PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Bakal Calon (Bacalon) Gubernur Riau/Wakil Gubernur Riau terus berkeliling untuk mencari dukungan. Bacalon Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid meminta dukungan ke Indragiri Hilir (Inhil). Sedangkan Bacalon Wakil Gubri Muhammad Wardan menyambut Alumni Keolahragaan Padang Indonesia (AKPI) Riau di Pekanbaru. Sementara Bacalon Gubri Syamsuar bersilaturahmi ke Bukit Kapur Dumai, Selasa (3/8).
Saat kunjungan ke Inhil beberapa hari lalu, Abdul Wahid meminta dukungan serta doa restu kepada seluruh masyarakat Inhil untuk membenahi dan membangun Riau kedepan. “Mohon doa restu dan dukungannya. Saya maju calon Gubernur Riau tidak ada niat untuk memperkaya diri, tapi saya punya niat untuk membangun Riau. Mungkin karena itulah Ustaz Abdul Somad menjatuhkan pilihan dan dukungannya ke saya,” sebutnya.
Wahid berjanji jika terpilih menjadi orang nomor satu di Riau, dirinya akan membangun kampung halamannya yakni Kabupaten Indragiri Hilir, terutama masalah infrastruktur jalan dan jembatan. “Saya bertekad ingin membangun Riau, terutama saya akan menuntaskan persoalan infrastruktur di Kabupaten Indragiri Hilir,’’ ujarnya.
‘’Saya akan selesaikan pembangunan Jalan Tembilahan-Mandah dan Sorek-Guntung. Saya juga akan menyelesaikan ruas Jalan Pulau Kijang sampai Selensen. In sya Allah bersama Pak SF Hariyanto dan kolaborasi dengan Pak Ferry dan Pak Dani, kami bisa bersama-sama membangun Inhil,” katanya.
Di samping itu, Abdul Wahid bercerita niatnya maju sebagai calon Gubernur Riau karena ada dorongan dari tokoh masyarakat Riau seperti Gubernur Riau pada masanya Rusli Zainal dan Saleh Djasit, serta Arwin (Bupati Siak dua periode pada masanya). Selain itu, dia mengaku juga karena ada dukungan dari Ustaz Abdul Somad (UAS).
“Karena ada dorongan dari tokoh masyarakat, kemudian saya diundang oleh UAS ke rumah beliau, dan saya diminta maju jadi Gubernur Riau. Saya tanya alasannya, jawab UAS kalau saya tidak ada masalah dengan tokoh-tokoh Riau dan penerimaan sangat bagus,’’ ujarnya.
‘’Kedua, UAS yakin kalau saya amanah jika terpilih jadi gubernur. Ketiga UAS bilang kalau Pak Wahid secara kemampuan bisa memajukan Riau. Hanya tiga alasan itulah yang disampaikan UAS ke saya. Kemudian UAS bilang, kalau Pak Wahid maju sebagai calon Gubernur Riau, beliau akan ikut andil dalam pemenang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wahid mengatakan saat UAS melaksanakan ibadah haji, ada pesan UAS dari Makkah. ‘’Isi pesannya Pak Wahid harus maju jadi Gubernur Riau. Dari situlah baru teguh hati saya maju jadi Gubernur Riau untuk membangun Riau lebih baik. In sya Allah kalau kita bersama ulama dan umarah, kita pasti bisa membangun Riau umumnya, dan Inhil khususnya,” tuturnya.
Di tempat terpisah, Bacalon Wakil Gubernur Riau Muhammad Wardan menyambut kedatangan Alumni Keolahragaan Padang Indonesia (AKPI) Provinsi Riau di Posko Pemenangan Nasir Wardan Riau Bersatu (Nawaitu), Pekanbaru, Selasa (3/9). AKPI Riau yang dipimpin langsung Mazuardi bersama rombongan pengurus datang untuk memberikan dukungan.
Punya kesamaan visi dan misi dalam membangun Riau ke depan, AKPI Riau memutuskan bergabung dengan Tim Pemenangan untuk memenangkan Muhammad Nasir-Muhammad Wardan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2024-2029.
“Kami melakukan rapat untuk melihat latar belakang ketiga Bapaslon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau yang ada. Hasilnya, kami menjatuhkan pilihan kepada pasangan Nasir-Wardan. Ini karena visi dan misi mereka sejalan dengan visi misi AKPI,” ungkap Mazuardi, Selasa (3/9).
Lebih lanjut, dengan tambahan dukungan yang diberikan itu, pihaknya berharap pasangan Nasir-Wardan ini bisa menang dan memimpin Provinsi Riau lima tahun ke depan. Dia juga menyampaikan, pihaknya mempunyai latar belakang di dunia pendidikan.
‘’Begitu juga dengan Pak Wardan. Dengan itu, tentu kami berharap ke depan dunia pendidikan di Riau bisa lebih diperhatikan dari semua aspek. Baik itu sarana pendidikan, mutu pendidikan, tenaga pendidikan, dan lainnya,” harapnya. “In sya Allah kami akan all out dalam mengampanyekan Nasir-Wardan,” tambah Mazuardi.
Merespons ini, Bacalon Wakil Gubernur Riau, Muhammad Wardan didampingi Sekretaris Tim Pemenangan Koko Iskandar mengaku senang dan bersyukur. Mewakili Bacalon Gubernur Riau Muhammad Nasir, dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih karena banyak dari kalangan masyarakat yang siap berjuang bersama untuk menjemput kemenangan Nasir-Wardan.
“In sya Allah kita akan selalu bersama-sama. Dimulai dengan berjuang untuk menjemput kemenangan itu. Sehingga, Riau Sejahtera dan Riau Emas dapat kita wujudkan bersama-sama,” ucap Wardan.
Wardan menegaskan, jika dalam memimpin Riau ke depan nanti, bersama pasangannya Nasir tetap akan solid dan komitmen untuk mewujdkan visi misi. Segala hal urusan atau pekerjaan dalam melayani masyarakat akan dijalankan sesuai tugas dan fungsi masing-masing jabatan.
‘’Apalagi, niat Nasir-Wardan semata-mata untuk kemajuan Riau dan kesejahteraan masyarakat Bumi Lancang Kuning. Itu sudah menjadi komitmen kami berdua,” tutur Wardan.
Sementara itu, Bacalon Gubri Syamsuar bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh masyarakat Bukit Kapur Dumai yang siap memenangkannya dalam Pilgubri 2024. Saat silaturahmi di rumah salah satu tokoh H Ramlan, Selasa (3/9), salah satu tokoh Bukit Kapur Dumai Kardi menyebutkan, masyarakat Bukit Kapur sudah menyatu berkomitmen untuk mendukung Pak Syamsuar dalam Pilgubri 2024.
“Semoga silaturahmi ini mendapat berkah dari Allah SWT dan Pak Syamsuar menang, kembali menjadi Gubernur Riau,” ucap Kardi.
Syamsuar pun mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Bukit Kapur. “Dulu, di Dumai saya bertolak dari rumah Pak Haji Ramlan. Sekarang saya melakukan hal yang sama dalam Pilgubri 2024 ini, juga diawali bersilaturahmi di rumah Pak Ramlan,” ujar Syamsuar.
Pada kesempatan itu Syamsuar mengenalkan calon Wakil Gubernur Riau yakni Mawardi Muhammad Saleh yang merupakan dosen dan 15 tahun di Madinah. “Saat ini kami sudah melalui beberapa tahapan pilkada. Kami sudah mendaftar di KPU Riau dan kami sudah melalui tes kesehatan. Alhamdulillah sehat,” sebut Syamsuar.
Amanah dari masyarakat Riau kepada Syamsuar untuk maju dalam Pilgubri 2024 cukup besar. Amanah inilah yang menyemat hati Syamsuar-Mawardi (Suwai) untuk berkomitmen: mewujudkan Riau maju dan bermartabat serta menjadikan Riau sebagai pusat ekonomi Sumatera serta menjadikan Riau sebagai pintu gerbang ekonomi ASEAN.
Komitmen ini, jelas Syamsuar sesuai dengan geografis Riau yang berada di tengah-tengah Pulau Sumatera, terutama Dumai yang nantinya menjadi salah satu pusat ekonomi di Sumatera. Apalagi Dumai dekat dengan Singapura dan Malaysia.
“Warga Bukit Kapur harus bersiap-siap sebagai tempat lumbung pangan yang permintaannya cukup besar dari Singapura dan Malaysia. Peluang usaha masyarakat di sini cukup besar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Syamsuar.
Ke depan, sambung Syamsuar, dalam menangkap peluang ekonomi ini perlu bermitra dengan perusahaan besar di Dumai sehingga masyarakat bisa menikmati langsung perkembangan ekonomi. “Dalam upaya Riau sebagai pusat ekonomi di Sumatera, saya juga sudah menjalin komunikasi dengan calon Gubernur Sumut untuk mewujudkan jalan tol dari Riau ke Sumut. Saya juga tetap memperjuangkan Ro-Ro Dumai-Melaka, begitu juga Ro-Ro ke Rupat,” ujar Syamsuar.
Berikutnya, jika komitmen ini semuanya berjalan, Riau sebagai pusat ekonomi Sumatera, maka di Dumai dibangun ring road atau jalan lingkar untuk mengatasi kemacetan. Dari sekian banyak program Suwai itu, pendidikan dan kesehatan adalah program prioritas.
“Karena anak dan cucu kita adalah masa depan Riau ini agar daerah kita ini maju. Karenanya pendidikan gratis ini harus dimanfaatkan. Pasalnya ke depan persaingan semakin ketat, jika kita tidak punya pendidikan maka kita sulit untuk maju dan tidak kreatif,” ungkap Syamsuar.
Banyak sekali program kemudahan di dunia pendidikan ini, kata Syamsuar, tinggal keinginan orang tuanya, sebab kemudahan ini tidak hanya diberikan pemerintah daerah tapi juga pemerintah pusat.(sol/gus)
Editor : RP Arif Oktafian