PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kasus penelantaran atau pembuangan bayi kembali terjadi di Kota Pekanbaru. Berbeda dengan dua kejadian pada tahun lalu, dimana bayi ditemukan sudah tidak bernyawa, kali ini bayi mungil itu masih hidup.
Bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan pertama kali oleh seorang warga bernama Putra (27) di pinggir Jalan Pertambangan, RT 05, RW 01, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya.
Saat itu, sekitar pukul 8.30 WIB, Putra yang sedang bekerja mendengar adanya suara tangisan bayi yang berasal dari semak pinggir jalan.
Mendengar tangisan bayi, Putra buru-buru mencari sumber bunyi. Pertama-tama dirinya melihat adanya kotak kardus. Setelah dibuka ternyata benar, tangisan itu berasal dari bayi manusia.
Bayi ditemukan di dalam kardus merek Minyakita warna coklat. Kulit halusnya yang masih memerah dibalut kain panjang bermotif batik warna hijau dan sehelai handuk dengan warna yang hampir sama, hijau muda.
Dari barang-barang yang ditinggalkan, bayi ini seperti memang sengaja ditinggal dan diharapkan hidup atau dirawat.
Karena di dalam kontak kardus itu ditemukan juga dua pasang baju dan celana bayi serta sejumlah perlengkapan bayi seperti sabun, tisu, bedak hingga minyak telon.
Penemuan bayi perempuan itu dibenarkan Kapolsek Bukit Raya Kompol Syafnil. Bayi itu dilaporkan Putra dan kawan-kawan ke Mapolsek.
Kompol Syafnil kemudian langsung menurunkan tim piket untuk memeriksa bayi yang masih berada di bedeng para pekerja pagi itu.
''Benar, itu bayi berjenis kelamin perempuan. Diperkirakan usianya baru sekitar tiga hari,'' kata Kompol Syafnil.
Saat ini Polisi masih menyelidiki siapa yang telah menelantarkan bayi tersebut. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. Termasuk seorang warga bernama Jamian (29).
''Seorang saksi bernama Jamian mengaku sempat melihat kardus itu saat melintas dari pulang memancing sekitar pukul 8.00 WIB pagi. Tapi yang bersangkutan tidak memeriksa dan memastikannya. Jadi ini masih kita selidiki,'' kata Kompol Syafnil.
Saat ini, bayi malang tersebut dititipkan sementara di Simpang Tiga, Jalan Kaharuddin Nasution. Kondisi bayi dalam keadaan sehat.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada tahun lalu Polisi menangani dua kasus penemuan bayi yang sampai hari ini belum terungkap siapa pelaku ataupun orang tuanya.
Memilukan, dua bayi itu sudah tidak bernyawa saat ditemukan warga.
Penemuan jasad bayi pertama di Jalan Amal Bakti, Keluhan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki pada Jumat (21/7/2023).
Penemuan kedua hanya berselang kurang dari sepekan setelah itu, yaitu di Jalan Tuanku Tambusai Ujung, Kecamatan Payung Sekaki pada Kamis (27/7/2023). Ada kesamaan pada penemuan tiga bayi itu, yaitu semua ditemukan pada pagi hari.
Hendrawan Kariman (Pekanbaru)
Editor : M. Erizal