TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Atlet Jalur Jitu Kuantan Datuk Panglimo Dalam Desa Pulau Busuk, Inuman, Ansorni (48) yang meninggal dunia usai perpacuan jalur pada hilir ke-65, Kamis (22/8/2024) diduga kuat terkena serangan jantung.
Itu terlihat dari ciri fisik yang dialami Ansorni saat sampai di pancang finis dibagian seberang Sungai Kuantan. Bibir dan muka Ansorni saat diturunkan dari tim medis yang ada di posko pancang finis seberang Sungai Kuantan dibantu anak pacu, sudah mulai membiru dengan nafas yang sulit.
Melihat kondisi seperti itu, tim medis yang ada dengan menggunakan boad melarikan Ansorni ke tepian pancang finis yang ada di Desa Sawah.
"Ansorni langsung dilarikan ke IGD RSUD Teluk Kuantan dengan mobil ambulan yang sudah Stanby," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kuansing dr Irfan Husin yang dihubungi Riaupos.co kamis malam.
Kejadian itu sekitar pukul 15.30 WIB sebelum Ashar usai Jalur Jitu Kuantan yang mengambil jalan sebelah kanan berhadapan dengan Jalur Banser Datuk Panglimo Dalam Maulana Imam Saleh dari Desa Pulau Sipan Inuman.
Ansorni meninggal dalam perjalanan menuju RSUD sebelum ke IGD. Karena saat sampai IGD, nafasnya sudah berhenti.
"Pasien masuk sudah dalam keadaan henti nafas dan henti jantung," ujar mantan Direktur RSUD Teluk Kuantan ini.
Usai dipastikan kondisinya, jenazah Ansorni dibawa ke kampung halaman Desa Pulau Busuk Inuman.
Irfan menyarankan pada pengurus dan ketua jalur untuk mengingatkan para atletnya untuk beristirahat yang cukup usai berpacu. Tidak memaksakan diri untuk ikut berpacu kalau kondisi tubuh tidak fit, kelelahan kurang istirahat. Karena pacu jalur olahraga yang berat.
"Istirahat, makan dan puding yang cukup. Jangan paksakan jika lelah dan tidak fit. Apalagi sudah berumur," saran Irfan.
Sementara Dinas Kesehatan Kuansing dari awal tetap menyiapkan beberapa pos pelayanan kesehatan saat pacu jalur termasuk di pancang finis seberang sungai Kuantan. 1
Dari video yang beredar, terlihat anak pacu Jalur Jitu Kuantan dibagian belakang dekat kemudi terlihat tepar saat jalurnya masuk ke finis. (dac)
Editor : M. Erizal