Riau. Ketika tadi (kemarin, red) saya menerima SK dari Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati, betul tidak nama saya, ternyata betul ada nama saya. Alhamdulillah,” ujarnya.

“Kemudian dari partai Nasdem dan PKB juga sudah mendukung, mudah-mudahan berlayar dan mohon dukungan masyarakat Riau, bersama membangun Riau,” tambahnya.

Disinggung kapan akan deklarasi sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau dan siapa yang akan menjadi nomor satu dan nomor dua, SF Hariyanto mengatakan akan segera. “In sya Allah segera deklarasi dalam waktu dekat. Untuk nomor satu dan dua, kami sudah menyatakan gubernur satu dan gubernur dua. Baik dari PKB dan Nasdem mengatakan Gubernur satu dan Gubernur dua untuk bersama membangun Riau,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Bapilu Nasdem Willy Aditya yang diterima langsung Abdul Wahid dan SF Haryanto di Nasdem Tower di Jakarta membenarkan dukungan yang diberikan buat kedua palson tersebut. “Sudah kami serahkan B1 KWK sebagai syarat mendaftar ke KPU. Sudah kami serahkan dan diterima oleh Abdul Wahid dan SF Hariyanto,” kata Willy Aditya kepada Riau Pos, Rabu (14/8).

Willy mengatakan, alasan utama kenapa akhirnya Nasdem melabuhkan dukungan ke Abdul Wahid-SF Hariyanto adalah hasil aspirasi dan masukan masyarakat serta dukungan para ulama. Ini berdasarkan survei yang dilakukan jauh-jauh hari. “Wahid nomor satu. Karena begitulah aspirasi dari masyarakat berdasarkan survei dan suara para ulama dan rakyat Riau,” jelas Willy.

Willy menilai, Abdul Wahid merupakan sosok pemimpin muda yang inspiratif dan diyakini mampu membawa perubahan Riau lebih baik ke depannya. Hal ini tercermin banyaknya dukungan dari tokoh Melayu dan ulama di Bumi Lancang Kuning itu. “Wahid seorang pemimpin muda yang inspiratif dan didukung besar oleh kekuatan Melayu dan ulama itu tercermin dari survei yang kami cermati itu menjadi pertimbangannya,” ujarnya.

Willy menyebutkan, ada beberapa pertimbangan untuk mendukung Abdul Wahid-SF Hariyanto salah satunya rekam jejak yang bagus sehingga mendapat dukungan dari berbagai pihak dan ulama. “Jejak rekam Wahid cukup bagus. Kita tahu sejauh ini Wahid didukung total oleh UAS (Ustaz Abdul Somad), itu pertimbangan kita secara pendalaman dan komunikasi yang bagus,’’ ujarnya.

‘’Dia juga sudah silaturahmi dan datang ke pak Surya Paloh. Dan komunikasi Pak Abdul Wahid sangat intens dengan DPP maupun DPW Partai Nasdem. Harapan yang besar memperbaiki banyak seperti pelayanan publik dan infrastruktur. Kita tahu Wahid di DPR memperjuangkan dana bagi hasil yang luar biasa untuk Provinsi Riau ya. Kita berharap menang dan merealisasikan apa yang menjadi keperluan untuk masyarakat Riau ,” terangnya.

Mengenai koalisi dukungan, Willy optimistis bahwa pasangan Abdul Wahid-SF Haryanto bisa diterima oleh masyarakat karena kontestasi pilkada tidak lagi melihat kepartaian, melainkan figur atau ketokohan. “Pilkada itu bukan basis kepartaian tapi figur. Pilkada yang lebih dominan itu adalah figur yang berkonteks tadi, partai hanya dukungan dan usulan itu yang menjadi penentu,” ucapnya.

“Dan kami yakin dengan  ketokohan kombinasi yang luar bisa antara Abdul Wahid dan SF Hariyanto ini, antara politisi dan birokrat. Bukan berarti anak muda dan yang berpengalaman. Bukan yang muda tidak berpengalaman tapi ini pasangan yang top markotoplah,” sambungnya.

Kandidasi Pilgubri Masih Dinamis

Pengamat Politik Universitas Riau Dr Tito Handoko menilai menilai Syamsuar dan Abdul Wahid dengan pasangan masing-masing saat ini akan menjadi kandidat serius jadi pemimpin Riau 5 tahun ke depan.

Terkait peluang masing-masing bakal calon, dari tiga paslon Gubri dan Wagubri, masing-masing punya keunggulan komparatif atau comparative advantages. Syamsuar misalnya, sebagai Gubernur petahana disebut Tito memiliki basis elektoral di wilayah pesisir mulai dari Siak, Kepulauan Meranti, Dumai, Bengkalis, dan Rokan Hilir. 

‘’Syamsuar lebih diunggulkan karena mendapatkan efek elektoral dari wakilnya Mawardi M Saleh yang dapat meraup suara dari Kampar dan Pekanbaru, ditambah jaringan ulama dan organisasinya serta mesin PKS yang solid,’’ kata dia.

Sementara Abdul Wahid, diyakini Tito akan menjadi penantang serius Syamsuar pada Pilgubri 2024 dengan basis suara yang cukup besar di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Pelalawan, dan Kampar. Tapi Abdul Wahid tidak mendapatkan daya dukung elektoral dari Pak SF Hariyanto, di mana Tito memaknai bahwa Abdul Wahid mesti mencari formula yang tepat agar sosok SF Hariyanto dapat mendongkrak keterpilihan bacalon ini.

Tito juga melihat basis suara Abdul Wahid bakal terganggu oleh Bapaslon M Nasir-Wardan karena mereka berasal dari basis suara yang sama dengan Abdul Wahid. Bapaslon M Nasir-Wardan relatif tidak mengganggu basis suara Syamsuar-Mawardi M Saleh.

‘’Jika dilihat dari infrastruktur politik yang ada, baik dukungan partai politik maupun jaringan relawan yang terbentuk, Pilgubri 2024 tampaknya hanya bapaslon Abdul Wahid-SF Hariyanto dan Bapaslon Syamsuar-Mawari M Saleh yang akan bertarung sengit,’’ kata Tito.

Tito berpendapat, bapaslon M Nasir-Wardan diperkirakan tidak akan mampu bersaing dengan dua kandidat tersebut. Tito menilainya berdasarkan pada basis elektoral, basis suara partai pengusung, jaringan relawan dan dukungan lainnya.

Sebagai gambaran, bapaslon Syamsuar-Mawardi didukung dua partai dengan akumulasi 20 kursi di DPRD Riau. Wahid-SF Hariyanto 23 kursi dan M Nasir-Wardan 22 kursi. Ketiga sudah cukup kursi minimal yakni 13 kursi untuk mendaftarkan diri sebagai paslon pada Pilgubri 2024.

Kendati jumlah kursi dan jumlah total suara partai pendukung cukup banyak, namun Tito menilai M Nasir-Wardan tidak memiliki basis elektoral yang kuat berdasarkan daerah asalnya. Untuk lebih lengkap bisa lihat ilustrasi dukungan kursi dan raihan total suara partai pendukung serta gambaran basis elektoral daerah asal para bapaslon.

PDIP Umumkan 305 Rekomendasi

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan 305 bakal calon kepala daerah yang diusung pada Pilkada Serentak 2024, termasuk buat Riau. Para kandidat diminta tidak boleh takut terhadap ancaman dan intimidasi.

305 calon kepala daerah itu terdiri dari 13 bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur dan 293 calon kepala daerah tingkat kabupaten/kota. Pembacaan nama-nama calon kepala daerah yang diusung PDIP disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP.

13 calon gubernur dan wakil gubernur yang mendapat rekomendasi, diantaranya Muzakir Manaf sebagai calon gubernur Aceh, Edy Rahmayadi calon gubernur Sumatera Utara, Abdul Wahid dan SF Herianto sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Riau, Helmi Hasan dan Mian calon gubernur dan wakil gubernur Bengkulu, dan Sitti Rohmi Djalilah dan Musyafirin sebagai calon gubernur dan wakil gubernur NTB (selengkapnya baca grafis). Untuk calon gubernur Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah belum diumumkan.

Setelah pembacaan, perwakilan calon Kepala daerah yang diusung menerima penyerahan surat keputusan (SK) dari DPP PDIP. Pengumuman 305 calon kepala daerah itu merupakan gelombang pertama dari tiga gelombang yang akan dilakukan DPP PDIP dalam menghadapi Pilkada 2024.

Dalam kesempatan itu, Megawati mengingatkan agar Pilkada Serentak 2024 tidak diwarnai aksi kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Pihak penguasa seharusnya membiarkan rakyat punya kedaulatan untuk memilih calon pemimpinnya. “Jangan ada TSM. Biarkan kita, rakyat itu memilih dengan sukacita,” kata Megawati.

Dia mengatakan, pihak yang melakukan kecurangan secara TSM sebenarnya sedang memecah belah rakyat Indonesia sendiri. Ia berharap pernyataannya itu bisa menyadarkan pihak-pihak tersebut agar tak berlaku culas. Megawati meminta aparat untuk mematuhi aturan undang-undang yang menyatakan bahwa partai politik sebagai peserta pemilu.

Megawati juga menyinggung pemilihan umum langsung yang dinilai mengalami kemunduran, karena diwarnai intimidasi yang dilakukan aparat kepada kepada daerah, partai politik, dan kepala desa, dan pihak-pihak lainnya. Maka, Megawati meminta para calon kepala daerah yang mendapatkan rekomendasi dari PDIP untuk berani melawan upaya intimidasi serta pengarahan oleh aparat untuk kepentingan penguasa tertentu.

Megawati pun bertanya langsung kepada calon kepala daerah, apakah mereka berani melawan tekanan dan intimidasi. “Kalian berani apa nggak? Ya bicara baik baik aja pak. Kalau ada yang mau mengintimidasi, ngomong, pak kami ini juga warga loh. Betul apa tidak?,” ujarnya.

Menurut mantan Presiden RI itu, dirinya menerima banyak keluhan terkait praktik kotor dalam pemilu, karena penguasa mendesain jalannya pemilu sedemikian rupa. Salah satunya contohnya adalah upaya menjegal figur-figur tertentu agar tidak bisa maju bertarung.

Megawati prihatin kondisi tersebut. Pemilihan umum langsung seharusnya dilaksanakan dengan baik, bukan malah dipenuhi dengan usaha penjegalan dan intimidasi. “Pemilihan langsung semakin banyak masalah,” bebernya.

Megawati mengaku, banyak rekan-rekannya di luar negeri menyoroti kondisi Indonesia saat ini. Menurut Megawati, harusnya hal itu menjadi renungan dan bangsa seharusnya malu. “Aku ketawa aja. Ya kamu bilang gitu ya buat saya ya thank you. Masa kita nggak malu, orang luar negeri saja bisa ngomong begitu,” katanya.(sol/yus/end/das)

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : RP Arif Oktafian
#calon gubernur riau #Abdul Wahid #Pilgubri 2024 #SF Hariyanto