PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Setelah melakukan rapat bersama pemerintah pusat membahas rencana pembangunan Jembatan Bengkalis-Bukit Batu untuk masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali melakukan rapat terkait rencana pembangunan dengan panjang 7 Km tersebut bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis.
Pj Gubernur Riau (Gubri) Rahman Hadi mengatakan, rapat bersama dengan Pemkab Bengkalis tersebut juga merupakan arahan dari pemerintah pusat. Pasalnya, pemerintah pusat meminta beberapa syarat yang harus dilengkapi sebelum rencana pembangunan jembatan tersebut masuk PSN.
“Karena agar pembangunan Jembatan Bengkalis-Bukit Batu itu menjadi PSN, hasil rapat kemarin maka harus dilengkapi beberapa persyaratan. Sebab dengan dilengkapi persyaratan itu diharapkan pembangunan jembatan itu menjadi PSN,” kata Rahman Hadi.
Lebih lanjut dikatakannya, ada satu persyaratan yang harus dilengkapi agar pembangunan Jembatan Bengkalis-Bukit Batu bisa menjadi PSN. Persyaratan yang dimaksud adalah nota kesepahaman antara Pemkab Bengkalis, Pemprov Riau dan pihak investor yang akan membiayai pembangunan jembatan tersebut.
“Syarat itu secepatnya kita siapkan. Kalau bisa dalam waktu dekat sudah selesai dan sudah bisa diusulkan, karena tinggal satu saja syarat yang diperlukan, yakni adalah nota kesepahaman antara Bengkalis, provinsi dan investor yang berkomitmen bersama-sama bekerja dalam mewujudkan pembangunan jembatan itu,” sebutnya.
Pj Sekdaprov Riau Taufiq OH yang sebelumnya ikut dalam rapat pembahasan dengan pemerintah pusat tersebut mengatakan, pada intinya pemerintah pusat suport terhadap rencana pembangunan jembatan tersebut. Namun pemerintah meminta daerah untuk melengkapi beberapa persyaratan yang diperlukan.
“Untuk masuk menjadi PSN itukan banyak tahapannya. Jadi semua tahapan itu harus dipenuhi, tapi pada intinya pemerintah pusat mendukung penuh rencana pembangunan jembatan tersebut,” ujarnya.
Menurut Taufiq, dalam rapat dengan KPPIP tersebut, juga sudah dipaparkan terkait feasibility study atau studi kelayakan pembangunan jembatan tersebut. Mulai dari alasan ekonomi dan waktu tempuh juga diterima oleh pemerintah pusat.
“Feasibility studi yang sudah dibuat teman-teman Pemkab Bengkalis terkait alasan ekonomi dan waktu tempuh jika jembatan tersebut dibangun sudah diterima pemerintah pusat,” jelasnya.
Untuk diketahui, rencana pembangunan jembatan sepanjang 7 kilometer itu merupakan gerak cepat dan komitmen Pemprov Riau dalam pemerataan pembangunan di daerah. Apalagi jembatan tersebut sangat dinantikan masyarakat sebab selama ini, masyarakat Bengkalis jika ingin ke Bukit Batu maupun sebaliknya menggunakan transportasi Ro-Ro. Di mana sering terjadi antrean panjang menggunakan Ro-Ro, jika hari biasa antrean bisa mencapai berjam-jam. Sedangkan hari libur dan cuti bersama hari keagamaan antrean bisa berhari-hari.(gem)
Editor : Rindra Yasin