PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Debit air Sungai Kuantan di Kuantan Singingi (Kuansing) terus meningkat. Kondisi ini disebabkan di bagian hulu sungai terjadi hujan yang merata. Namun, kenaikan debit air masih dalam kondisi wajar, Rabu (19/11). Meski demikian, masyarakat di sekitar sungai diminta tetap waspada.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing Yulizar mengatakan, dari data yang diterima BPBD, hingga 24 November 2024, Kuansing akan dilanda hujan dengan intensitas rendah dan sedang. “Yang kita khawatirkan, itu berlangsung lama dan merata mulai bagian hulu sungai,” ujarnya.
Makanya, masyarakat Kuansing yang tinggal di sepanjang Sungai Kuantan, terutama yang berada di bagian hilir, mulai Kecamatan Cerenti, Inuman, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, Pangean, Benai, yang lebih rendah diminta meningkatkan kewaspadaan.
BPBD Kuansing selalu siaga melakukan pemantauan debit air Sungai Kuantan di bagian hulu dan hilir. “Kan dibagian hulu, tepatnya di Lubuk Ambacang ada pengukur debit Sungai Kuantan. Kalau sampai tinggi debit Sungai Kuantan mencapai sekian meter, maka wilayah Kuansing bagian hilir banjir. Tapi sejauh ini air Sungai Kuantan masih wajar, meski debit air naik,” kata Yulizar.
Diketahui, Sungai Kuantan menjadi sungai paling besar di Kabupaten Kuansing. Sungai ini membentangi 11 kecamatan dengan puluhan ribu kepala keluarga (KK), mulai dari Kecamatan Hulu Kuantan, Kuantan Mudik, Gunung Toar, Kuantan Tengah, Sentajo Raya, Benai, Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, Inuman, dan Cerenti.
BPBD yang berada di lapangan terus mengimbau masyarakat Kuansing waspada banjir saat musim hujan datang. “Sekarang personel BPBD sudah stand by. Kita tetap berharap, tidak terjadi bencana. Namun waspada tetap harus dilakukan,” ungkap Yulizar.
Kondisi yang sama terjadi di Sungai Kampar. Kalaksa BPBD Kampar Agustar melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Adi Candra Lukita menjelaskan, curah hujan sudah tinggi tetapi belum berdampak signifikan terhadap volume air Sungai Kampar.
‘’Yang dikhawatirkan bukan di hulunya tetapi di hilir Sungai Kampar. Kalau dari Kampar Kiri sudah terisi, di Kampar Kanan sudah ada pertemuan dengan Kampar Kiri. Kemudian di daerah Langgam sudah mulai naik ini menyebabkan air tertahan di hilir di daerah Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu,” jelas Adi Candra.
Adi Candra menambahkan, dengan identitas hujan yang tinggi beberapa hari belakangan ini belum membuat kenaikan Sungai Kampar. Hujan lebat air sungai naik tetapi karena arusnya lancar mulai menyusut. “Karena resapan masih jalan dan anak-anak sungai belum ada yang melimpah sehingga belum berpengaruh terhadap volume Sungai Kampar,” jelas Adi Candra.
Plt Bupati Rohil Ingatkan Potensi Banjir
Intensitas hujan semakin sering terjadi di Bagansiapiapi dalam sepekan belakangan. Sejak Ahad (17/11), hingga Selasa (19/11) terpantau hujan terjadi setiap hari. Hujan memang tidak berlangsung lama, namun dalam sehari terjadi hujan beberapa kali. Seperti Selasa (19/11), hujan terjadi pada dini hari, selanjutnya siang dan sore.
Meskipun begitu dari pantauan di lapangan, genangan air yang biasanya muncul sebagai dampak dari hujan lebat masih belum ditemukan. Di beberapa titik rawan banjir seperti di Jalan Pelabuhan Baru, Jalan Lintas Kecamatan, Jalan Bahagia Ujung, dan beberapa titik lainnya di Kecamatan Bangko belum terjadi banjir.
Aktivitas masyarakat pun terlihat belum mengalami gangguan seperti pada kejadian banjir beberapa waktu lalu di Bagansiapiapi. Sementara Plt Bupati Rohil H Sulaiman SS MH mengingatkan agar semua pihak kembali meningkatkan kewaspadaan dengan potensi banjir yang bisa terjadi kapan saja. “Ya biasanya banjir terjadi akhir tahun dan kami tidak bosannya mengajak masyarakat waspada,” kata Sulaiman.
Menurutnya pemerintah daerah telah memberikan perhatian yang semaksimal mungkin untuk penanggulangan banjir seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Sejauh ini terangnya, untuk kondisi banjir yang parah terjadi pada bulan Oktober lalu, ribuan rumah warga terkena dampak berupa genangan air, begitu juga fasilitas atau akses umum seperti jalan, sekolah, dan lain-lain.
Di sisi lain, dirinya mengajak tetap waspada dengan kerawanan semakin maraknya kemungkinan binatang liar seperti ular yang merangsek ke rumah warga, begitu juga waspada dengan kejadian malaria yang saat ini masih merupakan keadaan luar biasa (KLB) di Rohil.(dac/kom/fad/das)
Editor : Rindra Yasin