Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jaga Persatuan dan Kesatuan NKRI

Dofi Iskandar • Senin, 16 Desember 2024 | 10:29 WIB
Ketua PW Muslimat NU Riau Hj Dinawati SAg MM saat mendampingi Ketua Umum PP Muslimat NU Dr Hj Khofifah Indar Parawansa
Ketua PW Muslimat NU Riau Hj Dinawati SAg MM saat mendampingi Ketua Umum PP Muslimat NU Dr Hj Khofifah Indar Parawansa

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Riau menggelar bedah buku di Balai Serindit, Aula Gubernuran Riau, Ahad (15/12). 

Kegiatan dihadiri Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dan juga Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Riau Imron Rosyadi.

Khofifah menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Kegiatan bedah buku ini disambut antusias, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, hingga generasi muda yang hadir. Semua tampak semangat menjunjung tinggi persatuan dan nilai-nilai kebangsaan harus terus dipupuk untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Dikatakannya, persatuan adalah modal utama bagi Indonesia sebagai negara yang terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya.

Terlebih, Islam sebagai mayoritas penduduk di Indonesia harus memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam merawat keberagaman dan menjaga keutuhan bangsa.

“Hari ini adalah titik kedua kita untuk membedah buku dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang tujuannya itu untuk pemersatu umat Islam Indonesia. Karena pada dasarnya PR di negeri ini persatuan, persatuan, persatuan,” katanya.

Dijelaskannya, umat Islam harus menjadikan perbedaan sebagai rahmat. Ia mengutip ungkapan, ikhtilafu ummati rahmatun, yang berarti bahwa perbedaan di antara umat harus dipandang sebagai berkah, bukan sumber perpecahan. 

“Jadi lebih penting dari itu sebetulnya kita mengajak semua pihak ayo bersatu, bersatu, bersatu. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk memecah belah umat atau bahkan bangsa,” jelasnya.

Ia juga mengajak semua pihak, tanpa memandang latar belakang, untuk bersatu dalam menjaga keutuhan NKRI. Karena menurutnya, melalui acara ini masyarakat dapat bersatu dan menjaga tali persaudaraan.

“Dengan begitu jangan sampai perbedaan itu menjadi sumber perpecahan umat, jangan sampai ada perpecahan dari komunitas untuk bangsa. Jadi sebetulnya niatannya adalah bagaimana memanggil memori seluruh warga bangsa, bukan hanya NU, bukan hanya muslimat. Tetapi kita semua menjadi referensi dalam membangun persatuan dan persaudaraan,” terangnya.

Imron Rosyadi mengapresiasi langkah tersebut. Ia menyampaikan kegiatan ini penting untuk mengenang perjuangan tokoh bangsa.

“Alhamdulillah, kegiatan bedah buku ini mengingatkan kita pada perjuangan seorang ulama besar sekaligus tokoh bangsa, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Buku ini ditulis cicit beliau, mengupas tentang bagaimana perjuangan beliau dalam menyatukan umat Islam dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ungkap Imron.(dof)

Editor : Rindra Yasin
#bedah buku #jaga nkri #pimpinan pusat NU #PW Muslimat NU Riau