PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau, hingga saat ini masih terus menggesa perbaikan longsor di Jalan Lintas Provinsi Riau-Sumatera Barat (Sumbar) Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.
Dalam proses perbaikan Jalan Riau-Sumbar itu diberlakukan sistem pembatasan kendaraan yang akan melintas.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau Yohanis Tulak Todingrara mengatakan, lokasi yang terjadi longsor tersebut memang sudah masuk dalam rencana penangangan pihaknya pada tahun ini.
“Untuk penangangan lokasi longsor tersebut sudah terkontrak tahun ini. Untuk saat ini kondisi lalu lintas di Jalan Riau-Sumbar diberlakukan sistem buka tutup jalan dan pemberlakuan pembatasan kendaraan. Namun mobil pribadi dan tidak bermuatan bisa fungsional,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, dari hasil analisis pihaknya, penyebab longsor di Jalan Riau-Sumbar yang putus di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar yakni akibat curah hujan tinggi menyebabkan banjir di sisi kanan jalan. Kemudian ditambah gorong-gorong lama tidak dapat menampung debit air yang crossing ke sisi kiri.
“Karena hal tersebut sehingga terjadi perlemahan tanah menyebabkan jalan tergerus dan amblas,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, untuk penanganan permanen di lokasi Jalan Riau-Sumbar tersebut kemungkinan perlu waktu dan didesain ulang penanganan.
“Target kami 1,5 sampai dengan 2 bulan sudah tuntas penangangan secara permanen untuk jalan tersebut. Namun saat ini yang terus dikerjakan yakni untuk fungsional jalan terlebih dahulu,” sebutnya.
Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)
Editor : RP Edwir Sulaiman