Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hari Ini Dilantik, 17 Legislator Dituntut Perjuangkan Riau

Soleh Saputra • Selasa, 1 Oktober 2024 | 09:27 WIB
Photo
Photo

JAKARTA DAN PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Babak baru penyambung aspirasi masyarakat Riau di pusat selama lima tahun ke depan akan dimulai. Selasa (1/10) hari ini, sebanyak 17 putra/putri terbaik Bumi Lancang Kuning dilantik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2024-2029. Mereka dituntut untuk memperjuangkan kepentingan Riau.

Dari 17 orang tersebut, sebanyak 13 orang dilantik sebagai anggota DPR RI dan empat orang sebagai anggota DPD RI. Mayoritas merupakan wajah baru. Diharapkan bisa memberikan kontribusi dan membawa perubahan yang signifikan terhadap Riau, baik dari pembangunan, pendidikan, kesehatan mau pun kesejahteraan sosial.

Anggota DPR RI yang dilantik ini berasal dari dua daerah pemilihan (dapil). Yakni tujuh dari Dapil Riau 1 dan enam dari Dapil Riau 2. Dari Dapil Riau 1 adalah Dewi Juliani (PDI Perjuangan), Hendry Munief (PKS), Iyeth Bustami (PKB), Karmila Sari (Golkar), dr Maharani (Golkar) yang menggantikan Syamsuar karena ikut Pilgubri, Achmad (Demokrat), dan Muhammad Rahul (Gerindra).

Sementara dari Dapil Riau 2 adalah Syahrul Aidi Maazat (PKS), Yulisman (Golkar), Siti Aisyah (PDI Perjuangan), Muhammad Rohid (Gerindra), Sahidin (PAN), dan Mafirion (PKB) yang merupakan pengganti Abdul Wahid karena ikut Pilgubri 2024.

Di antara 17 orang yang dilantik, Syahrul Aidi Maazat, Achmad, dan Muhammad Rahul merupakan wajah lama. Sedangkan wajah baru ada Hendry Munief, Siti Aisyah, Karmila Sari, Dewi Juliani, Iyeth Bustami, Yulisman, Muhammad Rohid, dan Sahidin. Untuk PAW yaitu Mafirion dan Maharani.

Sementara untuk DPD RI semuanya merupakan wajah dan nama baru. Mereka adalah Muhammad Mursyid, Abdul Hamid, Sewitri, dan Arif Eka Saputra. 

Anggota DPR RI incumbent, Syahrul Aidi Maazat mengatakan, ini adalah periode kedua kepercayaan masyarakat Riau kepada dirinya sebagai anggota DPR RI. Meski demikian, dia berharap dukungan dan kerja sama kepada seluruh masyarakat agar dia bisa berjuang untuk Riau.

“Apalagi tingkat kepercayaan sangat tinggi pada periode kedua ini. Tentu ini akan menjadi catatan tersendiri bagi saya agar berbuat maksimal. Mohon doanya kepada kita semua agar saya dapat berbuat lebih dari sebelumnya untuk Provinsi Riau,” ungkapnya.

Sementara itu Hendry Munief dari PKS mengungkapkan, ini adalah amanah yang berat sekaligus berharga dari masyarakat Riau. “Ini amanah yang berat dan berharga bagi saya. Kesempatan bagi saya untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan Indonesia, khususnya Provinsi Riau. Semoga Allah memudahkan. Mohon doa dan dukungan kita bersama,” ujarnya.

DPD RI Muhammad Mursyid juga berjanji akan melaksanakan tugasnya sebagai senator yang mewakili Riau agar negara hadir memberikan perhatian kepada Riau. “Bismillah. Kita mulai tugas mulia ini dengan niat tulus agar negara hadir memberi kebahagiaan kepada kita-kita orang daerah. Saya sebagai representasi daerah berusaha maksimal untuk itu,” ujarnya.

Salah satu tokoh masyarakat Riau di Jakarta, Suhada mengucapkan selamat kepada 17 putra terbaik Riu yang dilantik di Senayan. Dengan wajah-wajah baru, ia berharap banyak ide-ide baru yang mereka berikan juga untuk kemajuan Riau ke depan.

“Selamat atas pelantikan DPR RI dan DPD RI utusan Riau. Semoga amanah dalam menjalankan tugas mulia ini. Tentu  harapan besar kami sebagai masyarakat Riau kepada wajah-wajah baru ini. Berilah kontribusi kepada daerah Riau dalam menjalankan tugas yang selama ini menurut kami banyak yang belum dikerjakan secara optimal,” kata Suhada.

Sebagai masyarakat, Suhada meminta wakil Riau di Senayan ini untuk terus melanjutkan perjuangan para pendahulu mereka. Terus memperjuangkan kepentingan orang banyak dan lebih memberikan masukan ke pemerintah pusat yang berpihak kepada masyarakat. “Kami menggantungkan harapan kepada anggota yang muda-muda untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang ditinggalkan anggota DPR RI dan anggota DPD utusan Riau yang lama,” ujarnya.

“Buatlah regulasi yang memberi manfaat kepada daerah Riau dan menyejahterakan rakyat Riau yang selama ini tertinggal jauh dari provinsi tetangga. Sedangkan Riau memberikan kontribusi nasional baik itu dalam migas dan perkebunan. Bersuaralah, mudah-mudahan terpilih lagi 5 tahun mendatang,” ujarnya.

LAMR Riau Titip Pesan

Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Datuk Seri Taufik Ikram Jamil mengatakan, pihaknya berharap para anggota DPR RI asal Riau yang dilantik dapat memperjuangkan kepentingan yang berkaitan dengan daerah dan pelestarian budaya.

Seperti dalam hal perjuangan aspirasi daerah, LAMR berharap para anggota DPR RI yang terpilih dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat Riau, terutama terkait dengan alokasi anggaran yang dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi di daerah.

“Dalam hal penguatan identitas budaya Melayu, LAMR  juga mengharapkan anggota DPR RI asal Riau mendukung pelestarian dan pengembangan budaya Melayu, termasuk bahasa, adat istiadat, dan warisan budaya lainnya, baik di tingkat lokal maupun nasional,” katanya.

Untuk bidang lingkungan, pihaknya juga berharap Riau sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam, wakil rakyat bisa mengupayakan kebijakan yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, terutama terkait dengan masalah kebakaran hutan dan lahan.

“LAMR juga berharap agar anggota DPR RI bisa menjadi jembatan dalam menyelesaikan konflik agraria yang sering terjadi di wilayah Riau, dengan mengedepankan solusi yang adil bagi masyarakat adat dan para petani,” sebutnya.

Untuk kesejahteraan sosial, pihaknya berharap agar wakil rakyat dapat fokus pada peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat Riau, terutama dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat adat dan pedesaan. 

Baca Juga: Waspada! Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Sebagian Besar Wilayah Sumbar

“Kemudian, dengan pelantikan ini, LAMR tentu berharap wakil-wakil yang duduk di kursi DPR RI bisa menjadi corong yang efektif untuk menyampaikan dan memperjuangkan kepentingan dan hak-hak masyarakat serta budaya Riau,” harapnya.

Senada dengan Taufik, Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf juga menyampaikan ucapan tahniah, dan ikut bangga atas Pelantikan sebagai anggota DPR RI masa bakti 2024-2029.

“Semoga amanah, dan bijak dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat mewujudkan tujuan nasional, dan khususnya bagi Anggota DPR RI utusan Riau dapat mengangkat Riau lebih maju ke depan. In sya Allah,” harapnya.

20 Lebih Caleg DPR Terpilih Tak Dilantik

Pelantikan anggota DPR/DPD RI yang digelar hari ini masih diwarnai isu pergantian calon terpilih. Hingga kemarin (30/9), polemik itu masih berlangsung. Bahkan, ada kasus yang masih berproses dalam sidang dugaan pelanggaran di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Ada satu yang dipecat sekarang masih sidang di bawaslu,” ujar Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin ditemui di Kantor DKPP Jakarta, kemarin.

Kasus itu diadukan oleh Rahmad Handoyo, caleg PDIP terpilih dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V. Sebelumnya, Rahmad dicopot dan digantikan Didik Haryadi. Dalam persidangan di Bawaslu kemarin, kasus itu masih dalam tahap pembuktian dan mendengarkan ahli.

Afif mengakui, hingga Jumat kemarin arus masuk surat permohonan pergantian caleg masih berlangsung. Meski tak mendetailkan angka pastinya, Afif memperkirakan sudah lebih dari 20 surat permohonan pergantian caleg DPR RI terpilih.

Adapun alasan pergantian beragam. Baik yang mundur karena maju pilkada maupun akibat pemberhentian oleh partai. Diakuinya, banyaknya permohonan jelang pelantikan cukup merepotkan KPU. Sebab pihaknya dituntut cepat dalam memproses administrasinya.

“Karena kita kan memang mengejar surat pengajuan ke Istana, ke setneg. Itu juga sebelum tanggal 1 ini agar bisa segera selesai kan,” imbuhnya. Mengingat pelantikan akan digelar, pihaknya berharap tidak ada lagi penambahan.

Meski diproses KPU, perlawanan diketahui dilakukan sejumlah calon tersebut. Sebelumnya, tiga caleg PKB memenangkan gugatan di Bawaslu. Yakni Achmad Ghufron Sirodj dari dapil Jawa Timur IV, Irsyad Yusuf dari dapil Jawa Timur II dan Ali Ahmad dari dapil Jawa Timur V. Mereka dipulihkan haknya untuk dilantik sampai dengan adanya putusan inkrah perihal pemberhentiannya di partai.

Kemudian, ada juga calon PDIP Tia Rahmania yang sudah diganti, namun tetap nekat hadir dalam orientasi pemantapan nilai-nilai kebangsaan bagi calon anggota DPR yang digelar Lemhannas. Untuk putusan Bawaslu, KPU telah menindaklanjuti dengan mengembalikan haknya.

Kemudian untuk kasus Tia, Afif menekankan pihaknya hanya mengakui nama yang sesuai SK (KPU) Nomor 1368 Tahun 2024 yang berlaku. Yakni atas nama Bonnie Triyana yang telah menggantikannya.

Pengamat politik dari Exposit Strategic, Arif Susanto mengatakan, fenomena dipecatnya caleg terpilih menunjukkan bahwa kedaulatan partai lebih kuat dibandingkan kedaulatan rakyat. Itu terbukti, calon yang dipilih rakyat, masih bisa dijegal oleh partainya.

Dia menilai situasi ini tidaklah sehat. “Semestinya, siapapun yang terpilih itu biarkan masuk (dilantik) dulu,” ujarnya. Kalaupun ada persoalan etik ataupun masalah di internal partai, maka itu bisa dibahas kemudian di level mahkamah partai.

Hasil dari mahkamah partai, baru digunakan sebagai dasar untuk memproses dengan penyelenggara di masa mendatang. Jika tidak menggunakan sistem yang terukur, yang terjadi adalah kesewenang-wenangan.

“Nanti partai sesukanya mengganti seseorang hanya gara-gara misalnya tidak disukai oleh ketua parpol atau yang lain yang lebih subjektif,” ujarnya.

Sementara itu, kebijakan KPU menginapkan calon anggota terpilih di tiga hotel mewah menjadi sorotan. Seperti diketahui, selama masa orientasi KPU menempatkan caleg terpilih di tiga hotel bintang 5 Jakarta. Yakni Hotel Ayana, Fairmont, dan Shangri-La.

Komisioner KPU RI Bettu Epsilon Idroos menjelaskan, pemberian fasilitas itu bagian dari persiapan pelantikan anggota DPR dan DPD. Hal itu masih rangkaian dari tahapan dan program Pemilu. Dia mengklaim, itu merupakan agenda rutin dan bukan pertama kali digelar.

“Setiap lima tahun sekali sebelum calon anggota DPR dan DPD RI terpilih dilantik, KPU menggelar acara serupa,” ujarnya.

Soal disewanya tiga hotel, Betty menyebut itu menyesuaikan kapasitas. Mengingat banyaknya Anggota DPR dan DPD, KPU membagi ke tiga lokasi sebagai lokasi registrasi dan menginap. “Sekaligus persiapan gladi bersih pelantikan yang akan diselenggarakan 1 Oktober 2024,” terangnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menggelar apel kesiapan pengamanan pelantikan anggota DPR, DPD, dan MPR. Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Ade Ary Syam Indradi menuturkan bahwa pengamanan pelantikan tersebut mengerahkan 5.614 personel gabungan. Yang terdiri dari 4.006 personel Satgasda, 585 personel Satgasares, dan 1.023 personel gabungan TNI, Mabes Polri serta Pemda.

“Pengamanan mengedepankan preemtif, preventif, dan penegakan hukum,” paparnya. (far/idr/jpg/das)

Editor : Rindra Yasin
#anggota dpr 2024 2029 #putra putri terbaik lancang kuning #anggota dpd ri 2024 2029