BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Lalu lintas jalan lintas Riau-Sumbar di Jembatan I PLTA Koto Panjang, Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar sempat terjadi antrean panjang, Jumat (8/11). Hal ini disebabkan truk bermuatan tepung terguling. Pihak kepolisian pun melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup di TKP.
Truk dengan nomor polisi BK 8873 SH yang dikemudikan seorang perempuan bernama Rolan Simbolon ini bergerak dari arah Riau menuju Sumatera Barat (Sumbar). Sebelum sampai di Jembatan I PLTA Koto Panjang, Desa Tanjung Alai, rem truk tidak berfungsi (blong) di jalan penurunan dan tikungan sehingga truk menurun dengan kecepatan tinggi.
Sampai di TKP, dari arah berlawanan, tepatnya di ujung jembatan datang truk dengan nomor polisi BA 8213 NA yang dikemudikan Hendri bermuatan pupuk dolomik. Sopir truk menghindar ke kiri jalan dikarenakan berada di ujung jembatan dan terjadilah tabrakan. Tidak ada korban jiwa, namun kedua kenderaan mengalami kerugian materil.
’’Truk boks yang terbalik berhasil dievakuasi menggunakan alat berat. Setelah berhasil evakuasi, kendaraan yang antre panjang di jalan lintas Riau-Sumbar km 98 Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar sudah bisa lewat,’’ ujar Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kasatlantas Polres Kampar AKP Vino Lestari, Jumat (9/11).
Vino Lestari mengatakan, saat ini kendaraan sudah bisa melintas di jembatan I PLTA Koto Panjang Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, namun dengan bergantian karena masih banyak sisa muatan truk akibat lakalantas ini berserakan di pangkal jalan jembatan.
’’Kita berharap kepada pengendara baik dari arah Pekannbaru menuju Sumbar atau sebalik dari arah Sumbar menuju Pekanbaru untuk berhati-hati. Kalau capek istirahat dulu, jangan dipaksakan,’’ imbau Vino Lestari.(kom)
Editor : Rindra Yasin