Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

BBPR Ingin Masukan dari Masyarakat dengan Mengggelar FPK

Harry B Koriun • Selasa, 24 September 2024 | 18:45 WIB

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR) menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Standar Pelayanan BBPR 2024 di Pekanbaru, Senin (23/9/2024). Dalam kegiatan ini, BBPR meminta saran dan tanggapan tentang kinerjanya dari masyarakat.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Toha Machsum MAg (kiri), menyaksikan salah seorang peserta yang sedang menandatangani blanko rekomendasi pada acara Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan BBPR.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Toha Machsum MAg (kiri), menyaksikan salah seorang peserta yang sedang menandatangani blanko rekomendasi pada acara Forum Konsultasi Publik Standar Pelayanan BBPR.

Kepala BBPR, Toha Machsum MAg menjelaskan, saran dan tanggapan yang diberikan para pembahas sangat bermanfaat bagi BBPR dalam peningkatan mutu pelayanan dan perwujudan BBPR menuju Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK).

Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan publik, peran masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik, serta mendapatkan masukan dari publik terkait kebijakan pelayanan publik sesuai UU Nomor 15 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

"Sebagai lembaga publik, kami memerlukan masukan dari berbagai pihak tentang kinerja kami. Ini penting bagi kami agar lebih baik lagi di masa depan," kata Toha saat membuka kegiatan tersebut.

Dijelaskan Toha, saat ini ada tiga program besar yang dilakukan lembaganya yang merupakan Unit Pelayanan Teknis (UPT) dari Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Ketiganya Program Kebahasaan dan Kesastraan; Program Internasionalisasi Bahasa; dan Program Perlindungan Bahasa dan Sastra.

Program-program tersebut dikawal dan dikerjakan oleh Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKL). Di BBPR ada beberapa KKLP, yakni KKLP Pembahu, Literasi, Uji Kompetensi Bahasa Indonesia (UKBI), Perkamusan dan Peristilahan, Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Penerjemahan, dan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA).

"Salah satu kerja besar kami di Badan Bahasa dari program ini adalah bahasa Indonesia diakui sebagai salah satu bahasa UNESCO di PBB," tambah mantan kepala Balai Bahasa Bali dan Papua ini.

Adapun para pembahas pada kegiatan FKP ini berasal dari kalangan budayawan, pemangku kebijakan, Aparat Pelaksana Hukum (APH), kepala sekolah, media massa, dosen, penulis, pegiat komunitas sastra, dan pegiat komunitas literasi.

Beberapa peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah Nurbalian Noviani (Setwan DPRD Riau), Andi Indrayani (Labor Bahasa UIR), Dr Desi Sukenti (Prodi Bahasa Indonesia UIR), Sugiarti (FLP), Dr Bambang Karyawan (SMA Cendana Pekanbaru), Joni Hendri (Suku Seni), Hendri Joni (Polda Riau), Tomi Kurnia Putra (ICS Pekanbaru), Saiful Anwar (LAM Riau), perwakilan dari Disdik Riau, perwakilan Polda Riau, dll.

Koordinator FKP BBPR, Yeni Maulina SPd, mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah memberi tanggapan, penilaian, dan masukan. Dia berharap kerja sama ini akan terus terjalin dengan baik.

"Terima kasih kepada seluruh mitra kerja kami yang hadir dalam kegiatan ini," ujar Yeni.

Laporan: Hary B Koriun (Pekanbaru)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#Mutu Pelayanan #Forum Konsultasi Publik #balai bahasa provinsi riau