PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pertarungan merebut kursi kepala daerah di Riau dimulai, Ahad (22/9). Gong pembuka itu ditandai dengan penetapan pasangan calon (paslon) kepala daerah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi dan kabupaten kota di Riau. Sebanyak 43 paslon yang dinyatakan siap bertarung.
KPU Riau resmi menetapkan tiga paslon untuk Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2024-2029 dalam pleno tertutup yang digelar di Kantor KPU Riau, Ahad (22/9). Ketiga paslon Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau tersebut adalah Syamsuar-Mawardi Muhammad Saleh, Muhammad Nasir-Muhammad Wardan, dan Abdul Wahid-SF Hariyanto.
“Tiga Pasang Calon Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau melalui pleno kita tetapkan yakni Syamuar-Mawardi Muhammad Saleh, Muhammad Nasir-Muhammad Wardan, dan Abdul Wahid-SF Hariyanto, “ ujar Ketua KPU Riau Rusidi Rusdan kepada Riau Pos, Ahad (22/9).
Dia juga menegaskan, ketiga nama tersebut dipastikan tak ada masalah secara aturan. Baik melalui proses pendaftaran, verifikasi administrasi pertama, verifikasi administrasi perbaikan, dan tanggapan masyarakat. Soal adanya tanggapan masyarakat, KPU menegaskan setelah melalui prosesnya tidak meyakinkan sehingga penetapan pencalonanan dilanjutkan.
Adapun laporan masyarakat tersebut soal pelantikan pejabat yang dianggap menyalahi kewenangan dan melanggar aturan. Kemudian ada juga berkaitan soal lahan. Namun Ketua KPU Riau ini memastikan setelah melalui proses.
Semua aduan atau laporan tersebut tidak ada masalah secara hukum dan aturan. “Kita sudah cek aduan masyarakat tersebut. Intinya tidak ada persoalan. Baik secara aturan mau pun hukum,” ungkap Rusidi.
Rusidi menambahkan tahapan selanjutnya adalah mengikuti pengundian nomor urut di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Senin (23/9). “Selamat kepada tiga paslon yang sudah ditetapkan dan kami juga sudah menyiapkan tahapan selanjutnya, yakni pengundian nomor urut, semoga semua berjalan lancar,” paparnya.
Untuk di kabupaten/kota, KPU Pekanbaru menetapkan lima paslon yang akan bersaing merebut kursi wali kota dan wakil wali kota lewat pleno, Ahad (22/9). ‘’Pleno sudah selesai, semua MS (memenuhi syarat, red). Penetapan telah dilakukan terhadap lima pasang calon,’’ jelas Komisioner KPU Kota Pekanbaru, Salmon Daliyoto.
Sesuai urutan pendaftaran lalu kelima paslon tersebut adalah Ida Yulita Susanti-Karisman Risanda, Muflihun-Ade Hartati, Agung Nugroho-Markarius Anwar, Edy Natar Afrizal Nasution-Dastrayani Bibra, dan Intsiawati Ayus-Taufik Arrakhman.
Salmon mengatakan, untuk pencabutan nomor urut hari ini, jumlah tim paslon dibatasi untuk masuk ke ruangan acara. Selain ruangan terbatas, ruang tampung parkir di hotel bintang lima itu juga terbatas. ‘’Demi kenyamanan bersama, kami juga meminta para pendukung dan tim pasangan calon tidak meneriakkan yel-yel pada acara nanti,’’ sebut Salmon.
Sementara itu, KPU Rokan Hulu juga menetapkan lima paslon yang akan bersaing menjadi Bupati dan Wakil Bupati Rohul dalam rapat pleno tertutup yang dipimpin langsung Ketua KPU Rohul Cepi Abdul Husen didampingi Anggota KPU Rohul Eria Candra, Rahmat Sah, Azhar Hasibuan, dan Susana, kemarin.
Ketua KPU Rohul Cepi Abdul Husen menjawab mengatakan, dimulai dari proses pendaftaran, penelitian administrasi terus penelitian administrasi perbaikan sampai dengan tanggapan masyarakat pada 13- 18 September 2024, tidak ada tanggapan masyarakat. ‘’Hari ini (kemarin, red), menjelang Magrib, lima bapaslon dinyatakan telah memenuhi syarat dan telah ditetapkan sebagai paslon peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Serentak 2024,’’ ujarnya.
Kelima paslon tersebut adalah Kelmi Amri-Asparaini yang diusung enam partai (PKS, PPP, Demokrat, Perindo, PSI, dan Gelora), Anton-Syafaruddin Poti yang diusung lima parpol (Gerindra, PDIP, Hanura, PBB, dan Partai Ummat), Erizal-Rusli diusung dua parpol (PAN dan Partai Buruh), Murnis-Syamsurizal diusung satu parpol (Golkar), dan Indra Gunawan-Abdul Haris yang diusung parpol (Nasdem dan PKB).
‘’Sehubungan pelaksanaan rapat pleno tertutup dan kami harus sampaikan melalui elektronik kepada masing-masing LO paslon. Untuk bisa diketahui oleh masyarakat, maka kelima Paslon Bupati dan Wabup Rohul yang baru saja ditetapkan ini akan diumumkan di laman media dan website KPU Rohul serta di papan pengumuman,’’ terangnya.
Usai penetapan paslon lanjut Cepi, Senin (23/9) pukul 08.00 WIB, KPU Rohul akan melaksanakan pengundian dan penetapan nomor urut dalam rapat pleno terbuka di Hotel Sapadia Pasirpengaraian. ‘’Yang kita undang Paslon Bupati dan Wabup bersama Tim Koalisi, forkopimda, dan Bawaslu Rohul,’’ jelasnya.
Anggota KPU Rohul Divisi Teknis Eria Candra saat dikonfirmasi menjelaskan teknis pelaksanaan pengundian dan penetapan nomor urut. ‘’Ketua KPU Rohul akan membacakan masing-masing nomor urut satu sampai lima paslon dan menyerahkan figur sesuai dengan nomor urut yang didapatkan,’’ ujarnya.
Di Kuantan Singingi, tiga bapaslon ditetapkan menjadi paslon peserta pemilihan Bupati/Wakil Bupati Kuantan Singingi. Ini menyusul, KPU Kuansing tidak ada menerima masukan dan tanggapan masyarakat terhadap keabsahan persyaratan bapaslon yang dibuka 15-18 September 2024.
Ketiganya, sesuai verifikasi dan penelitian berkas administrasi yang disampaikan ke KPU Kuansing lalu, sudah dinyatakan memenuhi syarat (MS). “Rapat pleno penetapan paslon selesai. Ketiganya sah kami tetapkan sebagai paslon maju Pilkada Kuansing,” kata Ketua KPU Kuansing Wawan Ardi dalam konfrensi pers, Ahad (22/9). Wawan mengatakan, sesuai saat pendaftaran, ada tiga paslon yang ditetapkan yakni Suhardiman Amby-H Mukhlisin diusung tiga partai (Gerindra, Demokrat, dan PKB), Adam-Sutoyo yang diusung empat partai (Golkar, Nasdem, PKS, dan PAN), dan Halim-Sardiyono yang diusung dua parpol (PDIP dan PPP).
Usai penetapan paslon, maka sambung Wawan Ardi, dilanjutkan dengan pengumuman dan pencabutan nomor urut di Kantor KPU Kuansing, hari ini. Masing-masing paslon hanya diperbolehkan membawa 20 orang. Yakni paslon beserta istri, ketua tim pemenangan, ketua dan sekretaris parpol pengusung, dan lainnya.
Untuk pengamanan, Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH sudah menyiapkan 215 personel gabungan. Yang terdiri dari Polres Kuansing, Satpol PP, Dishub maupun TNI. Mereka akan melakukan pengamanan dan pengaturan rombongan paslon. “Dari jumlah itu tidak bisa masuk, “ ujarnya.
Ketua Bawaslu Kuansing Mardius Adi Saputra mengapresiasi kinerja KPU Kuansing dalam menjalankan semua tahapan secara profesional. Setelah penetapan paslon, Bawaslu bersama KPU, Polres, TNI, Satpol PP berkoordinasi untuk membersihkan semua alat sosialisasi seperti baliho, spanduk dan lainnya yang dipasang sekarang pada 24 September 2024. Selanjutnya, baru bisa dipasang saat masa kampanye yang dimulai 25 September 2024 sesuai dengan titik-titik yang sudah ditentukan.
Di Dumai, KPU resmi menetapkan tiga Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai. ‘’Berdasarkan keputusan KPU Dumai Nomor 303 Tahun 2024, ada tiga paslon yang ditetapkan sebagai peserta Pilkada Serentak 2024 ini,’’ kata Ketua KPU Dumai Zulfan kepada awak media.
Mereka adalah Paisal-Sugiyarto yang diusung enam parpol (Nasdem, Gerindra, PAN, Perindo, PKB, dan PKS), Ferdiansyah-Soeparto yang didukung dua parpol (Golkar dan PPP), dan Eddy A Mohd Yatim-Almainis yang diusung dua partai (PDIP dan Demokrat).
Usai penetapan paslon, lanjut Zulfan, tahapan berikutnya yakni pencabutan nomor urut yang dilaksanakan di Kantor KPU Dumai, Senin (23/9) mulai pukul 14.00 WIB. ‘’Harapan kita agar setiap paslon untuk tetap mematuhi aturan dan menjaga keamanan dan kenyamanan selama proses pencabutan nomor urut,’’ kata Zulfan.Di Kampar, KPU menetapkan empat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kampar di Aula Kantor KPU Kampar, Bangkinang, Ahad (22/9). ’’ empat paslon sudah memenuhi syarat,’’ ujar Ketua KPU Kampar Andi Putra, Ahad (22/9).
’’Sampai batas waktu terakhir tanggapan dari masyarakat tidak ada, maka melalui rapat paripurna tertutup langsung ditetapkan hari ini empat pasangan calon bupati dan wakil bupati Kampar,’’ tegas Andi Putra.
Mereka adalah Yusri-Rinto Pramono diusung dua parpol (Gerindra dan Demokrat), Ahmad Yuzar- Misharti yang diusung lima parpol (PDIP, Gelora, Nasdem, PKB, dan PBB), Yuyun Hidayat-Edwin Pratama Putra yang didukung empat partai (PAN, PSI, PKS, dan PPP), danRepol-Rahmad Jevary Juniardo yang diusung Golkar.
Andi Putra menambahkan, untuk pencabutan urut paslon akan dilaksakanakan Senin (23/9) pagi ini di Kantor KPU Kampar. ’’Untuk massa paslon dibatasi. Masing-masing paslon hanya boleh membawa massa 50 orang,’’ jelas Andi Putra.
Di Kepulauan Meranti, KPU merampungkan pleno tertutup penetapan seluruh paslon yang akan bertarung menuju Pilkada 2024, Ahad (22/9). ‘’Empat bakal calon yang mendaftar itu lolos dan telah ditetapkan,” beber Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Kepulauan Meranti Romi Indra.
Empat paslon tersebut adalah Asmar-Muzamil (Berazam), Masrul-Fauzi Hasan (Bermanfaat), Basiran-Yulian Norwis (Berlian), dan Mahmuzin Taher-Iskandar Budiman (Menebas Tuntas). “Besok (hari ini, red) pukul 08.00 WIB, pleno pengundian nomor urut. Untuk yang masuk ruangan pleno, kami batasi hanya sebanyak 100 orang per pasangan calon,” ungkapnya.
Selain pengundian nomor urut, helat tersebut turut dikemas dengan Deklarasi Kampanye Damai. Deklarasi ini menandai dimulainya rangkaian tahapan kampanye Pilkada tahun ini. Dalam rangka menjaga kelancaran seluruh proses ini, KPU Meranti telah berkoordinasi dengan aparat keamanan.
Polres juga telah melakukan simulasi pengamanan untuk memastikan acara berjalan aman dan lancar. “Sejak kemarin, aparat keamanan telah melakukan simulasi pengamanan. Meskipun rapat pleno hari ini tertutup, pengamanan tetap dijalankan dengan ketat,” ujarnya.
Di Indragiri Hulu, tiga paslon ditetapkan KPU, Ahad (22/9). Ketua KPU Inhu Ronaldi Ardian mengatakan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Inhu yang ditetapkan melalui rapat pleno itu di antaranya, Raja Haryono-Elda Suhanura yang diusung tiga partai (PKS, Golkar, dan Demokrat), Rezita Meylani- Suhardi yang diusung lima parpol (Nasdem, Gerindra, PPP, Ummat, dan Gelora) serta Ade Agus Hartanto-Hendrizal yang didukung empat partai (PAN, PKB, PDIP dan Perindo).
Penetapan Paslon sambung Ketua KPU Inhu, setelah verifikasi berkas dan sudah sempat diumumkan bahwa paslon telah melengkapi persyaratan. Namun prosesnya ada rentang waktu yakni dari hasil verifikasi administrasi ke tahapan tanggapan masyarakat.
“Alhamdulillah, tidak ada tanggapan atau masukan masyarakat. Makanya hari ini dilakukan pleno dan ditetapkan sebagai Paslon,” bebernya.
Dalam pada itu, Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSI pada kesempatan itu menyatakan siap mengamankan Pilkada serentak 2024. “Kami, TNI Polri berkomitmen dan siap mengamankan Pilkada ini,” tegasnya.
Di Bengkalis, KPU Bengkalis menetapkan dua paslon yang akan bertarung. ‘’Ya, plenonya baru selesai selesai malam ini (kemarin, red). Dua Bapaslon yang mendaftar sudah memenuhi syarat. Jadi penetapan telah dilakukan terhadap dua pasang calon,’’ ujar Ketua KPU Bengkalis Agung Kurniawan.
Adapun dua calon tersebut sesuai urutan pendaftaran yang lalu adalah, Syahrial-Andika Putra Kenedi (Sandi) dan Kasmarni-Bagus Santoso (KBS). “Ya, besok pagi (hari ini, red) kita akan melakukan pencabutan nomor urut dan tim pasangan calon dibatasi untuk masuk ke ruangan acara,” jelasnya.
Agung mengharapkan, para pendukung dan tim pasangan calon dapat mengikuti kegiatan ini dengan tertib. Tentu ini demi kenyamanan bersama, juga tidak meneriakkan yel-yel pada acara nanti. Karena ini dapat mengganggu jalannya pelaksanaan pengambilan nomor urut pasangan calon.
Di Indragiri Hilir, ada empat paslon yang akab bertarung. Ketua KPU Inhil Syamsul menyatakan, empat paslon tersebut sudah memenuhi persyaratan dan tahap selanjutnya akan dilakukan pula pencabutan nomor urut Paslon Bupati dan Wakil Bupati Inhil. “Alhamdulillah. Kami sudah menggelar rapat pleno penetapan Paslon, tanpa adanya tanggapan dari masyarakat,” katanya.
Empat paslon tersebut adalah Suhaidi-Syamsuddin Uti yang diusung dua partai (Gerindra dan Demokrat), Herman-Yuliantini yang diusung sembilan partai (Golkar, PPP, Nasdem, PKS, Perindo, PBB, Gelora, PSI, dan Ummat), Mimi Lutmila-Sufian yang diusung PDIP dan, Ferriyandi-Dani M Nusrsalam yang diusung dua partai (PKB dan PAN).
Sementara itu, KPU Siak menetapkan tiga paslon Bupati-Wakil Bupati Siak, Ahad (22/9) pukul 22.30 WIB. Ketua KPU Siak Said Dharma Setiawan bersama Komisioner lainnya menyebutkan penetapan itu berdasarkan urutan pendaftaran yakni Alfedri-Husni Merza, Irving Kahar Arifin-Sugianto, dan Afni Z-Syamsurizal. Selanjutnya sebagai pasangan calon akan pengikut pengundian nomor urut pasangan di Halaman Kantor KPU Siak Senin (23/9) pukul 09.00 WIB.
Di Pelalawan, KPU Pelalawan resmi menetapkan dua paslon peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan 2024. “Ya, penetapan dua paslon ini telah melalui serangkaian proses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Yakni keputusan ini dituangkan dalam SK KPU Nomor 835 Tahun 2024 yang dikeluarkan pada 22 September 2024,” terang Ketua KPU Pelalawan, Bapri Naldi SE, Ahad (22/9).
Kedua paslon tersebut adalah Nasarudin-Abu Bakar dan Zukri-Husni Tamrin. “Untuk pasangan Nasarudin-Abu Bakar didukung dan diusung gabungan sejumlah partai politik. Yakni PKS, PAN, Golkar, Gerindra, dan PSI. Pada Pemilu Legislatif 2024, koalisi ini memperoleh 87.601 suara sah di DPRD Kabupaten Pelalawan,” ujarnya.
Sementara pasangan Zukri-Husni Tamrin SE, lanjut Bapri Naldi, memiliki gabungan partai politik pengusung dan pendukung yakni Nasdem, PKB, PPP, PDIP, Demokrat, Perindo dan Buruh. Koalisi ini berhasil mengumpulkan 116.381 suara sah pada Pemilu Legislatif 2024. “Dengan penetapan ini, kedua pasangan resmi bersaing dalam Pilkada Pelalawan 2024. Dengan demikian, kontestasi politik untuk Pilkada Pelalawan 2024 kini telah dimulai,” tuturnya.
Tak Pilih Nomor
Pengundian nomor urut pasangan calon kepala daerah dilakukan hari ini oleh KPU. Paslon Muhammad Nasir-Muhammad Wardan menyebut kan tidak punya nomor khusus. Ditegaskan, berapa pun nanti nomor urut yang didapat akan menjadi nomor istimewa yang akan membawa kemenangan di Pilgubri 27 November mendatang.
Dikonfirmasi pasangan dengan sebutan Nawaitu (Nasir Wardan Riau Bersatu), diwakili Muhammad Wardan menegaskan Nawaitu tidak ada permintaam khusus untuk nomor urut. “Berapa pun nomor urut yang didapat besok, itulah nomor yang terbaik yang diberikan Allah SWT kepada Nasir-Wardan,” katanya kepada wartawan, Ahad (22/9).
Dia pun berharap, setelah nanti mendapatkan nomor urut tim yang terdiri dari koalisi partai, relawan, dan simpatisan semakin bersemangat untuk berjuang bersama menjadikan Riau ini Riau Emas. “Semoga dengan nomor yang didapat besok (hari ini, red) menjadi tuah dan semangat bagi Nasir-Wardan untuk terus berjuang dalam menjemput kemenangan,” harapnya.
Demikian juga bagi Paslon Wali Kota Pekanbaru-Wakil Wali Kota Pekanbaru Intsiawati Ayus dan Taufik Arrakhman. Mereka tak menargetkan angka tertentu dalam pengambilan nomor urut hari ini. Taufik Arrakhman mengaku tidak mempermasalahkan nomor urut.
Pasalnya hal tersebut hanya sebatas syarat agar masyarakat mengenal lebih dekat pasangan Intan Berlian.
Namun yang ingin pasangan Intan Berlian lakukan setelah nomor urut itu didapatkan adalah bagaimana penggalang aspirasi masyarakat Kota Pekanbaru dan membantu menyelesaikan permasalah yang ada di Kota Pekanbaru. “Berapapun nomor urut yang didapat nantinya itu menjadi yang terbaik dan akan kita ikuti,” katanya.
Taufik Arrakhman mengaku tidak memiliki persiapan khusus dalam menanti proses penentuan nomor urut. “Tak ada persiapan khusus. Yang jelas setelah semuanya selesai dan memasuki masa kampanye maka kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyerap aspirasi masyarakat Kota Pekanbaru,” tuturnya.
Senada diungkapkan Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Edy Nasution-Bibra. Mereka menyatakan jika semua nomor itu berkah dan tidak lepas dari rezeki dan izin Allah SWT. Hal itu disampaikan Calon Wali Kota Pekanbaru Edy Natar Nasution, Ahad (21/9).
Edu Natar menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT selaku yang Maha Mnegetahui dan Pemberi Rezeki. “Apapun nomor urut yang kita dapat dan terima nanti itulah rezeki kita. Namanya saja nomor urutnya dicabut atau diundi. Ya tidak bisa ditentukan angkanya berapa,” ujarnya.
Yang pasti tambahnya, untuk pemilihan kepelada daerah (Pilkada) ini nomor urut memang penting dan wajib. “Jadi nomor itu merupakan sistem untuk mempermudah masyarakat saat pencoblosan. Jadi bukan nomor urut yang menentukan pemenang pilkada, Tapi tetap pada pilihan masyarakat,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Calon Wakil Wali Kota Pekanbaru Dastrayani Bibra. “Kalau berharap nomor urut satu, tapi kalau feeling saya kalau tidak nomor satu nomor urut tiga. Untuk pastinya kita tunggu atau lihat saja saat pencabutan. Mudah-mudahkan Allah meridai dan mengabulkan harapan kita,” tuturnya.(gus/end/epp/wir/dac/mng/kas/ind/amn/kom/sah/ksm/ayi/dof)
Editor : Rindra Yasin