Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Terkendala Beli Pertalite, SPBU Mulai Terapkan Pengendara Roda Empat Wajib Perbarui Barcode

Siti Azura • Kamis, 3 Oktober 2024 | 09:20 WIB
Petugas memindai barcode pembeli BBM bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Jalan Soekarno/Hatta, Pekanbaru, Rabu (2/10/2024).
Petugas memindai barcode pembeli BBM bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Jalan Soekarno/Hatta, Pekanbaru, Rabu (2/10/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah mengatur pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan menggunakan peranti digital agar penyaluran subsidinya tepat sasaran. Per awal Oktober 2024, kebijakan pembelian BBM jenis pertalite pada kendaraan roda empat resmi menggunakan pemindai barcode atau QR code MyPertamina, termasuk di Riau.

Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru mulai menerapkan kebijakan ini. Hal ini terlihat saat pantauan Riau Pos di sejumlah SPBU, salah satunya di Jalan Soekarno/Hatta, Kecamatan Bina Widya Pekanbaru, Rabu (2/10).

Para pengendara roda empat yang ingin mengisi BBM jenis pertalite akan diminta petugas atau operator memperlihatkan barcode terlebih dahulu.

Sebelumnya pendaftaran ini bisa dilakukan di website subsiditepat.mypertamina.id yang sudah disosialisasikan sejak 2022 lalu.

Meksipun sedikit mengalami antrean. Namun para pengendara mobil kebanyakan sudah mengetahui persyaratan pembelian BBM bersubsidi tersebut sehingga mereka dapat dengan mudah melakukan pembelian BBM bersubsidi dengan menunjukkan bukti barcode.

Menurut Pengawas SPBU Amri, saat ini masih banyak pengendara yang mobilnya sudah pernah didaftarkan sebelumnya diminta untuk melakukan pendaftaran baru karena ada sejumlah persyaratan lanjutan yang harus diperbaharui.

Amri menjelaskan ada solusi dari Pertamina untuk masyarakat yang sudah melakukan pendaftaran sebelumnya. Di mana, Pertamina menugaskan tim yang ada di SPBU untuk membantu menghapus data lama dan melakukan pendaftaran baru.

“Kebanyakan pengendara sudah ada yang melakukan pendaftaran di aplikasi. Tapi karena ada persyaratan lainnya sehingga data tersebut harus dihapus terlebih dahulu dan kemudian dilakukan pendaftaran baru di aplikasi yang sama,” katanya.

Untuk proses penghapusan data pelanggan yang lama, lanjut Amri akan mengirimkan formulir penghapusan data yang kemudian pihak Pertamina akan melakukan verifikasi dan akan langsung menerbitkan data yang baru. “Untuk proses pergantiannya tidak lama. Dalam satu hari juga selesai,” terangnya.

Amri juga mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu memastikan data yang ada tetap tersimpan agar mudah digunakan saat melakukan pengisian BBM bersubsidi. “Kalau sudah ada data pengguna hanya tinggal memastikan barcode yang ada tetap tersimpan agar mudah digunakan saat pengisian BBM,” jelasnya.

Untuk masyarakat yang belum mendaftar pihaknya masih membuka pelayanan pendaftaran dengan membawa sejumlah persyaratan seperti STNK, foto mobil yang digunakan untuk mengisi BBM bersubsidi, dan KTP.

“Sampai saat ini masih banyak yang belum mendaftar, tapi yang belum pun tetap kita layani sembari mengajak mereka untuk melakukan pendaftaran cara bayar menggunakan barcode,”tuturnya.

Pihaknya berharap masyarakat khususnya pengguna mobil dapat segera melakukan pendaftaran dan menggunakan barcode saat pengisian BBM bersubsidi agar memudahkan proses pengisian BBM bersubsidi ke depannya.

Saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (2/10) pihak Pertamina Patra Niaga Area Sumbagut masih belum memberikan jawaban. Menurut informasi, saat ini Pertamina Patra Niaga masih mengumpulkan data dan informasi terkait hal tersebut. Keterangan resmi dari Pertamina Patra Niaga akan diberikan pada awak media pada Kamis (3/10) hari ini.(das)

Editor : Rindra Yasin
#perbarui barcode #barcode BBM #pekanbaru #My Pertamina #spbu