Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Momen Liburan, Volume Tol Pekanbaru-Padang Tertinggi di Antara Ruas JTTS, Sayangnya Pembangunan di Seksi Sumbar Tak Kunjung Selesai

Redaksi • Selasa, 24 September 2024 | 14:30 WIB

PADANG (RIAUPOS.CO) - Ruas Tol Pekanbaru-Padang dapat dikatakan sebagai ruas paling potensial dibandingkan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) lainnya.

Gerbang tol Bangkinang-Pangkalan
Gerbang tol Bangkinang-Pangkalan

Buktinya, saat momen libur Tol Pekanbaru-Padang yang sudah rampung mengalami peningkatan volume lalu lintas (VVL) tertinggi dibandingkan jalan lainnya saat libur panjang.

Padahal, Tol Padang-Pekanbaru masih jauh dari kata selesai. Merangkum data dari PT Hutama Karya (Persero) atau HK, selama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H pada 14-17 September 2024, mobilitas masyarakat di JTTS meningkat hingga 27 persen dibandingkan hari normal.

Tertinggi di ruas Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar, yang naik 68 persen dari hari normal. Disusul Tol Indrapura-Kisaran naik 67,43 persen.

Sedangkan ruas lainnya di JTTS, yaitu Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (Terpeka), Palembang-Prabumulih, Tol Bengkulu-Taba Penanjung (Bengtaba), Pekanbaru-Dumai (Permai), Binjai-Tanjung Pura (Binsa), dan Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh), peningkatannya pada kisaran 15-30 persen. Artinya, kurang dari setengah peningkatan mobilitas Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar.

Hendrawan, 47, salah seorang warga Kecamatan Nansabari, Padangpariaman, menilai bahwa Tol Pekanbaru-Padang memang sangat potensial. Pasalnya, masyarakat Sumbar memiliki perantau yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia.

“Apalagi Riau. Tidak sedikit orang Minang yang merantau di sana. Bahkan mereka sudah berkembang hingga menjadi pengusaha hingga tokoh-tokoh ternama,” ujarnya saat bincang-bincang santai dengan Padang Ekspres di salah satu warung di Pasar Pauahkamba, kemarin pagi.

Ia menceritakan bahwa kebiasaan perantau yang pasti terjadi yaitu mudik. Tidak saja saat lebaran, bahkan di momen penting seperti Maulid Nabi Muhammad SAW. “Kalau kita orang Piaman, Maulid Nabi Muhammad SAW salah satu momentum sakral. Bahkan bulan ini bisa berlangsung sepanjang tahun di sini,” jelasnya.

Terlebih lagi untuk Padangpariaman, imbuhnya, tidak soal pariwisata saja, tetapi banyak tradisi yang menarik perantau pulang. Paling fenomenal yaitu aktivitas keagamaan yaitu basafa dan ziarah. “Setiap bulan basafa itu, pasti ramai. Sebab yang datang itu dari luar daerah. Bahkan dari Pekanbaru itu sendiri,” jelasnya.

Untuk itu, menurutnya, Tol Pekanbaru-Padang di Sumbar mesti dikebut pembangunannya oleh pemerintah. Sebab ia yakin Tol itu akan sangat potensial pendapatannya. “Jadi ini tidak soal tol penting untuk mobilitas yang lebih lancar dan singkat, tetapi juga potensial untuk pendapatan pengelola tol itu sendiri,” cermatnya.

Ia mencontohkan pada usaha transpotasi darat di Sumbar, seperti bus. Sekarang menurutnya usaha itu makin maju lantaran aktivitas perantau yang tak pernah hentinya. “Kalau Tol Pekanbaru-Padang di Sumbar selesai, saya yakin sangat ramai yang melintas di sana,” ucapnya optimis.

“Buktinya Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar itu, saya yakin dominan kendaraan yang melintas di sana saat libur panjang pasti orang-orang yang dari Sumbar atau pergi ke Sumbar,” ucapnya.

Seperti ketahui Tol Padang-Pekanbaru di Sumbar sampai saat ini pengerjaannya masih berkutik di Seksi Padang-Sicincin. Pengerjaan seksi ini sejak Februari 2018. Sehingga menjadi tol terlama pembangunannya. Targetnya Seksi Padang-Sicincin rampung tahun ini.

Meskipun Tol Seksi Padang-Sicincin selesai, belum memenuhi kebutuhan Tol masyarakat di Sumbar dari Padang ke batas Provinsi Riau. Pasalnya, masih terdapat tiga seksi lagi yang harus diselesaikan.

Yakni Seksi Sicincin-Bukittinggi (39,9 km), Bukittinggi-Payakumbuh (32 km), dan Payakumbuh-Pangkalan (45 km). Artinya, panjang 3 seksi ini tiga kali lipat lebih dari Seksi Padang-Sicincin yang hanya 36,6 km.

Laporan: RPG (Padang)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#volume kendaraan #PT Hutama Karya (HK) #Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) #Seksi Padang-Sicincin