Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Cegah Perselisihan, Anak Buah Kombes Asep Sambangi SPBU Antrean Panjang

Afiat Ananda • Kamis, 31 Oktober 2024 | 18:47 WIB
Petugas Ditreskrimum Polda Riau saat menyambangi salah satu SPBU yang ada di Kota Pekanbaru, Kamis (31/10/2024).
Petugas Ditreskrimum Polda Riau saat menyambangi salah satu SPBU yang ada di Kota Pekanbaru, Kamis (31/10/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Sejak di berlakukannya sistem barcode untuk pengisian BBM subsidi jenis Pertalite (Ron 90) mulai 1 Oktober 2024 silam, banyak sekali masyarakat yang komplain atau keberatan kepada pihak pengelola SPBU, terutama petugas pengisian BBM dengan masyarakat yang memiliki kendaraan roda 4.

Permasalahan ini sudah menjadi berita viral dan sorotan publik saat ini dan juga menjadi atensi pihak kepolisian dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Personel Ditreskrimum Polda Riau Aipda Anhar Rudali dan beberapa personel lainnya menyambangi beberapa tempat SPBU di Kota Pekanbaru yang sering terjadi antrean panjang dalam pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar, Kamis (31/10/2024).

"Kita semua sering lihat di media sosial bahwa banyak sekali kejadian perselisihan, keributan bahkan sampai ada kontak fisik antara petugas SPBU dengan masyarakat yang ingin mengisi BBM. Makanya kami dari pihak kepolisian Polda Riau akan selalu memonitoring kejadian yang berpotensi gangguan kamtibmas," ungkap Aipda Anhar Rudali saat dikonfirmasi langsung di lapangan.

Anhar juga menjelaskan bahwa perselisihan yang terjadi antara petugas SPBU dengan masyarakat merupakan kesalahpahaman, karena kebijakan pengisian menggunakan barcode resmi dari Pertamina sudah lama di sosialisasikan. Hal ini juga pernah terjadi sebelumnya pada saat pengisian BBM jenis Biosolar diberlakukan menggunakan bacode.

"Ini merupakan hal biasa terjadi, karena kebijakan ini merupakan siklus transisi saja menjelang masyarakat terbiasa menggunakan barcode. Akan tetapi kami selaku pihak kepolisian berupaya menjelang masa transisi ini usai, siap siaga untuk menjaga stabilitas kamtibmas yang aman dan kondusif," jelas Anhar lagi.

Aipda Anhar Rudali juga mengimbau kepada masyarakat agar mendukung program pemerintah ini. Hal ini perlu dilakukan pemerintah untuk mengkordinir BBM Subsidi yang tepat sasaran kepada masyarakat. Ini sekaligus memperkecil ruang bagi pelaku kejahatan yang ingin meraup keuntungan dengan cara menyalahgunakan fungsi BBM Subsidi.

"Bagi masyarakat yang belum memiliki barcode BBM subsidi untuk kendaraannya, maka dari sekarang segera daftarkan kendaraannya, agar kedepan tidak ada lagi perselisihan antara petugas pengisian di SPBU dengan masyarakat yang ingin mengisi BBM Bersubsidi," tegas Anhar.

Editor : RP Rinaldi
#antrean spbu #bbm #polda riau