Layanan kesehatan jantung Rumah Sakit (RS) Awal Bros makin hari makin meyakinkan. Dengan dukungan dokter spesialis dan paramedis yang andal, layanan makin terukur dan cepat.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Riau Pos mendapat kesempatan menyaksikan tindakan terhadap pasien penyakit jantung bawaan. Seorang pria 48 tahun, pasien ketujuh yang ditangani dokter jantung grup rumah sakit terbesar di Sumatera tersebut, Sabtu (21/12).
Saat Riau Pos tiba sekitar pukul 10.00 WIB, setidaknya empat dokter spesialis, satu diantara dokter jantung RS Awal Bros, dr Dasdo Antonius Sinaga SpJP (K) FIHA FAsCC FESC dan tiga dokter lainnya dari RS Jantung Harapan Kita Jakarta, ada di ruang Cathlab. Sejumlah perawat juga terlihat begitu cekatan membantu.
Awak media diminta untuk menggunakan APD, pasalnya proses sinar ray guna mendeteksi lubang jantung penyakit bawaan pasien sedang dideteksi secara presisi.
Satu ruang yang bersebelahan, dengan dinding kaya tembus ke ruang bedah, setidaknya ada dokter lagi. Mereka memonitor lewat layar 2 dari 4 layar yang menyala di ruangan itu. Komunikasi antara para dokter berbeda ruangan ini berlangsung intens.
Proses deteksi sukses, lalu proses penutupan lubang pada rongga jantung akibat penyakit jantung bawaan pasien, dimulai. Dalam hitungan waktu 45 menit sejak diambil tindakan operasi ini sukses. Sejumlah dokter keluar dari ruangan dengan rasa lega dan gembira.
Dokter spesialias jantung dr Dasdo ditemui tindakan medis itu menyebutkan, RS Awal Bros ini sudah menyediakan berbagai macam pelayanan. Salah satunya jantung yang sudah demikian komprehensif.
Selama dua hari ini hingga kemarin, pihaknya melakukan pelayanan pada pasien-pasien yang mengalami penyakit jantung bawaan. Penyakit jantung bawaan ini artinya ini sudah diderita sejak lahir, jadi ada kelainan pada jantung sejak pasien lahir tapi beberapa pasien itu terdeteksinya di usia lanjut.
"Khusus untuk 2 hari ini kita memberikan pelayanan kepada pasien-pasien penyakit jantung bawaan dewasa yang pada sekat jantungnya, antara jantung kanan dengan jantung kiri yang harusnya utuh itu ada lubangnya," kata dr Dasdo.
Pasien 48 tahun yang disaksikan wartawan kemarin, baru menyadari sakit jantung bawaannya dua tahun lalu. Awalnya dia menolak diambil tindakan, namun karena terus merasa sesak napas, akhirnya tindakan medis diambil.
dr Dasdo menyebutkan, semestinya tidak boleh ada lubang. Pada pasien ini ada penyakit jantung bawaan terhadap lubang pada sekat jantung antara kiri dan kanan. Jadi ada lubang di tingkat Ventrike namanya Ventricular Septal Defect (VSD) ada juga lubangnya itu pada di level atrium namanya Atrial Septal Defect (ASD).
"Hari ini (kemarin, red) yang kita lakukan, pasien ada lubang di antara pembuluh darah kanan dan kiri sebesar 4 mm. Udah kita tutup dengan menggunakan PDA. Prosesnya memakan waktu 45-50 menit.
Tadi berjalan dengan baik, tidak ada kendala dan kedepannya harapan kami juga hasilnya juga baik," jelas dokter muda nan enerjik ini.
Selain usia paruh baya, rentang 45 hingga 48, tim dokter jantung RS Awas Bros selama dua hari itu juga menangani pasien penyakit jantung bawaan berusia muda. Yaitu dua orang, 24 tahun dan juga 22 tahun yang ikut menjalani tindakan kemarin.
Adapun pasien 22 tahun yang ditangani tim dokter ini seorang ibu yang baru melahirkan. Kondisinya menurut dr Dasdo benar-benar butuh bantuan. Dia baru terdeteksi memiliki penyakit jantung bawaan saat melahirkan.
"Dia sempat dirawat di rumah sakit lain selama 3 minggu sesaknya nggak membaik. Kasihan dong, kalau sesaknya tidak membaik, penyakitnya tidak diketahui bisa berujung pada kematian. Akhirnya dia memutuskan untuk pindah rumah sakit mendapatkan pelayanan di sini. Segera kita ketahui melalui alat namanya Ecocardiografi," sebutnya.
Segera setelah itu sang pasien langsung dib erikan pelayanan dan pengobatan yang akhirnya bisa sehat . Nah hari ini kita mau lihat langsung ke dalam jantung melalui katetrisasi jantung. Apakah lubangnya itu masih bisa ditutup apa enggak, kalau memungkinkan dengan hasil baik kita akan tutup," tambah dr Dasdo.
Terkait tim dokter yang menangani pasien dua haru kemarin, dr Dasdo mengundang teman teman-temannya yang merupakan ahli jantung yang menurutnya punya kehalian dan pengalaman luar biasa dari RS Harapan Kita.
"RS Harapan Kita merupakan rujukan nasional, mereka sudah mengerjakan kasus ini banyak sekali, tapi kalau di Pekanbaru, di Riau ini kita mengumpulkan pasien dan kita undang mereka untuk membantu saya tujuannya adalah memberikan hasil yang optimal," kata dia.
Ada 4 orang dalam satu tim, 3 dokter, 1 perawat. Para dokter itu, dr Damba Dwisepto Aulia Sakti SpJP (K), dr Yovi Kurniawati Sp JP(K) dan dr Rina Ariani SpJP. Mereka sudah dokter sub spesialis khusus ahli di jantung anak dan dewasa, jantung bawaan. Khusus dr Rina Ariani, kata dr Dasdo, merupakan seorang dokter spesialis jantung yang khusus bagian ekokardiografi.
"Jadi mereka spesialisnya berbeda-berbeda. Selama dua hari ini kami bekerja sebagai tim yang luar biasa" tutupnya.(nda)
Editor : RP Bayu Saputra