PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) Rahman Hadi memimpin langsung rapat koordinasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Kamis (3/10). Rapat yang dilaksanakan bersama Forkopimda Riau tersebut berlangsung di Gedung Daerah Riau Jalan Diponegoro Pekanbaru.
Dalam paparannya, Pj Gubri Rahman Hadi menyampaikan saat ini di Provinsi Riau sudah nihil titik api atau karhutla. Menurutnya kondisi ini terjadi berkat kerja sama semua pihak mencegah dan mengendalikan karhutla, serta didukung kondisi cuaca yang mulai memasuki musim penghujan.
“Alhamdulillah saat ini di Riau sudah tidak ada lagi titik api. Terimakasih kami sampaikan kepada seluruh unsur yang sudah terlibat aktif dalam pengendalian dan pencegahan karhutla di Riau,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Gubri juga menyampaikan bahwa hingga saat ini total luas lahan yang terbakar di Riau mencapai 2.286,70 hektare (Ha). Luasan tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau.
“Untuk total luas Karhutla di Riau mencapai 2.286,70 Ha yang tersebar di 12 kabupaten/kota. Artinya semua daerah di Riau sudah terjadi Karhutla,” ujarnya.
Rahman Hadi juga merincikan, untuk luasan Karhuta di Rokan Hulu yakni 22 Ha, Rokan Hilir 58 Ha, Dumai 204,15 Ha, Bengkalis 113,33 Ha, Kepulauan Meranti 165,44 Ha, Siak 128,91 Ha. “Kemudian selanjutnya Kota Pekanbaru 28,11 Ha, Kabupaten Kampar 86,90 Ha, Pelalawan 416,13 Ha, Indragiri Hulu 771,42 Ha, Indragiri Hilir 232,30 Ha dan Kuantan Singini 59,30 Ha,” paparnya.
Untuk melakukan upaya pencegahan dan penanaman Karhutla, pihaknya juga sudah mengeluarkan keputusan gubernur Riau tentang siaga darurat Karhutla mulai 13 Maret hingga 30 November. Selain Pemerintah provinsi Riau, pihak pemerintah kabupaten/kota juga sudah menetapkan status serupa.
“Hingga saat ini sudah ada 11 kabuaten/kota di Riau yang menetapkan status siaga darurat Karhutla. Hanya tinggal kabupaten Kuantan Singingi saja yang belum menetapkan siaga darurat Karhutla,” sebutnya.(sol)
Editor : Rindra Yasin