Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bonsai Miliki seni Tingkat Tinggi

Agustiar • Minggu, 8 September 2024 | 12:05 WIB

BONSAI
BONSAI

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Bonsai adalah seni menanam pohon dalam pot yang berasal dari Jepang dan China. Tidak hanya itu, bonsai tidak hanya tentang menanam pohon kecil, tetapi juga melibatkan seni dan keterampilan untuk menciptakan replika miniatur pohon besar dalam pot. Artinya, menanam bonsai ini memiliki kesenian tingkat tinggi. Artinya, menanam bonsai bukan hanya sekadar hobi yang indah dan artistik, tetapi juga memiliki berbagai manfaat yang luar biasa bagi kesehatan fisik dan mental. Bagi penghobi bonsai punya manfaat khusus yakni, salah satunya ialah melatih kesabaran dan keuletan hingga mencapai hasil yang diinginkan.

Selama ini, tanaman bonsai dapat dijadikan tanaman hias ruangan. Selain berukuran kecil, tanaman bonsai mempunyai keindahan dari segi bentuknya. Tanaman bonsai yang berukuran sedang dapat juga dijadikan tanaman hias luar ruangan.

Berdasarkan informasi dari salah satu penghobi bonsai dari Kabupaten Bengkalis Negeri Junjungan, Erik Anton, yang juga tergabung dalam Komunitas Laksamana Bonsai (Laksbon) Bengkalis, menjadi penghobi tanaman bunga bonsai dimulai dari suka pada keindahan alam.

Dia menyebutkan, perkembangan bonsai di Bengkalis sudah dimulai pada era 1980-an, dimulai oleh pendahulunya, Alm Pak Usu Yel, Pak Hermizon, dkk.

‘’Seiring berjalannya waktu, komunitas ini (Laksbon) berkembang dan pola perawatan serta bentuk bonsai pun semakin inovatif,’’ ujar Erik Anton menceritakan perkembangan bonsai dari Bengkalis, Sabtu (10/8).

Diceritakannya, pada 2019 di Bengkalis terbentuklah komunitas bonsai, Laksamana Bonsai (Laksbon) yang diketua oleh Hermizon, lalu ditahun 2021/2022 melalui beberapa event yang telah diikuti, maka di Bengkalis terbentuklah PPBI (Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia) Cabang Bengkalis yang di ketuai oleh Afrizal alias Ool.

‘’Dari sini kami bersama yang mulai menjadikan menanam bonsai ini sebagai hobi yang mahal dan berkesenian tingkat tinggi,’’ tambahnya.

Dia juga menjelaskan, bonsai ini adalah pohon kecil di dalam pot yang memiliki histori dan filosofi yang panjang dan luas.

‘’Dahulu kala bonsai adalah kesenian Jepang yang sudah dibudidayakan dan dilestarikan sejak beribu tahun yang lalu, berasal dari China yang diperkenalkan oleh pejabat, pedagang dan juga pelajar dari Jepang yang datang ke China yang membawa pulang seni bonsai ke negeri Jepang pada zaman Kamakura,’’ kata Erik Anton mengulas singkat sejarah bonsai ini.

Diungkapnya lagi, bahwa bonsai terkenal akan keindahannya, dan juga harga yang mahal. Jadi, kenapa bonsai begitu menarik untuk dikoleksi? Karena proses untuk menjadikan sebuah bonsai yang berkualitas memang memerlukan waktu yang panjang.

Mulai dari pemilihan jenis tanaman, pembentukan tapak/akar, lanjut ke proses pemilihan dan pembentukan cabang serta ranting sampai membentuk pohon seperti di alam. Ditegaskannya, dari ribuan tahun lalu sampai saat ini bonsai masih menjadi daya tarik sendiri dikalangan penghobinya, selain dari bentuknya yang indah bonsai juga memiliki filosofi yang dalam.

"Dan memang tak heranlah, jika seni bonsai digadang-gadangkan sebagai jenis seni rupa tingkat tinggi tadi,’’ bebernya meyakinkan.

Dia juga menyebutkan, ada beberapa jenis tanaman yang bisa dijadikan pohon bonsai antara lain, beringin/fikus, anting putri, waru, bougenville (bunga kertas), hokianti, dan lain sebagainya.

Masih menurutnya, sebuah pohon bisa dikatakan pohon bonsai jika telah memenuhi beberapa standar antara lain.

Jenis pohon harus berbatang kokoh dengan ketinggian 15 cm s/d 150 cm maksimum, akar dari pohon harus terlihat jelas, bentuk cabang dan ranting harus proporsional serta daunnya harus kecil mengimbangi bentuk pohon bonsai tersebut.

Lalu, dijelaskannya juga, perbedaan antara pohon Bonsai dan tanaman hias lainnya adalah, dilihat dari, bentuk. Bonsai seringkali berbentuk spesies asli, meskipun sering kali dalam bentuk yang berbelit-belit.

Tanaman hias dapat berbentuk beragam, seperti geometris (kubus atau bola) atau aneh (hewan).

Tidak hanya itu, dilihat dari perawatan. Bonsai membutuhkan sedikit dedikasi dan kesabaran untuk mempertahankannya. Dan dilihat dari nilai kesenian.

Bonsai mempunyai bentuk batang yang sempurna sehingga memiliki nilai kesenian yang tinggi.

Jika disebutkan range harga bonsai sangat bervariasi tergantung jenis, bentuk serta usia bonsai itu sendiri.

Kisaran harga jual bonsai yang sudah jadi contohnya adalah anting putri mulai dari Rp10 juta sampai ratusan juta tergantung bentuk karakter pohon dan umur pohon.

‘’Harganya mahal, sampai dengan puluhan milyar seperti bonsai pinus di Jepang dengan usia pohon 1.000 tahun dibanderol pada lelang sekitar Rp18 M,’’ katanya.

 

Untuk biaya perawatan Bonsai disampaikan tidak terlalu mahal. Namun yang perlu diperhatikan ialah untuk pupuk dilakukan rutin.

"Perawatan dari nol sampai jadi memang harus intensif, minimal 2 pekan sekali harus dipantau perkembangannya. Untuk terbentuk sempurna dari bahan bonsai sampai menjadi bonsai yang sempurna memakan waktu lebih kurang 6 tahun,’’ sebutnya lagi.

Sebagai informasi, sejarah Bonsai, berasal dari seni miniaturisasi tanaman yang disebut penjing dari periode Dinasti Tang.

Di makam putra dari Maharani Wu Zetian terdapat lukisan dinding yang menggambarkan pelayan wanita yang membawa pohon berbunga dalam pot dangkal. Pot dangkal berukuran kecil ini merupakan miniaturisasi dari pemandangan alam.

Kalangan bangsawan di Jepang mulai mengenal penjing sekitar akhir zaman Heian. Aksara kanji untuk penjing dilafalkan orang Jepang sebagai bonkei.

Sama halnya dengan di Cina, bonkei di Jepang juga merupakan miniaturisasi dari pemandangan alam. Seni yang hanya dinikmati kalangan atas, terutama kalangan pejabat istana dan samurai, dan baru disebut bonsai pada zaman Edo.

Menanam bonsai adalah pekerjaan sambilan samurai zaman Edo, saat bonsai mencapai puncak kepopuleran.

Sejak zaman Meiji, bonsai dianggap sebagai hobi yang bergaya. Namun pemeliharaan bonsai dan penyiraman memakan banyak waktu.

Sejalan dengan lingkungan tempat tinggal di Jepang yang makin modern dan tidak memiliki halaman, penggemar bonsai akhirnya terbatas pada kalangan berusia lanjut.(gus)

Editor : RP Bayu Saputra
#bonsai #seni #bonsai adalah