JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Bunga telang adalah bunga dari tanaman telang (Clitoria ternatea) yang merupakan tanaman asli dari Pulau Ternate, Indonesia. Saat ini, bunga telang tidak hanya tersebar luas di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara di benua Asia, Australia, dan Amerika.
Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami untuk makanan, minuman, dan tekstil. Bunganya juga biasa diseduh menjadi teh herbal.
Bunga telang dikenal memiliki warna khas biru keunguan dengan bentuk seperti corong. Namun, varian warna dari bunga telang sebenarnya ada beragam, seperti putih, biru muda, dan biru tua.
Perbedaan warna tersebut tidak memengaruhi manfaat bunga telang bagi kesehatan tubuh.
Bunga telang kaya akan antioksidan yang membuat bunga ini memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Beberapa manfaat terkenal dari bunga telang meliputi:
1. Menurunkan berat badan: Teh dari bunga telang dapat menurunkan berat badan berkat kandungan ternatin di dalamnya.
2. Mencegah penuaan dini: Kandungan antioksidan membantu mencegah kerusakan sel kulit dan menjaga kekenyalan kulit.
3. Mengatasi kerontokan rambut: Flavonoid dalam bunga telang baik untuk pertumbuhan rambut.
4. Menjaga fungsi otak: Antioksidan membantu melindungi sel-sel otak.
Selain manfaat untuk kesehatan, Bunga telang juga populer di kalangan pencinta tanaman sebagai pilihan pagar hidup yang cantik dan ekonomis. Dengan warna-warna menawan, bunga ini tidak hanya memperindah tampilan rumah tetapi juga mudah untuk dirawat.
Dilansir dari laman Renos, berikut adalah panduan lengkap untuk menanam bunga telang di rumah Anda.
Pilih Bunga Telang Berkualitas
Langkah pertama dalam menanam bunga telang adalah memilih bibit yang berkualitas. Bunga telang tersedia dalam berbagai warna, termasuk ungu, merah muda, biru, dan hitam.
Untuk tampilan yang beragam, Anda bisa memilih beberapa varietas sekaligus. Namun, jika Anda menginginkan warna yang seragam dan terlihat kompak, memilih satu jenis saja adalah pilihan terbaik. Ini juga akan mempermudah proses penyemaian karena tidak perlu memilah bibit berdasar warna.
Siapkan Media Penyemaian
Selanjutnya, siapkan media penyemaian untuk bibit bunga telang. Rendam biji bunga telang selama 7-12 jam. Pilih biji yang tenggelam, yang menandakan bahwa biji tersebut masih sehat.
Media yang bisa digunakan untuk penyemaian meliputi tanah, pasir, sekam bakar, dan kompos. Jika kesulitan menemukan bahan-bahan tersebut, cocopeat dapat menjadi alternatif yang baik karena mengandung kalium tinggi yang dapat mempercepat pertumbuhan.
Letakkan media penyemaian pada tray semai atau wadah bekas, seperti nampan atau panci. Sebar biji yang telah direndam secara merata pada media semai.
Bersihkan dan Siapkan Lahan
Saat menunggu bibit tumbuh, persiapkan lahan tanam. Siram lahan yang gersang selama beberapa hari untuk melunakkan tekstur tanah. Cangkul area tersebut sedalam 20-30 cm untuk menggemburkan tanah dan membuka pori-pori udara, memudahkan akar untuk berkembang.
Berikan Pupuk Dasar
Setelah lahan dicangkul, berikan pupuk dasar, seperti pupuk kandang, untuk memastikan tanah kaya akan nutrisi. Pupuk kandang ramah tanah dan tidak mengandung residu kimia berbahaya. Sebar pupuk secara merata di area yang telah dicangkul agar bibit mendapatkan cadangan makanan yang cukup.
Grounding Bibit ke Lahan
Langkah selanjutnya adalah grounding, atau menanam bibit bunga telang di lahan yang telah disiapkan. Lakukan penanaman pada sore hari untuk menghindari stres berlebihan pada tanaman. Jangan melakukan penyiraman pada tanaman yang baru ditanam selama 3 hari pertama agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Perawatan Rutin
Terakhir, perawatan rutin adalah kunci keberhasilan dalam menanam bunga telang. Pastikan tanaman mendapatkan suplai air yang cukup, terutama selama musim kemarau dengan penyiraman 2 kali seminggu. Perhatikan juga kebutuhan fosfat dan kalium dari tanaman, karena bunga telang dapat mengikat nitrogen bebas yang mendukung pertumbuhan.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menikmati keindahan bunga telang yang memesona dan mempercantik halaman rumah Anda tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Edwir Sulaiman