TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Presiden RI ke-8, H Prabowo Subianto secara resmi Ahad (20/10/2024) malam, mengumumkan nama-nama menteri kabinetnya. Satu di antara 53 menteri dan pejabat setara menteri itu, ada putra asal Riau, tepatnya asal Kabupaten Kuantan Singingi.
Dia adalah Raja Juli Antoni PhD yang diangkat sebagai Menteri Kehutanan RI. Pria kelahiran 13 Juli 1977 adalah putra dari Raja Ramli Ibrahim dari Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing.
Sebelum dilantik sebagai Menteri Kehutanan RI yang baru, Sekjen PSI ini menjabad sebagai Wamen BPN/ATR RI.
Masyarakat Kabupaten Kuansing, lewat tokoh-tokohnya menyampaikan rasa bangga dan segudang harapan pada putra Kuansing itu.
Setidaknya, ini disampaikan tokoh masyarakat Kuansing yang juga Ketua DPRD Kuansing, H Juprizal SE MSi, Dr Mardianto Manan MT mewakili akademisi dan aktivis lingkungan, Dr H Edyanus Herman Halim SE MS mewakili akademisi dan orang adat.
"Kita ucapkan selamat dan sukses untuk bapak Raja Juli Antoni sebagai Menteri Kehutanan. Semoga amanah," kata Ketua DPRD Kuansing H Juprizal.
H Juprizal sendiri merupakan salah seorang tokoh Kuansing dari Kuantan Mudik. Sebagai wakil rakyat, Kuansing tentu saja bangga dan berharap banyak.
Melalui dia, nantinya segala persoalan yang menyangkut dengan permasalahan lahan dan hutan khususnya Kuansing setidaknya dapat berkomunikasi dan menyampaikan hal-hal itu kepada pejabat yang berwenang. Sehingga akan dapat meminimalisir segala persoalan yang terjadi di derah Riau dan khususnya Kuansing.
Kabupaten Kuansing termasuk daerah yang banyak terjadi penyerobotan lahan, kawasan hutan lindung, alih fungsi lahan hutan menjadi lahan perkebunan dan lainnya, kehadirannya diharapkan minimal bisa memberi kepastian bagi status lahan yang sudah terlanjur tersebut.
"Kalau seandainya memang untuk masyarakat tempatan, yang betul-betul memerlukan atau sekedar untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Arti kata, tidak mencari kekayaan. Tapi sebaliknya, bila tidak, mohon ditindak secara tegas apalagi bagi pemodal dari luar," papar Juprizal.
Hal lainnya, berkaitan dengan Perda RTRW provinsi maupun kabupaten yang harus ada singkronisasi, sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam kasus lahan.
Harapan itu juga disampaikan Dr Mardianto Manan MT.
"Besar harapan kita, karena ini kampung beliau. Semoga ada perhatian lebih dari beliau kedepannya. Karena saya melihat, persoalan hutan dan lahan yang terjadi di Kuansing terletak pada penegakan hukum, keseriusan para penentu kebijakan dalam menjalankan aturan tersebut," katanya.
Mardianto mengungkapkan, terkadang maaf bicara, beberapa kasus kehutanan yang terjadi di Riau dan Kuansing khususnya hanya jadi permainan belaka.
"Ada temuan, tapi bekukan alias di peti-eskan hingga beku. Nah kalau ini penjajahan tanah ulayat terjadi di kampung sendiri yang jelas korban adalah sanak keluarga sendiri. Manalah mungkin seorang putra daerah yang fanatik akan mau melakukan pembekuan pada setiap kasus temuan yang jelas merusak dan meluluh lantakkan hutan," sebut Mardianto Manan.
Karena itu, banyak harapan yang tertuang di pundak Raja Juli Antoni menyelesaikan persoalan kehutanan di Riau dan Kuansing khususnya.
Dr H Edyanus Herman Halim SE MS mengatakan, Raja Juli Antoni masuk dalam jajaran kabinet merah putih Prabowo-Gibran. Hendaknya ini menjadi motivasi bagi generasi muda Kuansing. Rajin-rajin bersekolah dan menuntut ilmu setinggi-tingginya. Lalu aktif lah di organisasi-organisasi yang membantu masyarakat. Maka akan terbentuk pribadi-pribadi yang tangguh dan tahan uji.
"Hal itu yang menjadi dasar bagi orang untuk menilai kinerja dan pribadi kita," kata tokoh yang memegang gelar Datuak Bisai XII Urang Godang Limo Koto di Tongah Rantau Nan Kurang Oso Duo Puluah Pemangku Adat Rantau Kuantan.
Sehubungan jabatan yangg disandang Raja Juli Antoni sebagai Menteri Kehutanan juga merupakan kesempatan bagi Kuansing untuk berkoordinasi. Banyak masalah-masalah kehutan di Kuansing yang memerlukan penyelesaian.
Terutama tanah-tanah ulayat atau masyarakat yang selama ini diambil oleh para investor.
Para pemangku adat hendaknya mulai menyusun segala hal dan dokumen-dokumen yang berkait dengan upaya mendapatkan kembali tanah-tanah ulayat untuk menjadi bahan-bahan pertimbangan kebijakan bagi menteri nantinya.
Dibalik semua itu, tentu saja masyarakat Kuansing mengucapkan tahnia dan selamat kepada Raja Juli Antoni atas kepercayaan yang diberikan presiden untuk memangku jabatan Menteri Kehutanan.
"Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan meredhoinya," ujarnya.
Editor : RP Rinaldi