PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Masih panjang ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang belum tersambung. Namun khusus Tol Pekanbaru-Dumai dengan panjang 131 km, menjadi jalan tol pertama di Provinsi Riau yang menghubungkan Pekanbaru, ibu kota provinsi, dengan Dumai, kawasan industri dan pelabuhan utama.
Tol Pekanbaru-Dumai ini telah terbukti memberikan manfaat signifikan bagi penggunanya, baik dari segi waktu tempuh maupun kenyamanan perjalanan. Jalan ini sudah hampir empat tahun beroperasi.
Salah seorang pengguna setia tol ini, Berman Simorangkir mengungkapkan, ia hampir setiap pekan melintasi ruas tol tersebut. Keberadaan tol ini telah memangkas waktu perjalanan secara signifikan, memberikan kemudahan dan efisiensi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Rizki Sitohang, juga menyebutkan hal yang sama. Ia mengaku waktu tempuh dari Pekanbaru ke Bagan Batu yang sebelumnya memakan waktu hingga 9 jam kini dapat dipangkas menjadi sekitar 4 jam berkat keberadaan Tol Permai.
Jalur tol ini melintasi kawasan konservasi gajah sumatera, sehingga menjadi salah satu tol yang unik di Indonesia. Jadi tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung antar kota, tetapi juga membawa misi pelestarian lingkungan.
Untuk menghindari konflik antara satwa dan pengguna jalan, lima terowongan khusus dibangun di sepanjang tol ini. Terowongan tersebut memungkinkan gajah melintas tanpa terganggu oleh kendaraan yang melaju, serta mengurangi potensi konflik antara manusia dan satwa.
Terkait daerah perlintasan gajah itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau, Genman Suhefti Hasibuan, menjelaskan bahwa pihaknya dilibatkan dalam seluruh proses perencanaan, desain, dan penentuan lokasi terowongan.
"Penentuan lokasi ini dilakukan dengan menggunakan data GPS yang memantau pergerakan gajah selama lima tahun, memastikan desain yang tepat dan efektif untuk melindungi habitat gajah," jelasnya.
Dikatakannya, pembangunan terowongan ini adalah contoh nyata integrasi antara pengembangan infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya menjaga kelestarian habitat satwa liar dalam setiap proyek infrastruktur, sebagai bagian dari upaya melindungi keanekaragaman hayati di Indonesia.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur dan pelestarian lingkungan dapat berjalan seiringan dengan perencanaan yang matang dan pemantauan yang berkelanjutan.
"Dengan adanya Tol Pekanbaru-Dumai, perjalanan antar kota menjadi lebih cepat dan efisien, sementara perlindungan terhadap habitat gajah tetap terjaga," hematnya.
Sumber: Padang.jawapos.com (Riau Pos Group)
Editor : RP Rinaldi