Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bengkalis dan Dumai Dikepung Pasang Keling

Tim Redaksi • Sabtu, 19 Oktober 2024 | 09:18 WIB
Pasar Terubuk Bengkalis terendam banjir air pasang yang mulai naik sejak pagi sampai siang hari, Jumat (18/10/2024).
Pasar Terubuk Bengkalis terendam banjir air pasang yang mulai naik sejak pagi sampai siang hari, Jumat (18/10/2024).

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Dua daerah pesisir Riau yakni Bengkalis dan Dumai dikepung banjir air pasang laut atau yang dikenal dengan pasang keling Jumat (18/10). Fenomena ini kerap terjadi menjelang penghujung tahun.

Kendati cuaca, Jumat (18/10) pagi cerah, namun air pasang laut dimulai sejak pukul 07.30 WIB, perlahan mengalir ke permukiman masyarakat di Parit Bangkong dan Pasar Terubuk Bengkalis. Kedua lokasi ini langsung terendam air asin.

Dari pantauan di lapangan, titik lokasi permukiman masyarakat yang menjadi langganan banjir air pasang terjadi merata di Pulau Bengkalis. Yang terparah adalah rumah warga di Desa Senggor, Kebun Kapas Kelurahan Rimba Sekampung dan sejumlah desa dan kelurahan yang langsung menghadap ke laut, baik di Selat Bengkalis maupun yang menghadap langsung ke Selat Melaka.

Sedangkan untuk jalan utama yang sering dilewati masyarakat juga terendam banjir air asin. Sepeti di Jalan Sudirman arah jembatan Sungai Liong dan Jalan Lintas Ketam Putih, Pambang, tepatnya di Parit Bengkok, Kecamatan Bantan.

Bahkan ke arah barat Pulau Bengkalis arah ke Desa Simpang Ayam, tepatnya di Desa Meskom jalan sempat terputus beberapa jam karena terendam banjir.  Termasuk jalan lintas Ketam Putih menuju ke Desa Kelemantan, Kecamatan Bengkalis, kondisinya lebih parah.

“Ya, tahun ini parah. Jalannya terendam banjir tahunan. Kita memperkirakan besok (hari ini, red) banjir air pasangnya tambah dalam dan parah,” ujar Bahar, salah seorang warga Desa Kelemantan.

Ia menyebutkan, kondisi jalan rusak diperparah lagi dengan air pasang laut naik, maka warga yang akan melintasi jalan tersebut semakin susah. Kondisi ini memang terjadi setiap akhir tahun dan sepertinya pasang besar tahunan. “Kita tak bisa berbuat banyak, karena memang kondisinya sepeti itu. Ya, paling siang sudah surut lagi air pasangnya,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi banjir air pasang menggenangi Pasar Terubuk, tepatnya di bagian belakang pasar penjualan ikan. Air laut mulai naik secara perlahan menggenangi bagian bawah lapak pedagang sehingga menyulitkan pembeli untuk berbelanja di pasar tradisional tersebut.

“Ya, susah mau lewat. Karena lokasi tempat penjualan ikan terendam banjir. Makanya kita memilih bagian pasar ikan di pinggir laut yang tak terendam banjir,” ujarnya.

Terhadap kondisi itu, para pedagang ikan meminta instansi terkait mencarikan solusi. Meski banjir hanya beberapa jam, tapi mengurangi pendapatan pedagang karena pembeli sulit untuk menjangkau lapak pedagang.

“Kalau bisa ada solusi dari Dinas Pasar agar membuat jalan setapak untuk pembeli dapat dengan mudah memilih ikan. Karena kalau seperti ini kami yang rugi,” ujarnya.

Sedangkan Kadisdakprin Bengkalis Zulpan yang dikonfirmasi menyebutkan, memang kondisi air pasang sedang naik, maka bagian belakang kompleks pasar tradisional tersebut terendam banjir.

“Ya, kebanjiran. Tapi biasanya tak lama menjelang siang sudah surut. Untuk mengatasi persoalan itu, kita akan membuat program untuk membuat jalan setapak, sehingga mudah dijangkau oleh pembelinya,” ujarnya.

Sementara itu, di Dumai sejumlah daerah di pesisir pantai dan sepanjang aliran sungai juga terendam banjir yang berasal dari pengaruh air laut pasang, Jumat (18/10). Banjir yang berasal dari pengaruh pasang air laut dinilai lumayan tinggi.

‘’Banjir kali ini cukup tinggi. Bayangkan saja, ketinggian airnya bisa melewati median jalan dan mengalir ke seberangnya,’’ ujar Heri (55), salah seorang warga Jalan Datuk Laksamana, Kelurahan Laksamana, Kecamatan Dumai Kota.

Datangnya pasang air laut itu, lanjut Heri, baru terasa sekitar pukul 05.40 WIB. ‘’Tak tanggung-tanggung. Air pasang itu datangnya begitu cepat sekali. Dalam waktu sekejap, sebagian Jalan Datuk Laksamana terendam hingga menyeberang ke sebelah jalan yang lainnya,’’ ujarnya.

Kondisi serupa turut dirasakan warga yang berada di Jalan Pattimura maupun jalan lingkungan yang berada di pinggiran pantai. ‘’Airnya memang tinggi. Sekalian, arus yang datang saat pasang, boleh dikatakan lumayan deras,’’ kata Ahmad (51), warga Kelurahan Laksamana.

Tingginya air pasang itu, lanjut Ahmad, telah membuat daerah yang terendam semakin luas. Selain itu juga tidak sedikit rumah masyarakat yang terendam. ‘’Jelas tidak sedikit rumah yang terendam. Dan kita ya mau bagaimana lagi dengan banjir ini,’’ kata Ahmad.

Selain itu, mobilitas kendaraan baik roda dua maupun empat pagi itu terpaksa harus mencari jalan alternatif guna menghindari genangan banjir. Jalan-jalan penting yang terendam banjir akibat pasang air laut ini yakni Jalan Datuk Laksamana, Jalan Pattimura, Jalan Sultan Syarif Kasim, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Pulau Payung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Cempedak serta beberapa jalan lingkungan maupun gang lainnya.

Sayuri (45), warga Kelurahan Ratu Sima, Kecamatan Dumai Selatan mengatakan, saat mengantar anaks ekolah terpaksa mencari jalan alternatif. ‘’Jalan yang sering dilalui seperti Jalan Budi Kemuliaan dan Jalan Sultan Hasanuddin serta Pattimura tak bisa lewat. Jalannya terendam banjir. Dan airnya cukup tinggi,’’ ujarnya.

Selain itu, tidak sedikit masyarakat yang sepeda motornya mogok ketika berusaha menerobos banjir untuk melakukan aktivitas rutinnya. Hal ini setidaknya turut dirasakan oleh Asih (44), warga Budi Kemuliaan. Di mana, sepeda motor maticnya mogok setengah selesai mengantarkan anaknya sekolah. ‘’Tiba-tibanya mesin sepeda motor tidak menyala saat berada di jalan yang terendam,’’ ujarnya.

Sementara, di wilayah Kota Dumai, daerah pesisir pantai dan di sepanjang aliran sungai yang kerap terendam saat laut pasang yakni berada di Kelurahan Bukit Datuk, Kelurahan  Ratu Sima, Kelurahan Simpang Tetap Dahrul Ichsan (STDI), Kelurahan Rimba Sekampung, Kelurahan Dumai Kota, Kelurahan Laksamana, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kelurahan Purnama, Kelurahan Sukajadi dan Kelurahan Bumi Ayu. 

Namun, banjir akibat air pasang ini kondisinya tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 08.30 WIB, air yang menggenangi sejumlah daerah berangsur kering seiring surutnya air laut. ‘’Begitu air laut mulai surut, banjirpun kembali kering seperti semula,’’ kata Asih.


Hujan Intensitas Beragam Masih Terjadi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru kembali mengeluarkan informasi terkait kondisi cuaca di Riau, Jumat (18/10). Selama sepekan ke depan, Riau diprediksi masih mengalami hujan dengan intensitas yang beragam.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pekanbaru Irwansyah Nasution mengatakan periode pekan lalu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi hampir di sebagian besar wilayah Riau. Hujan dengan intensitas lebat dengan ukuran antara 50 hingga 100 mm per hari terjadi di wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu dan Kota Dumai . “Di periode pekan lalu hampir sejumlah wilayah di Riau sudah mengalami hujan dengan intensitas yang beragam baik sedang hingga lebat,” ucapnya.

Lanjut Irwansyah Nasution, Sabtu (19 /10)  hujan dengan intensitas sedang melebat terjadi sebagian wilayah Kabupaten Siak, Bengkalis Kampar Kabupaten, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir. Ahad (20/10)  hujan dengan intensitas sedang melebat terjadi di bagian wilayah Rokan Hilir dan Bengkalis.(ksm/sah/ayi)

Editor : Rindra Yasin
#air pasang laut #banjjir #dumai #pasang keling #bengkalis