TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) -- Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kuansing sepekan ini membuat Sungai Sinambek naik dengan arus yang deras. Akibatnya, jembatan darurat yang berada di perbatasan Desa Pulau Komang dan Desa Muaro Sentajo Kecamatan Sentajo Raya putus.
Dari pantauan Riaupos.co, Senin (11/11) di lokasi, para pengendara roda dua dan roda empat pun tidak bisa melewati ruas jalan itu. Mereka terpaksa harus memutar ke jalan alternatif Desa Pulau Komang Sentajo. Banyak diantara pengendara yang tidak tau dan terjebak. Untuk sementara, ruas jalan itu pun di tutup agar para pengendara tidak terlanjur melintas.
PJs Bupati Kuansing drg Sri Sadono Mulyanto MHan bersama Kepala Dinas PUPR Zulkarnain, Kabid Bina Marga Faisal, Camat Sentajo Raya Hevi Heri Antoni bersama perangkat desa setempat yang mendapatkan informasi, langsung melakukan peninjauan lokasi.
Pjs Bupati Kuansing Sri Sadono Mulyanto pun menanyakan solusi yang akan diambil oleh Dinas PUPR Kuansing. Dari peninjauan di lapangan, mereka sepakat untuk membuat akses jalan bagi pengendara roda dua. Sehingga akses masyarakat tidak terputus.
"Nanti Pemkab melalui Dinas PUPR akan membuat jalur untuk roda dua, sehingga akses masyarakat tidak terputus. Sementara untuk roda dua empat, sama sekali tidak bisa dilalui. Dan harus memilih ruas jalan alternatif lainnya," kata Sri Sadono.
Sementaranya Kadis PUPR Kuansing Zulkarnain menyebutkan, kejadian ini sudah yang kedua kalinya. Tahun lalu, jembatan yang dulunya adalah konstruksi box culvert juga jebol dihantam Sungai Sinambek yang meluap akibat banjir.
Lalu, Dinas PUPR Kuansing mengambil langkah penanganan darurat dengan memasang plat baja di badan jembatan. Tapi ternyata juga jebol dihantam arus sungai.
"Bahkan kita lihat di lapangan, konstruksinya patah sehingga tidak memungkinkan dilakukan darurat, harus dibangun permanen dengan konstruksi jembatan," kata Zulkarnain.
Dinas PUPR Kuansing di APBD 2025 Kuansing yang tengah dibahas, mengusulkan pembangunan jembatan permanen dengan konstruksi box greder. Dalam usulan itu, sesuai perencanaannya menelan anggaran Rp7 miliar dengan panjang 25 meter dan lebar 6 meter dan kelas B. "Insya Allah usulan ini disetujui DPRD. Sehingga bisa dibangun permanen. Kalau tidak, tentu tak akan kuat," kata Zulkarnain.
Editor : RP Rinaldi