JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tidak bisa dinafikan lapangan minyak di wilayah Sumbagut khususnya Provinsi Riau dan Sumatera Utara banyak yang sudah tua dan diperlukan inovasi agar produksi migas tak terganggu. Working team dan kepercayaan (trust) menjadikan industri hulu migas tetap menjadi primadona.
Berkat kerja keras SKK Migas Sumbagut dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), wilayah ini mampu menyumbang hingga 30 persen dari produksi minyak nasional. Sebagai pemimpin SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus mendapat penganugerahan tanda kehormatan Satyalencana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Kamis (10/10) lalu.
Dari lima Perwakilan SKK Migas, Sumbagut dipercaya untuk pertama kalinya mendapatkan penghargaan ini. Pada kesempatan ini, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus diwawancarai khusus wartawati Riaupos.co Henny Elyati, Senin (21/10/2024). Berikut petikan wawancaranya;
Bagaimana perasaan Anda menjadi salah satu penerima penghargaan Satyalencana Wira Karya dari Presiden RI?
Ini adalah kali perwakilan mendapatkan Satyalencana Wira Karya dari Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Ini adalah apresiasi terhadap kinerja SKK Migas secara umum dan secara khusus disampaikan ke SKK Migas Perwakilan Sumatera Sebagian Utara (Sumbagut). Artinya, kami dipercaya oleh manajemen SKK Migas untuk menampilkan wajah SKK Migas selaku pengawas pengendali usaha hulu migas untuk menyampikan kinerjanya di level Pemerintah Republik Indonesia.
Jadi managemen menyampaikan kepada saya untuk mewakili SKK Migas untuk mendapatkan dan diuji lewat Kementerian ESDM maupun Sekretaris Militer Presiden yang melihat dukungan fasilitasi Perwakilan Sumbagut dalam mencapai ke performar indikator SKK Migas sepanjang tiga tahun terakhir.
Secara pribadi, saya merasa sangat terhormat mewakili SKK Migas. Kementerian ESDM dan Sekretariat Kemiliteran Presiden melakukan uji petik maupun kelayakan dan alhamdulillah dinyatakan lulus sehingga saya bersama seluruh rekan-rekan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara merasa bangga, merasa terhormat dalam hal ini.
Boleh diceritakan bagaimana Anda memperoleh penghargaan tersebut. Harapannya dengan penghargaan tersebut, bisa dijelaskan?
Prasyarat mendapatkan penghargaan dari Satya Lencana Wira Karya ini adalah telah melolos dari penghargaan Darma Karya. Di tahun 2022, kami diminta oleh Manajemen SKK mewakili wajah SKK Migas di level Kementerian ESDM, dalam konteks itu kita paham selama periode 2021, periode 2022 adalah masa-masa kritis terhadap duanya transisi yaitu masa transisi yang sangat besar Wilayah Kerja Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina Hulu Rokan. Dan di akhir tahun 2022, ada transisi dari BUMN nasional PT Pertamina ke Badan Usaha Milik Daerah (Bumi Siak Pusako).
‘’Jadi dalam konteks itu kami menyampaikan bagaiman dukungan fasilitasi sehingga prosesnya berjalan aman, lancar, smooth yang akhirnya berkontribusi besar pada pencapaian produksi. Di tahun 2024 dengan konteks saat ini kita masih mengejar terus pencapaian target 1.000.000 barel,’’ ujar Rikki.
SKK Migas Sumbagut mendapatkan porsi terbesar dari kontek massif, agresifnya kegiatan jadi 80 persen pengeboran itu berada di Wilayah Sumatera Bagian Utara mulai dari Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat. Dalam kontek ini lah, kami mencatat bahwa semua kegiatan selama tiga tahun terakhir bisa dilaksanakan secara baik hingga tidak ada hal-hal yang notabenenya bisa membuat turunnya produksi. Jadi ini yang menjadi satu hal bagi manajemen SKK Migas menyumbang terbesar 30 persen dari produksi minyak nasional kontribusi dari Sumatera Bagian Utara.
SKK Migas memiliki change mindset dengan 3 mindset utama yakni having sense of urgency and sense of crisis, result oriented and collaborative. Bagaimana Anda menerapkan itu di Sumbagut.
Jadi 3 mindset utama yang kita sampaikan dan ini juga yang sangat penting disampaikan oleh Bapak Presiden pada kesempatan terakhir dalam penghargaan Subroto Awards yakni having sense of urgency and sense of crisis, result oriented, dan collaborative. Bahwa sense of crisis kita harus selalu berada dalam keadaan krisis. Bahwa hari ini luar biasa, ada pergolakan dunia, harga minyak juga berada di level 80 dollar sehingga perlu merasakan bahwa itu sangat penting dan ini harus disampaikan mulai Pak Kepala diteruskan ke manajemen, nanajemen meneruskan ke kami di perwakilan dan tugas saya lah meneruskan kepada para pekerja di perwakilan Sumbagut.
Adanya sense of crisis membuat sense of urgency meningkat jadi urgensi untuk mendorong para kontaktor kontrak kerja sama untuk melakukan upaya pencarian eksplorasi dan eksploitasi itu menjadi sangat penting, kita turun tangan untuk membantu apa-apa yang menjadi kesulitan bagi KKKS. Selain itu juga kita harus ber-basis result oriented jadi hasil akhir yang ingin kita capai adalah adanya tambahan produksi ini juga bagian yang perlu kita gesa. Memang ada admistrasi, birokrasi dan lain-lain yang harus kita kawal, jadi kita tarik mundur semua rencana on stream dari suatu lapangan, nah result oriented ini lah yang menyebabkan kita memerlukan adanya kalaborasi.
Kalaborasi atara kami selaku pemangku pengawas pengendali bersama KKKS selaku pelaksana kegiatan selain itu juga kita perlu melaksanakan inovasi-inovasi, jadi kami dukung apapun bentuk inovasi yang bisa dilaksanakan. Sebagai contoh, PT Pertamina Hulu Rokan melaksanakan inovasi digitalisasi DICE corner, ada AI untuk mencari sumber-sumber minyak. Kita dorong mereka untuk membangun DICE corner, kita dorong mereka untuk berbagi dengan KKKS lain. Mindset baru ini lah yang kami pikir akan menjadi korsa SKK migas ke depan dalam rangka menyemangati pencapaian target produksi nasional.
Di Riau banyak sumur-sumur migas yang sudah tua yang tentunya mengurangi produksi minyak yang didapat, sementara pencarian dan pemboran sumur-sumur baru juga gencar dilakukan KKKS yang kemungkinan hasilnya tidak signifikan menambah produksi minyak. Apa lagi upaya yang dilakukan SKK Migas Sumbagut dalam memenuhi target 1 juta barel pada tahun 2030?
Kami sudah mendapatkan arahan dari menagemen SKK Migas ada program short time, short time ini program untuk memastikan kegiatan-kegiatan pengeboran yang masif ini juga berdampak. Yang pertama underflow discovery, underflow discovery ini kami mendata ulang mana lapangan-lapangan yang sudah pernah ditemukan, lapangan-lapangan kecil yang notabenenya sudah discovery, sudah dikembalikan pembiayaannya, tapi belum menjadi prioritas bagi KKKS. Ini kita gesa mereka agar menaikkan dan mau berinvestasi untuk underflow kalau tidak dikerjakan dalam 2 tahun misalkan itu harus dikembalikan atau dikerja samakan.
Yang kedua, short time ini ada kegiatan enhanced oil recovery (EOR). Alhamdulillah, Rokan punya kegiatan EOR dan kami sangat gembira di bulan Desember nanti akan ada pengeboran champagne untuk kegiatan EOR, yang berikutnya ada POD yang IDOL, POD IDOL ini adalah SKK Migas sudah memberikan persetujuan ke KKKS untuk melaksanakan pengembangan lapangan plain of the development namun karena beberapa hal dan lain sebagainya pas dinamika pengembangan lapangan baik itu harga, komersialitas maupun perioritas KKKS periode-periode ini belum dieksekusi.
Kami juga kejar mereka supaya segera memutuskan apakah akan dikerjakan atau dikerjasamakan lalu tentunya ada yang ditanyakan ada IDOL fell, lapangan-lapangan yang lama tidak dilihat karena faktor ekonomi ke ekonomian, ada juga IDOL well.
Sumur-sumur tua yang notabenenya zaman dahulu sudah ditinggalkan, kami juga data sumur-sumut tersebut untuk kita pastikan apakah ada atau tidak adanya potensi terhadap di harga minyak saat ini, jadi apakah mereka masih yakin dapat memberikan keuntungan atau kah memang mereka sudah menyerah terhadap lapangan, jadi pendataan ini yang penting, jadi itu short time yang menjadi dorongan bagi kami di Perwakilan Sumbagut untuk memastikan kegiatan-ketiatan tersebut, kami di garda terdepan memahami hal tersebut, jadi ini satu tindakan yang akan kami laksanakan dalam waktu dekat ini untuk memastikan adanya tambahan produksi selain pengeboran yang disampikan masif tadi.
Seberapa yakin Anda mampu berkontribusi memenuhi target tersebut?
Tentunya kita akan menghadapi berbagai mancam hambatan tantangan di lapangan khususnya, tentunya dinamika saat ini dengan kondisi pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden alhamdulillah sudah berjalan dengan lancar perubahan stakeholder tentunya menjadi challenge bagi kami, namun demikian dengan koordinasi yang terjalin baik selam 3 tahun terakhir kami merasa yakin pun adanya pergantian tersebut bisa kita manej dengan baik, yang minimal di antara working team ada kepercayaan (trust) walaupun pimpinan berubah di level working-nya bisa berjalan baik dan nyaman, modal utama itu lah yang menjadi keyakinan kami bahwa hambatan, tantangan tersebut akan bisa kita lalui dengan kondisi stakeholder yang baik ini lah kami merasa menajadikan ini sebagai modal, modal untuk tambahan-tambahan kegiatan yang diarahkan manajemen SKK bisa kita handel baik di lapangan.
Apa inovasi yang sudah Anda lakukan dalam memaksimalkan kinerja baik di internal SKK Migas Sumbagut maupun di KKKS sehingga zero accident, karena akhir-akhir ini banyak kejadian kecelakaan di KKKS?
Kami dalam hal ini sangat berduka apabila memang ada kejadian-kejadian kecelakaan kerja maupun menimbulkan fatality, jadi SKK Migas pusat ini menjadi perhatian utama, inovasi-inovasi yang menjadi tulang punggung utama yang kami lakukan adalah kita setting up, surat edaran dari deputi eksplorasi setiap ada mulai pekerjaan harus dipastikan ada safety moment, safety momet para pekerja yang akan melaksanakan kegiatan sudah mengetahui apa yang akan dilakukan SOP nya wearnes terhadap safety nya ini menjadi satu hal utama.
Kami di perwakilan tentunya dalam hal melaksanakan kegiatan kedinasan di lapangan juga membawa surat edaran tersebut, memastikan apakah di tiap-tiap area yang sifatnya zonanya tidak aman bekerja sudah dilengkapi tidak dengan item-item peringatan dan kami juga melihat apakah sudah ada petunjuk SOP wearemesh dan lain-lain, hal ini yang menjadi pembekalan kami sebagai perwakilan Sumbagut untuk melaksanakan kegitan tersebut.
Terakhir kami melaksanakan forum pemeliharaan fasilitas, FGD ini tugas utamanya adalah berbagi, sharing seasons and learning kegitan apa yang menjadi satu kecelakaan suatu tempat dan KKKS lain bisa mengambil hikmah dari kejadian tersebut selain itu KKKS yang juga punya sistem SOP yang baik itu kami share ke KKKS yang lain, forum ini sudah terlaksana dan menjadi milestone bagi KKKS lain belajar lebaik baik dari KKKS yang sekitarnya, jadi berapa inovasi itu kami yakin bahwa ini akan bisa bermanfaat supaya ada klas-klas KKKS yang mungkin levelnya belum mencapai hal tersebut dia bisa belajar kontraktor kontrak kerja sama maupun BUMN nasional kita.
Di lapangan, kegiatan hulu migas banyak mengalami kendala salah satunya terkait lahan. Bagaimana Anda bersama tim menyelesaikan kasus ini sehingga operasi migas lancar?
Isu lahan menjadi isu yang sangat kritikel bagi kegitan pengeboran khususnya di Provinsi Riau, Sumatera Utara juga demikian, Sumatera Barat juga demikian untuk Kepulauan Riau kebetulan kegiatannya di laut. Jadi untuk isu terkait lahan ini justru kita belajar selama 3 tahun terakhir bagaiman kita menyikapi proses pembebasan lahan. Mulai dari proses perencanaan, penentuan titik lokasi sumur. Kita setting up di suatu proses rencana program kerja work and budget.
Seperti kita pahami bahwa suatu rencana pekerjaan work program budget kami setujui di tanggal 1 Januari tahun berjalan, untuk tahun 2025 saat ini kita menggodok kegiatan-kegiatan rencana kerja 2025, titik-titik lokasinya kami mintakan di depan sebelum persetujuan jadi bulan September, Oktober tim survey yang menentukan titik lokasi harus segera menginformasikan kepada Divisi Formalitas Perizinan untuk mulai menyiapkan area-area mana yang menjadi sasaran target di tahun 2025. Dengan informasi lebih awal dari pada tahun-tahun berjalan maka kita sudah memiliki strategi ke depan bagaimana pendekatan-pendekatan dari segi humanisme dari sisi kehumasan bekerja lebih awal. Kami datang lebih awal dengan program-program pemahaman masyarakat.
Kami datang lebih awal memberitahukan informasi lebih awal kepada forkopimda tempatan di kabupaten maupun kecamatan, bahwa daerahnya akan menjadi daerah yang strategis untuk penambahan produksi minyak dan gas.
Sebelumnya memang kami melaksanakan kegitan yang dinamakan sosialisasi dan survey, kami undang seluruhnya untuk mulai menginformasikan adanya kegiatan, namun berkaca dari tahun ke tahun kita melihat efektivitasnya mungkin tidak terlalu jitu sehingga kami melaksanakan kegitan sosialisasi survey lebih ke door to door untuk memastikan tidak adanya kerumunan dalam hal penolakan pada kegiatan, memang kita paham bahwa perkebunan swasta, perkebunan swasta nasional, maupun perkebunan PTPN ini jauh lebih mudah dari pada orang per orang pembebasan lahan, kerja sama yang baik sinergi dengan PTPN khususnya kami laksanakan sinergi dan adanya MoU kerja sama jadi kalau kami mau masuk, kami datang lebih awal mereka mulai menilai tanam tumbuh yang harus diganti bayar lebih cepat ini juga satu hal lebih baik, dengan perkebunan swasta kami kumpulkan di awal tahun kami sampaikan sosialisai bahwa ini adalah proyek strategetis nasional dan kami minta dukungan dari pemerintah provinsi, Dinas ESDM provinsi beserta BPN karena ada hak guna usaha dan hak tanam industri.
Dan untuk masyarakat tempatan yaitu pendekatan sosiokultural dengan kecamatan turun ke kelurahan, lalu ngobrol-ngobrol danramil, polsek, polres juga ikut terlibat. Ini yang menyebabkan kita dalam kondisi lancar sampai saat ini. Namun ke depan tantangan makin banyak apa kita akan memerlukan ekstensif pembebasan lahan ini yang menjadi challenge utama kita nanti di tahun 2025.
Generasi muda sebagai estafet kepemimpinan ke depan, apa saja yang telah Anda lakukan kepada generasi muda dalam semua bidang?
Saya sangat tertarik untuk membicarakan tentang generasi muda, SKK Migas Perwakilan Sumbagut sangat konsen menangani hal ini, kita punya migas-migas center, migas edukasi. Tempat-tempat migas center ada di Universitas Islam Riau (UIR), ada di Universitas Malikulsaleh (Aceh), ada juga Universitas Andalas di Sumatera Barat dan di Universitas Pembangunan Bangsa (UPB) Batam.
‘’Lokal-lokal hero dari migas center ini lah yang memberikan nilai manfaat kepada teman-temannya untuk berhimpun memberi edukasi terhadap kegiatan hulu migas, tentunya selain mereka berhimpun mereka juga memberikan edukasi member get member memberikan informasi awal terkait industri hulu migas kepada rekan-rekan mahasiswanya. Walaupun migas center di Universitas Islam Riau kami menghimpun juga untuk universitas lain bergabung, dan ini juga satu hal notabennya ini memberikan pemahaman bahwa industri hulu migas adalah industri yang ekstraktif dan memberikan multiplayer effect tidak hanya kepada petroleum engineering, geologis tapi juga terbuka kejuruan yang lain ada hukum, ada ekonomi, sosial, ilmu sosial dan lain-lain,’’ katanya.
Selain itu juga dari sisi pilar program pengembangan masyarakat kami juga dalam hal infrastruktur pendidikan kita memberikan bantuan salah satu contoh KKKS di Kepulauan Riau karbo energi baru saja membuka infrastruktur untuk perpustakaan di desa terpencil di daerah.
Kegiatan-kegiatan lain seperti halnya tahun lalu yang kita adakan Zetizen Hulu Migas bersama Riau Pos dan tahun ini kita juga adakan kegiatan Go Green Hulu Migas bekerja sama dengan Riau Pos menyasar sekolah menengah atas (SMA/SMK), ini satu hal memberikan motivasi bahwa semangat sains urgensi, sains of traisis juga dipahami oleh para generasi muda.
‘’Inovasi-inovasi ini yang saya kira tentunya memacu mereka untuk bisa bersaing di kemudian hari karena generasi ini akan menjadi generasi yang tentunya berbeda dengan generasi kita saat ini karena tantangannya juga jauh lebih besar, nanti ke depan mereka harus juga memahami mengenai energi baru terbarukan lalu mereka harus juga bersaing dengan teknologi Artificial Intelligence (AI), robotik dan lain sebagainya yang notabenenya mereka harus kuasai lebih awal,’’ sebut Rikki.
Dalam kontek ini, kami bersama KKKS seluruh Sumbagut berperan serta dalam kampus merdeka yang ditetapkan oleh pemerintah dan kita kasih seluas-luasnya kemampuan mereka untuk mengeksplor tidak lupa juga kami beri kesempatan mereka untuk menulis ada program dinamika hulu migas kami kasih lagi kesempatan di tahun ini mereka untuk bisa berkontribusi untuk memotret, kegiatan hulu migas di area ring satu opereasi.
Industri migas tidak hanya berkecimpung dipencarian dan memproduksi migas saja, apa yang Anda lakukan dalam menyiapkan energi berkelanjutan?
Memang energi baru terbarukan gembar-gembor tahun 2021, 2022 unfortunately dinamika global memperlihatkan bahwa terjadinya krisis di Rusia, Ukraina lalu krisis di Medelis menyebabkan bahwa energi fosil masih menjadi main utama sumber energi. Walaupun demikian, Indonesia terikat protokol Kyoto dan pengurangan emisi ini yang menyebabkan kita paham bahwa energi fosil bersaing dengan energi baru terbarukan terhadap besaran investasinya, jadi kita mendorong KKKS kalau tidak sekarang kapan lagi untuk memproduksikan energi fosil di kesempatan saat saat terakhir ini sebelum nantinya berubah jadi energi baru terbarukan.
‘’Kami di industri hulu migas memahami bahwa ada takecarbon SKK Migas manajemen melihat suatu hal sangat penting sehingga kita menggalakkan kegiatan penanaman pohon, dari tahun ke tahun kami ditergetkan untuk pencapaian target penanaman pohon baik itu sebagai bagian dari kewajiban UPL-UPL ataupun daerah aliran sungai, pun kami mendorong KKKS untuk melakukan penanaman pohon secara mandiri, dari pohon ini lah kita berkontribusi terhadap pengurangan CO2 secara global,’’ sebutnya.
Ke depan tentunya teknologi pengeboran yang sudah kami laksanakan juga akan memanfaatkan green energy misalnya di pengeboran biotermal atau pun pengeboran lainnya, kita juga mendorong penggunaan gas lebih banyak karena akhir-akhir ini kita menemukan gas lebih banyak dari pada penemuan minyak. Jadi untuk mengganti mobil listrik dan listriknya disupport dari pembangkit gas, ini juga bagian satu hal dari rencana besar stategi nasional pemerintah Republik Indonesia.
Menurut Anda, bagaimana industri migas ke depannya?
Dari bauran energi di 2050 nanti secara proposional memang akan terus mengecil kontribusinya namun secara velumenya tetap masih besar. Jadi industri hulu migas dalam 5-10 tahun ke depan walaupun nanti kontribusi proposionalnya menurun tapi karena serat volume sangat dibutuhkan kita masih akan sangat penting sebagai penopang sumber energi nasional, jadi itu tadi kalau tidak sekarang kapan lagi maka proyek-proyek untuk percepatan pengeboran sumur ekplorasi percepatan dari sumur eksplorasi menjadi sumur produski ini menjadi satu hal utama.
Jadi kalau kita ikuti penemuan besar gengnot di Kalimantan diukuti dengan percepan persetujuan POD nya, diikuti dengan percepat target onstreamnya, andaman penemuan gas yang cukup besar di lepas laut Sumatera, itu juga diikuti dengan pengajuan POD pertama tanpulo yang kami targetkan selesai akhir tahun ini. Di Riau sendiri penemuan sumur eksplorasi astrea dengan hasil tes mencapai 3000 barell per day kami sampaikan bahwa kami sudah siap untuk awal bulan depan bulan November, bisa segera diproduksikan jadi bayangkan dari temuan di pertengahan tahun berada di darat kita gesah persetujuan administrasinya. Kita laydown pipanya untuk langsung berkontribusi jadi kalau tidak sekarang kapan lagi itu sudah mulai terasa di industri hulu migas.
Terkait Participating Interest 10% (Sepuluh Persen), sejauhmana peran SKK Migas Sumbagut dalam proses PI?. Ada berapa KKKS yang sudah menyerahkan PI-nya?
Provinsi Riau merupakan provinsi yang volumtir bagian utara untuk 10 persennya selesai jadi kami mencatat ada wilayah kerja Kampar saat ini dinahkodai oleh Energi Megah Persada (EMP), lalu ada wilayah kerja Siak juga sudah selesai dan tentunya kita paham bersama wilayah kerja Rokan akhir tahun 2023 sudah selesai PI 10% nya dan saat ini sudah dinikmati manfaatnya ke Pemerintah Provinsi Riau.
Ke depan mungkin kita doakan segera bisa selesai adalah wilayah Mahato, moga-moga bisa segera difinalkan bulan ini atau ngak di awal bulan depan proses di Jakarta. Lainnya ada wilayah kerja Malacca Street wilayah kerja Bengku, menyusul yang notabenenya menjadi atensi Bapak Pj Gubri Riau. Bagaimana kami di Perwakilan Sumbagut membantu proses penyelesaian adalah dengan kami mengedukasi baik BUMD daerah bagaimana mereka menyiapkan administrasi yang baik dan benar sehingga proses ada 12 atau 13 item yang nanti dicek proses yang harus dilalui ini tidak buang-buang waktu.
Terakhir kita ikut dalam hal bagaimana daerah bisa menyelesaikan secara mandiri proses pembagian share antar kabupaten dijembatani pelaksana studi oleh universitas lokal yang bonafit kita ikut hadir mendorong kesepakatan antar kabupaten atau pemerintah provinsi menjadi sebuah kunci keberhasilan proses yang cepat di Jakarta.
‘’Jadi engagement antara kami dengan fungsi PIC di Jakarta itu sangat baik sehingga koordinasi informasi bisa berjalan dengan aman dan nyaman baik pemerintahan provinsi maupun nanti di Kementerian ESDM dan proses ini lah yang menjadi ultimat sais orintid sehingga hasilnya bisa langsung dapat dinikmati selain itu juga kami mendorong tentunya BUMD untuk bisa perform, istilahnya mereka bisa tampil lebih ke depan ambil posisi untuk membantu penyelesaian-penyelesaain masalah di daerah, kami dorong mereka juga memberikan edukasi ke BUMD kabupaten penerima PI sehingga kalau kelancaran operasional migas di daerah atau kabupaten itu berjalan baik dan lancar tentunya dana bagi hasil lebih besar dan keuntungan bagi BUMD-BUMD kabupaten juga membesar ini paradigma ini yang harus kita teruskan rencananya ke depan kami dorong BUMD daerah untuk melaksanakan Focus Group Discussion bagaimana menjadi BUMD yang work cllas lah ke depan.***
Editor : M. Erizal