Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tokoh Masyarakat Sabakauh Doakan Irving Terpilih Jadi Bupati Siak, Tingkatkan Irigasi dan Jalan Perkebunan

Monang Lubis • Senin, 11 November 2024 | 10:09 WIB
Tokoh masyarakat di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabakauh, Kademo (75), mendoakan Irving Kahar Arifin terpilih menjadi Bupati Siak dalam kampanye dialogis, Sabtu (9/11/2024).
Tokoh masyarakat di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabakauh, Kademo (75), mendoakan Irving Kahar Arifin terpilih menjadi Bupati Siak dalam kampanye dialogis, Sabtu (9/11/2024).

SIAK (RIAUPOS.CO) -- Tokoh masyarakat di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabakauh, Kademo (75), mendoakan calon Bupati Siak nomor urut 1 Irving Kahar Arifin terpilih menjadi Bupati Siak di Pilkada 27 November 2024 mendatang.

Doa itu diucapkan Kademo saat menghadiri kampanye dialogis Cabup Siak Irving, Sabtu (9/11/2024) malam. Dia menilai sosok Irving punya komitmen untuk membangun Kabupaten Siak. Gelar insinyurnya menjadi bukti bahwa dia berpengalaman di bidang infrastruktur, sehingga pembangunan Siak lebih tepat jika dipimpin Irving Kahar.

"Mugi-mugi (semoga) Pak Irving terpilih menjadi Bupati Siak. Kami semua mendoakan Allah kabulkan," kata Kademo, saat sesi tanya jawab dalam kampanye dialogis.

Kesan Kademo saat melihat Irving, mengaku asing dengan wajahnya karena selama ini jarang muncul di publik. Namun, ternyata Irving orang yang berperan penting dalam arah pembangunan Kabupaten Siak, sejak awal berdiri, pemekaran dari Kabupaten Bengkalis.

Di balik doanya itu, Kademo yang juga mewakili petani di kampungnya meminta kepada Irving, jika sudah terpilih menjadi bupati, perhatikan nasib petani di Sungai Tengah. Saat ini petani memerlukan pembangunan infrastruktur untuk menunjang hasil pertanian.

"Kami di sini masyarakat kecil, hampir 90 persen petani, baik itu sawit dan padi. Yang terjadi sekarang pertanian kami istilahnya asem-aseman, kadang panen kadang gagal. Kendala persawahan kami saat ini air yang dipakai untuk sawah airnya asin, sehingga pertumbuhan padi tidak berkembang. Kami minta semoga Cabup Irving duduk, sehingga kami, dibangunkan sistem irigasi yang lebih baik untuk sawah kami," pinta Kademo.

Masalah lainnya, saat musim hujan pekebun kelapa sawit juga mengeluhkan akses jalan yang rusak dan hancur, menyebabkan hasil panen sulit dibawa ke luar.

"Musim hujan seperti sekarang ini kondisi jalan di kebun kami rusak dan becek, buah sawit kami tidak bisa keluar untuk dijual, kami mohon bantuannya dengan membangunkan jalan perkebunan. Karena di daerah perkebunan banyak masyarakat yang tinggal," tambahnya.

Merespon permintaan itu, Cabup Irving menyampaikan tetap komitmen dengan persoalan pertanian di Kabupaten Siak. Komitmen itu sejalan dengan program pemerintah pusat untuk menggalakkan ketahanan pangan nasional, apalagi Siak termasuk daerah lumbung pangan nasional yang persawahannya terletak di Kecamatan Bungaraya, Sungaiapit, Sungaimandau dan Sabakauh.

Cabup Irving juga dari awal berdiri Kabupaten Siak sudah menjadi pegawai Dinas PU. Dia membangun irigasi untuk pertanian di daerah lumbung pangan tersebut. Dia berjanji apa yang sudah dibangunnya akan terus ditingkatkan demi terwujudnya swasembada pangan di Siak.

"Saya ingat dulu waktu awal di sini namanya daerah irigasi Teluk Masjid sebelum Sungai Tengah, daerah persawahan dicanangkan seluas sekitar 500 hektare. Semua infrastrukturnya kami bangun di awal, namun sekarang perlu adanya peningkatan," katanya.

Soal irigasi, Irving menemukan masalahnya, air laut naik ke muara Sungai Siak. Saat masih menjabat Kepala Dinas PU Siak, dia sudah mengecek, tanggul tepi sungai yang dibangun sudah mengecil, tanahnya tergerus abrasi.

"Solusinya ada, saya pernah minta ke camat carikan lahan kosong untuk membuat semacam embung menampung air, kemudian air diendapkan hingga kadar air asinnya hilang, baru lah nanti dipompa dan dialiri untuk persawahan," papar Cabup Irving.

Cabup Irving mengaku punya pengalaman serupa saat masih berdinas di Kementerian PUPR. Cabup Irving membuat air baku untuk minum di Sungairawa, Kecamatan Sungaiapit sebelum Siak mekar jadi kabupaten. Langkah ini lah yang tepat untuk sistem irigasi dan masalah air untuk persawahan.

Cabup Irving juga menjanjikan bakal membangun infrastruktur jalan di kawasan perkebunan masyarakat. Sebagai penunjang perekonomian bagi petani.

"Karena bidang saya PU, tentunya saya berkomitmen menbangun infrastruktur di Siak. Kami tetap akan mengupayakan bagaimana itu terwujud, jika jalan tak bisa dibangun dari APBD, kami tarik anggaran dari APBD Provinsi atau dari APBN. Kebetulan Wamen PU Diana Kususmastuti sekarang berteman dengan saya dan pernah ke Siak, membantu program untuk Kota Pusaka Siak. Jadi insya Allah jika kami diamanahkan, kami minta untuk membantu Siak kembali," katanya.

Menurut Irving, ada empat poin jika terlaksana pembangunan infrastruktur terutama jalan. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang membantu kelancaran pendistribusian hasil sumber daya alam, menumbuhkan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan dan masalah lingkungan, dan keempatnya saling berkaitan.

Editor : RP Rinaldi
#irigasi #tokoh masyarakat #Irving kahar