PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar pada beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pekambaru masih terjadi, Rabu (18/12). Untuk mendapatkan solar, pengendara memilih menunggu karena tangki sudah kosong.
Hal ini dilakukan M Tarman, salah seorang sopir truk cold diesel bak terbuka ini yang turut antre bersama belasan sopir yang lainnya di SPBU Jalan Soekarno-Hatta, tak jauh dari Perumahan Damai Langgeng. Truk terparkir di bagian luar SPBU, tepatnya di tepian jalan lintas provinsi tersebut.
Mereka belum bisa melakukan pengisian solar karena sudah tiga jam menunggu SPBU belum dibuka petugas. Alhasil para sopir memilih tetap bertahan hingga stasiun pengisian solar dibuka. “Mau putar balik tak bisa lagi karena tangki sudah kosong, ya menunggu saja. Sudah ada tiga jam parkir, SPBU tak buka untuk pengisian solarnya,” ujarnya.
“Petugas juga nggak bisa memastikan solar kapan datang. Kata mereka stok solar sudah kosong dan kami disuruh menunggu saja,” timpal Heri, sopir truk lainnya yang ikut antrean di SPBU ini, Rabu (18/12).
Selain truk bak terbuka juga ada truk logistik yang parkir. Mereka juga menunggu pengisian solar dibuka. “Kosong kata petugas. Ya tunggu saja sampai buka lagi,” tambah Putra, salah seorang sopir truk logistik yang berada dalam antrean.
Di SPBU ini, antrean sepeda motor tidak terlalu panjang dan jalur pengisian pertalite masih lancar menjelang siang. Petugas SPBU menyebutkan, antrean pembelian solar kerap terjadi di SPBU ini. Namun, dirinya mengaku tak mengerti penyebab ini terjadi.
“Nanti pas dibuka, yang antre mereka, banyak truk yang datang. Kalau sekarang (kemarin, red) solar belum datang, mungkin sebentar lagi,” ujar perempuan petugas SPBU di Jalan Soekarno-Hatta ini yang tak bersedia disebutkan namanya.
Tak hanya di Jalan Soekarno-Hatta, antrean kendaraan juga terjadi di SPBU Jalan Imam Munandar/Harapan Raya, tepatnya di simpang lampu lalu lintas Jalan Kelapa Sawit. Pantauan Riau Pos, Rabu (18/12) terlihat antrean panjang kendaraan terjadi dari akses masuk SPBU hingga ke lampu lalu lintas.
Bahkan, pemilik ruko yang berada di pinggir jalan tersebut tampak kesal karena mobil yang antre tersebut sempat menutup akses jalan masuk ke ruko mereka. Pihak ruko juga memberikan tanda agar kendaraan tersebut mengantre tidak menutup akses masuk jalan ke ruko mereka.
Tidak sampai di situ, kendaraan yang berjejer satu baris di sepanjang jalan menuju pintu masuk SPBU bahkan menyebabkan kemacetan panjang. Apalagi kondisi SPBU berdekatan dengan traffic light (lampu lalu lintas). Mayoritas yang antre truk.
Kemacetan pun tak terelakan, apalagi di saat jam-jam sibuk seperti pagi dan siang hari. Tampak para sopir truk juga sebagian ada yang mematikan mesin kendaraan saat mengantre.
Bunyi klakson kendaraan lain yang berada dibelakangnya hendak melintas saling bersautan untuk berebut jalan. Ucok, salah seorang sopir truk diesel yang ikut antre mengatakan, dirinya sudah hampir berjam-jam antre di SPBU ini.
Ucok mengaku sengaja datang pagi-pagi ke SPBU untuk bisa mendapatkan BBM bersubsidi tersebut, tetapi tetap saja masih banyak kendaraan yang lebih dulu datang untuk mengantre. “Sudah hampir satu jam kami antre di sini. Solar susah sekarang. Kami juga nggak tahu apa penyebabnya,” ujar Ucok.
Ia menuturkan, di sejumlah SPBU lain dirinya juga harus ikut mengantre panjang agar bisa mendapatkan solar. “Mau tak mau ya ikut antre sejak pagi, dari pada tak dapat solar. Kalau antre siang, takutnya habis pula. Biasa seperti itu, kalau siang solar di SPBU rata-rata sudah banyak yang habis,” ujarnya.
Kekosongan solar juga terjadi di SPBU Simpang Pandau Pasir Putih. Bahkan, solar di SPBU ini terlihat kosong sejak Selasa (17/12) sore. Pada hari itu tidak banyak truk besar jenis roda 16 terlihat di areal SPBU, apalagi di pinggir jalan. Namun Rabu (18/12) dini hari, setidaknya ada tiga truk besar terparkir di luar pembatas SPBU yang sedang tutup. Truk-truk tersebut masih berada di sana hingga pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB.
Masih pantauan Riau Pos di SPBU yang sama sekitar pukul 11.15 WIB, jumlah truk makin banyak di areal SPBU, namun solar tidak tersedia. Bahkan, pantauan Riau Pos menjelang sore kemarin, solar di SPBU tersebut tetap belum tersedia. Alhasil, truk berbagai ukuran lebih banyak dari sebelumnya.
Seorang sopir truk yang akrab disapa Ucok saat ditemui mengatakan, truknya tidak mungkin lagi dibawa ke SPBU lain karena minyak sudah hampir habis. ‘’Nanggung, ketengan pun nggak ada. Timbang-timbang sambil istirahat,’’ ujarnya. Ucok mengaku memarkirkan truknya sejak pagi dan memilih bertahan hingga pasokan tiba.
Kapolda Riau Respons Cepat
Kelangkaan BBM jenis solar yang sejak beberapa hari lalu dikeluhkan masyarakat mendapat respons pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Tak tanggung-tanggung, Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal menurunkan langsung penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru.
Kasubdit IV Tipidter Reskrimsus Polda Riau Kompol Nasruddin menyebut, sesaat setelah mendapat informasi antrean solar di SPBU, Kapolda langsung memerintahkan untuk memeriksa dan mengecek ke lapangan.
Dengan melakukan serangkaian penyelidikan, Korps Bhayangakra juga turun langsung ke beberapa SPBU, Rabu (18/12). “Kami juga berkoordinasi secara intensif dengan Pertamina untuk mengatasi masalah ini. Tadi (kemarin, red) kami mendatangi sejumlah SPBU yang mengalami antrean panjang,” ujar Kompol Nasrudin.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan beberapa SPBU di Pekanbaru memang kehabisan kuota solar. Beberapa di antaranya seperti di SPBU Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Siak II, Jalan Sembilang, Jalan Riau, dan Jalan Garuda Sakti. “Namun, kami tidak menemukan adanya indikasi penyalahgunaan BBM,” kata Nasruddin.
Ia menambahkan, dari hasil koordinasi dengan pihak Pertamina, diketahui perusahaan Migas tersebut telah mengajukan permohonan penambahan kuota solar ke BPH Migas sejak awal Desember 2024. Permohonan ini telah disetujui, dan tambahan kuota sebanyak 4 ribu kiloliter telah didistribusikan ke SPBU-SPBU di Pekanbaru.
Berdasarkan informasi dari Pertamina, dengan adanya penambahan kuota ini, pasokan solar di SPBU Pekanbaru diperkirakan akan kembali normal pada 20 Desember 2024 mendatang. “Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan distribusi BBM di Pekanbaru berjalan lancar. Dengan langkah-langkah yang telah diambil ini diharapkan masalah kelangkaan solar dapat segera teratasi dan tidak terulang kembali di kemudian hari,” ujar Nasruddin.(ilo/dof/end/nda)
Editor : Rindra Yasin