PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terus memaksimalkan masa kampanye yang tersisa untuk mendapatkan dukungan masyarakat Riau.
Calon Gubernur Riau Abdul Wahid kembali melaksanakan kampanye dialogis di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), yakni di Desa Beligan, Kecamatan Seberida, Sabtu (26/10) malam. Wahid diminta untuk membenahi jalan di daerah ini.
“Jalan di sini sangat rusak. Saat hujan, pasti banjir dan licin. Kami percayakan kepada Pak Abdul Wahid untuk membangun infrastruktur jalan di Riau, termasuk di kampung kami ini,” kata tokoh masyarakat Supandi saat menghadiri kampanye dialogis ini.
Sebagai pendukung Abdul Wahid-SF Hariyanto, dirinya berharap dan percaya visi misi yang disampaikan dapat terwujud dan bukan sekadar janji. Meskipun tak semua yang dapat dibenahi, setidaknya ada yang direalisasikan.
Supandi juga menunjukkan dukungannya terhadap pasangan calon Gubernur Riau, Abdul Wahid. Ia mengungkapkan keyakinannya, sebab di belakang mereka terdapat banyak ulama, seperti Ustaz Abdul Somad, dan tokoh yang siap mendukung perubahan.
Menanggapi keluhan warga ini, Calon Gubernur Riau, Abdul Wahid, menyampaikan komitmennya. Jika terpilih sebagai Gubernur, ia akan menyelesaikan permasalahan infrastruktur jalan dalam satu periode, sesuai dengan janji yang dituturkanselama kampanye.
“Dengan kerja sama yang baik, pembangunan akan merata hingga pelosok Desa Indragiri Hulu. Pembangunan tidak akan terwujud jika bupati dan gubernur tidak bersinergi,” tegas Wahid.
Dikatakan Wahid, selama menjadi anggota DPR RI asal Riau, dirinya telah membuka akses jalan lintas selatan menuju Lubuk Kalis, meskipun hingga saat ini belum ada perubahan signifikan. “Kami berkomitmen untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, mengisi kampanye dialogis di CFD Jalan Swarna Bumi, Tembilahan, Inhil, Calon Wakil Gubernur Riau nomor urut 2 Muhammad Wardan, menggelar simulasi cara mencoblos nomor urut 2, yang menjadi nomor urut pasangan Muhammad Nasir-Muhammad Wardan, Ahad (27/10).
Sebelumnya, bersama pendukungnya, Wardan ikut meramaikan senam bersama, bersuka cita, dan menyampaikan semua Program Riau Emas. Ia berharap masyarakat Inhil dapat menggunakan hak pilihnya pada 27 November 2024 dengan mencoblos nomor urut 2.
“Bersama H Muhammam Nasir sebagai Calon Gubernur Riau, maka kami akan mampu membangun kabupaten/kota di Riau. Dengan hubungan yang baik Pak Muhammad Nasir dengan pemerintah pusat maka dana pembangunan akan dapat dibawa ke Riau,” ujar Wardan, dalam orasi kampanye politiknya.
Beliau sangat mengharapkan doa dan dukungan masyarakat Indragiri Hilir untuk menjatuhkan pilihannya kepada pasangan Nawaitu (Nasir-Wardan Riau Bersatu). “Selama 10 tahun memimpin Indragiri Hilir, maka saya tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan pembangunan di Inhil. In sya Allah, kalau kami diberikan amanah memimpin Riau, maka Riau lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.
Disebutkan, selama ini terhambatnya pembangunan di daerah, khususnya di Riau karena keterbatasan anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan tersebut. “Dengan kedekatan Pak Muhammad Nasir dengan Presiden Prabowo, maka kucuran dana dan program tegak lurus dengan pusat akan dapat direalisasikan dengan baik,” sebutnya.
Dilanjutkan, Nawaitu memiliki program yang sejalan dengan tegak lurus dengan program Presiden Prabowo, di antaranya makan gratis bagi anak sekolah, pakai seragam sekolah gratis, dan sembako murah bagi masyarakat.
Semangat dan antusiasme masyarakat Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) untuk memenangkan Pasangan Calon Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar-Mawardi (Suwai) sangat luar biasa. Mereka memasang target 85 persen perolehan suara pasangan yang diusung Partai Golkar dan PKS ini.
Spirit masyarakat Pujud ini tak hanya dibuktikan dengan ucapan belaka. Aksi nyata terlihat dari lima tenda berukuran sekitar 10x30 meter yang disiapkan panitia, tak mampu menampung seribuan warga yang datang untuk menghadiri kampanye dialogis, Sabtu (26/10) petang.
“Apa yang sudah dibuatkan oleh Pak Syamsuar ketika menjadi gubernur Riau sangat luar biasa. Jadi kalau ada pelita kenapa pakai lilin, kalau ada orang kita kenapa pilih yang lain,” kata tokoh masyarakat Pujud, Khalifah Ardiansyah.
Pak Syamsuar, sambung Khalifah Ardiansyah, juga sangat peduli dengan perekonomian masyarakat. Masyarakat Pujud sangat merasakannya, ketika Pak Syamsuar mengeluarkan kebijakan membuat Pergub Nomor 77 Tahun 2020 yang membuat harga sawit di Riau stabil.
“Tak hanya itu, Pak Syamsuar juga sangat luar biasa peduli terhadap pendidikan agama dengan mengeluarkan kebijakan Pergub Nomor 47 Tahun 2023 tentang Pesantren. Kami masyarakat Pujud seluruhnya sudah sepakat untuk kembali memilih pasang Suwai menjadi Gubernur Riau,” ungkapnya.
Tokoh masyarakat Pujud lainnya Edison dalam orasinya mengatakan, Syamsuar sudah tak asing lagi dengan masyarakat karena beliau sudah sering datang ke daerahnyai, bahkan berkali-kali Syamsuar menginap di Pujud untuk menampung aspirasi masyarakat.
“Pak Syamsuar ini sudah luar biasa pengalamannya, sudah malang melintang dalam dunia pemerintahan, tak perlu belajar lagi dan tak perlu kita ragukan lagi. Pak Syamsuar sangat layak untuk memimpin Riau dua periode,” ujar Edison.
“Putra daerah Rohil, Pak Syamsuar dan Pak Saleh Djasit sudah luar biasa pedulinya terhadap kampung kita. Tinggal kita menjaganya dengan membalas kepedulian ini memilih Pak Syamsuar nantinya pada 27 November mendatang,” sambung Edison.
Gubernur Riau pada masanya, Saleh Djasit dalam sambutannya mengaku, melihat semangat dan antusiasme masyarakat dalam memenangkan Syamsuar untuk kembali menjadi gubernur periode kedua.
“Mencari pemimpin harus pemimpin yang berpengalaman. Karena dengan pengalamannya itu, pemimpin kita tidak akan membuat kesalahan. Beda dengan pemimpin yang baru belajar, dia akan banyak melakukan kesalahan,” ujar Saleh Djasit.
Menurut Saleh Djasit, Syamsuar sudah sangat teruji dan sangat berpengalaman. Saat menjadi Bupati Siak dua periode, Siak menjadi ikon pariwisata di Riau. Ditambah lagi Pak Syamsuar pernah menjadi gubernur Riau dengan kebijakan-kebijakannya yang sangat membantu masyarakat Riau ini.
‘’Jika di masa Syamsuar pembangunan belum maksimal, ini bisa dimaklumi karena negeri ini dilanda wabah Covid-19. Namun, dalam kondisi Covid-19 itu, perjuangan Syamsuar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat luar biasa hingga tumbuh tumbuh 5 persen,” kata Saleh Djasit.
Karenanya, Saleh Djasit yakin, jika kepercayaan kembali diberikan kepada Syamsuar, maka lompatan ekonomi di Riau ini akan lebih tinggi lagi karena visi dan misi Syamsuar sangat luar biasa menjadikan Riau sebagai pintu gerbang ekonomi di Sumatera.
“Pelabuhan internasional di Dumai akan kita hidupkan. Begitu juga Ro-Ro dari Dumai ke Melaka sehingga warga negara Singapura, Thailand, dan Malaysia akan datang ke Riau ini berinvestasi. Tentunya dunia pariwisata kita akan meningkat,” ungkap Saleh Djasit.
Sementara itu, Syamsuar dalam orasi politiknya menjelaskan alasan dia maju lagi sebagai calon Gubenur Riau berpasangan dengan Buya Mawardi. “Kami maju akan melanjutkan program kami yang belum berjalan maksimal akibat Covid-19,” ucap Syamsuar.
“Kami akan lanjutkan program yang belum bisa berjalan secara maksimal seperti Qur’an Center dan Bank Riau Kepri Syariah. Saya membangun Qur’an Center di Riau adalah upaya saya agar negeri Melayu ini mendapat berkah dari Allah,” ungkap Syamsuar.
Syamsuar juga berkomitmen akan membuat Riau lebih semakin maju dan bermartabat dengan landasan agama, adat, dan budaya Melayu. Sehingga Melayu tak hilang di Riau ini. Di samping itu Syamsuar juga berkomitmen melanjutkan program pendidikan gratis, beasiswa mulai dari jenjang S-1 hingga S-3. Ke depan ada juga program penyediaan wifi di setiap kelurahan dan desa yang ada di Riau sebagai wujud menyambut Riau digital.(sol/gus)
Editor : RP Arif Oktafian