PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pendaftaran seleksi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2024 dibuka sejak 1 Oktober lalu. Di Riau, sebanyak 23.643 lowongan tersedia. Dari jumlah tersebut, formasi tenaga teknis mendominasi yakni sebanyak 15.918. Diikuti tenaga guru 5.041 formasi dan tenaga kesehatan 2.684 formasi.
Diketahui pelaksanaan seleksi calon Dari jumlah ini, 5.095 formasi untuk tenaga teknis. Sisanya, tenaga guru 1.114 formasi dan tenaga kesehatan 151 formasi.
“Bagi para pelamar kami imbau untuk dapat cermat memahami persyaratan yang harus dipenuhi,” ujar Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) Riau Mamun Murod, Kamis (3/10). “Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring, karena itu kami imbau pelamar untuk dapat memahami seluruh tahapannya,” sambungnya.
Lebih lanjut dikatakan Murod, untuk mengecek persyaratan dan tata cara pendaftaran, para pelamar dapat mengunjungi laman resmi BKD Riau yakni https://bkd.riau.go.id. Pada laman tersebut dapat dilihat secara rinci jumlah formasi dan persyaratan yang harus dipenuhi pelamar.
Untuk tata cara pendaftaran, pelamaran dilakukan secara daring melalui laman http://sscasn.bkn.go.id dengan terlebih dahulu membuat akun menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Kependudukan (KTP) Elektronik/Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Keluarga (KK).
Kampar juga cukup banyak membuka lowogan untuk tenaga teknis tahun ini. Jumlahnya mencapai 2.521 formasi. ”Total secara keseluruhan 3.774 formasi kami buka dalam PPPK tahun ini. Terdiri dari tenaga guru 716 formasi, tenaga kesehatan 537 formasi, dan tenaga teknis 2.521 formasi,” ujar Kepala BKPSDM Kabupaten Kampar Syarifuddin melalui Kabid Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDM Kampar Riki Pratama.
‘’Yang harus dipersiapkan pelamar untuk gelombang pertama ini seperti surat lamaran, ijazah asli, scan nilai asli. Untuk tenaga teknis dan kesehatan ada tambahan surat keterangan aktif bekerja dari kepala dinas dan surat pengalaman kerja. Untuk formasi guru yang bisa mendaftar mereka yang sudah terdata di Dapodik sudah bekerja dua tahu,’’ tambahnya.
Tahun ini, Pemko Dumai juga membuka formasi tenaga teknis yang cukup banyak yakni 1.622 formasi. Hal ini diungkapkan Kepala BKPSDM Eri Nasrizal melalui Kabid Pengadan Pemberhentian dan Data Informasi Zaki. ‘’Untuk formasi tenaga kesehatan kuotnya 591 orang. Formasi tenaga guru 174 orang, dan tenaga teknis sebanyak 1.622 orang,’’ kata Zaki.
Kuantan Singingi juga membuka lowongan tenaga teknis lebih dari seribu formasi. Dari total 2.410 kuota yang tersedia, 1.600 dialokasikan untuk tenaga teknis. Sisanya, 500 tenaga guru dan 310 tenaga kesehatan. Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kuansing resmi membuka perekrutan, sejak Senin (30/9).
Pengumuman perekrutan itu secara resmi diumumkan di web bkpp.kuansing.go.id. atau portal https://sscasn.bkn.ho.id. Website milik BKPP Kuansing ini bisa dibuka semua pelamar yang berminat dan ingin melihat persyaratan, formasi maupun pelaksanaan seleksi yang dilakukan BKPP Kuansing.
Kepala BKPP Kuansing Mardansyah mengatakan jumlah atau kuota pegawai PPPK jauh lebih banyak dari sebelumnya. “Sama dengan CPNS, pelamar PPPK hanya bisa melamar satu jabatan atau satu jenis formasi saja. Jadi siapkan diri dan tentukan pilihan,” paparnya.
Rokan Hulu dan Rokan Hilir juga membuka formasi tenaga teknis di atas 1.000. Plt Kepala BKPP Rohul Erfan Dedi Sanjaya SSTP MSi, mereka membuka kuota PPPK tahun sebanyak 2.282 orang. Dengan rincian,g uru sebanyak 365, tenaga kesehatan 336, dan tenaga teknis 1.581.
‘’Kita imbau kepada Eks THK II dan non-ASN yang terdata dalam data base BKN agar teliti, memahmi, dan membaca persyaratan kelengkapan administrasi serta tata cara pendaftaran melalui akun SSCASN dengan alamat https://sscasn.bkn.go.id.
‘’Pembuatan akun SSCASN hanya dapat dilakukan 1 kali. Pelamar wajib mengunggah hasil scan dari dokumen asli yang dibutuhkan sesuai dengan persyaratan yang telah diumumkan,’’ tambahnya.
Sementara itu, di Rokan Hilir (Rohil), Kepala BKPSDM Rohil Drs Acil Rustianto MSi mengatakan, tahun ini terdapat 2.170 formasi yang dibuka untuk kategori tenaga teknis, pendidikan dan formasi kesehatan. Dari jumlah total itu, yang terbanyak adalah untuk tenaga teknis yakni 1.242 formasi. Berikutnya tenaga pendidikan sebanyak 678 dan tenaga kesehatan sebanyak 250 formasi.
Acil menegaskan berdasarkan surat deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian pada 30 September, lalu perihal pengunaan materai pada pendaftaran seleksi PPPK TA 2024 dijelaskan bahwa calon pendaftar PPPK 2024 diperkenankan untuk mengunakan meterai elektronik (e-materai) maupun konvensional (tempel) pada dokumen unggahan surat lampiran maupun surat pernyataan instansi.
“Dan tidak dibenarkan mengunakan meterai palsu ataupun meterai yang sudah digunakan (materai yang sama untuk beberapa dokumen), pendaftaran dan seluruh tahapan seleksi CPPPK teknis di lingkungan pemkab Rohil tidak dipungut biaya,” katanya.
Ditegaskan, Pemkab Rohil tidak betanggungjawab atas pungutan atau tawaran berupa apapun oleh oknum yang mengatasnamakan panitia seleksi pengadaan calon PPPK teknis 2024 sehingga peserta diharapkan tidak melayani adanya tawaran untuk mempermudah penerimaan sebagai calon PPPK 2024.
Pemkab Siak membuka penerimaan PPPK sebanyak 969 formasi yang terdiri dari 100 guru, 253 tenaga kesehatan, dan 616 tenaga teknis. Kepala BKPSDM Siak Zulfikri mengatakan, formasi teknis lebih banyak disesuaikan dengan kebutuhan saat ini.
Sementara tenaga guru dan kesehatan, beberapa belakangan memang menjadi prioritas. ‘’Saat ini kami fokus pada penerimaan pendaftaran. Mudah mudahan dapat berjalan lancar seperti harapan bersama. Kami mengharapkan dukungan semua pihak, sehingga proses penerimaan PPPK ini berjalan lancar,” ucap Zulfikri.
Di Indragiri Hilir (Inhil), 1.000 formasi PPPK disiapkan. Kepala BKPSDM Inhil Sri Suharni Rawi mengatakan, terdiri jumlah tersebut, 500 untuk tenaga teknis . Sisanya 100 tenaga guru dan 400 tenaga kesehatan. “Sejauh ini berdasarkan data yang ada, baru 7 pendaftar yang telah tercatat. Angka tersebut akan terus naik hingga menjelang batas akhir pendaftaran nanti,’’ ujarnya.
Di Kepulauan Meranti, seleksi PPPK sudah resmi dibuka dan diumumkan melalui website. Kepala BKPSD Kepulauan Meranti, Bakharuddin mengatakan, formasi PPPK yang dibuka sebanyak 375 formasi dengan rincian tenaga teknis 200, tenaga guru 125 formasi, dan tenaga kesehatan 50 formasi.
Secara rinci untuk detail persyaratan, pelanar bisa mengakses website https://bkpsdm.merantikab.go.id. Walaupun demikian Bakharuddin menjelaskan syarat pelamar yang khusus diperuntukkan bagi mereka yang merupakan pegawai honor dan berdomisili di Kabupaten Kepualuan Meranti.
“Jadi mereka sudah bisa melakukan pendaftaran dan ini dibuka bagi tenaga non ASN (Honorer) yang aktif berkerja di instansi dan memiliki pengalaman minimal dua tahun secara terus menerus dan guru di sekolah negeri yang terdaftar pada dapodik serta lulusan PPG yang terdata pada pangkalan data lulusan PPG,” jelasnya.
Inhu Usulkan Tambahan 791 Formasi
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengusulkan penambahan sebanyak 791 formasi untuk penerimaan PPPK dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024 ini. Jumlah pengusulan itu jauh lebih banyak dari sebelumnya yang hanya untuk 600 formasi.
“Penambahan jumlah formasi ini berdasarkan arahan dan petunjuk Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,” ujar Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Inhu, Septha Saputra ST, Kamis (3/10).
Pengusulan formasi untuk calon PPPK tahun 2024 ini sebut Septha, setelah pihaknya menerima persetujuan formasi dari Menoan-RB. Dimana sebelumnya, atas usulan formasi yang disampaikan yakni sebanyak 600 formasi, disarankan untuk ditambah. Secara rinci disampaikan Septha, dari 791 formasi untuk PPPK terdiri tenaga guru sebanyak 201 dan tenaga teknis sebanyak 590. “Proses selanjutnya masih menunggu arahan pusat,” terangnya.
Pekanbaru Buka untuk Disabilitas
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru juga telah membuka pendaftaran PPPK buat 350 formasi. Formasi paling banyak adalah formasi guru 200 formasi, diiikuti tenaga teknis 100 formasi dan 50 tenaga kesehatan. Para calon pelamar bisa mendapat informasi lebih lanjut di https://bkpsdm.pekanbaru.go.id/pelaksanaan-seleksi-pppk-kota-pekanbaru-2024.
Penyandang disabilitas juga mendapat kesempatan mengisi formasi yang tersedia. “Tahun ini terdapat formasi khusus bagi penyandang disabilitas,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru, Irwan Suryadi, Rabu (2/10).
Dirinya mengatakan, ada sejumlah ketentuan bagi pelamar disabilitas di antaranya melamar pada jabatan yang dibutuhkan jika memiliki ijazah yang kualifikasi pendidikannya sesuai dengan persyaratan jabatan. Kemudian, pada saat melamar di SSCASN pelamar penyandang disabilitas wajib menyatakan bahwa yang bersangkutan merupakan penyandang disabilitas.
Mereka dapat melampirkan surat keterangan resmi dari rumah sakit pemerintah/puskesmas yang menyatakan jenis dan derajat kedisabilitasannya. “Bagi pelamar penyandang disabilitas berlaku ketentuan sesuai dengan kebutuhan jabatan fungsional yang dilamar,” terangnya.
Kemudian mengirimkan video yang menunjukkan kegiatan sehari-hari dalam menjalankan aktivitas sesuai dengan jabatan yang akan dilamar dan mencantumkan link video pada aplikasi SSCASN yang telah di unggah di Google Drive, Dropbox dan ke alamat e-mail bkpsdmppsipku@gmail.com.
Irwan menjelaskan bahwa ada sejumlah kriteria jabatan yang dapat diisi dari pelamar disabilitas yakni jabatan yang pekerjaannya bersifat administratif dan jabatan yang pekerjaannya dilakukan secara rutin. Lalu jabatan yang pekerjaannya tidak memerlukan persyaratan khusus.
Kemudian jabatan yang lingkungan kerjanya tidak memiliki risiko tinggi. Bagi PPPK tenaga guru berlaku ketentuan sebagai berikut yakni penyandang disabilitas rungu tidak dapat melamar ke kebutuhan PPPK pada formasi guru Bahasa Indonesia atau formasi guru Bahasa Inggris.
Penyandang disabilitas daksa tidak dapat melamar ke kebutuhan PPPK pada formasi Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Lalu penyandang disabilitas netra tidak dapat melamar ke kebutuhan PPPK pada formasi Guru Seni Budaya Keterampilan.
Tunggu Formasi PPPK dari Pusat
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis masih menunggu sinyal penerimaan PPPK yang diajukan sejak 2023 lalu kepada pemerintah pusat di Jakarta. Kepala BKPP Bengkalis, Djamaluddin enyebutkan, untuk pengajuan penerimaan pegawai 2024, Pemkab Bengkalis juga tak mengajukan formasi CPNS.
Yang diajukan hanya tenaga PPPK sebanyak 500 orang dengan rincian formasi guru 251, tenaga teknis sebanyak 176 orang, dan tenaga kesehatan sebanyak 73 orang. ‘’Namun saat ini kami masih menunggu dari pusat kapan formasi tenaga PPPK ini dibuka,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Pemkab Bengkalis belum membuka formasi CPNS karena pertimbangan tenaga honorer masih banyak. “Makanya kita tak membuka formasi CPNS, sampai jumlah tenaga honor kita masuk dalam formasi PPPK,” jelasnya.
Pegawai Non-ASN Diimbau Cek Status
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan memastikan akan melaksanakan perekrutan PPPK tahun 2024 ini. Kepala BKPSDM Pelalawan Darlis MSi mengimbau agar seluruh pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) atau tenaga honorer dapat melakukan pengecekan status data diri di data base milik Badan Kepegawaian Negara (BKN), sebelum jadwal penerimaan PPPK ini diumumkan.
“Pengecekan status di data base BKN sangat dibutuhkan untuk memeriksa apakah pegawai honor yang saat ini bekerja di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) telah terdaftar di pusat data BKN atau sama sekali belum,” terangnya.
Diungkapkannya bahwa, jika status telah terdaftar di data base BKN, maka honorer tersebut dalam posisi aman dan berpeluang besar mengikuti seleksi PPPK. Namun, apabila ada honorer yang belum terdata di pusat data BKN, tentunya peluangnya untuk mengikuti seleksi penerimaan PPPK ini tidak bisa lagi diperjuangkan masuk ke pusat data, lantaran proses pendataan telah ditutup sejak tahun 2022 lalu.
“Untuk itu, sekali lagi kita mengimbau agar pegawai non-ASN dapat segera mengecek statusnya di database BKN. Pasalnya, dalam penerimaan PPPK tahun ini ada kategori khusus bagi pegawai non-ASN yang telah terdata di database BKN,” ujarnya.
Ditambahkan mantan Sekretaris DPMP2TSP Pelalawan ini, Pemkab Pelalawan membuka lowongan PPPK tahun 2024 sebanyak 275 formasi. Dengan rincian 100 formasi tenaga guru, 100 tenaga kesehatan, dan 75 formasi tenaga teknis.(sol/ksm/amn/ind/kas/wir/mng/kom/dac/epp/sah/fad/das)
Editor : Rindra Yasin