PADANG (RIAUPOS.CO) - Semen Padang FC sulit beranjak dari zona merah. Tim berjuluk Kabau Sirah itu kembali meraih hasil negatif pada matchday ke-17 BRI iga 1. Tim kebanggaan Sumatrea Barat itu kalah 1-2 dari Arema FC di hadapan publik sendiri Stadion H Agus Salim Padang, Jumat (27/12/2024).
Kekalahan ini semakin memperburuk posisi Kabau Sirah yang tertahan di peringkat 17 klasemen sementara. Tim besutan Eduardo Almeida itu hanya unggul satu poin dari Madura United di dasar klasemen.
Sebaliknya, kemenangan ini membawa Arema FC melesat dari peringkat tujuh ke posisi empat dengan 28 poin. Merekad berada di bawah Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Persebaya.
Bermain di depan ribuan pendukungnya, Semen Padang FC mengawali laga dengan cukup baik. Pada menit ke-18, Firman Juliansyah mencetak gol pembuka lewat tembakan melengkung yang gagal dihentikan kiper Arema FC, Lucas Henrique Frigeri, membuat stadion bergemuruh.
Namun, keunggulan tuan rumah tak bertahan lama. Lima menit berselang, Charles Lokolingoy sukses menyamakan kedudukan untuk Arema FC setelah menerima umpan Salim Tuharea.
Gol ini sempat diprotes oleh para pemain Semen Padang yang menganggapnya off-side. Namun, setelah wasit Amri Nurhadi memeriksa VAR, gol dinyatakan sah.
Dominasi tim tamu berlanjut pada menit ke-33. Kesalahan koordinasi lini belakang Semen Padang, dimanfaatkan Salim Tuharea untuk mencetak gol kedua Arema FC memanfaatkan umpan Arkhan Fikri.
Skor 2-1 untuk keunggulan Singo Edan bertahan hingga laga usai, meski kedua tim memiliki peluang di babak kedua.
Laga ini juga menjadi ajang reuni bagi dua pelatih. Eduardo Almeida, pelatih Semen Padang, sebelumnya pernah menukangi Arema FC pada musim 2021/2022. Saat itu, ia bekerja bersama Kuncoro sebagai asisten pelatih.
Kini, Kuncoro yang menjadi pelatih sementara Arema FC mengaku memanfaatkan pengalamannya bersama Almeida untuk merancang strategi yang sukses membawa kemenangan bagi timnya.
Hasil ini mengukuhkan posisi Arema FC di papan atas klasemen sementara, memberikan mereka peluang lebih besar untuk bersaing memperebutkan gelar.***
Editor : RP Edwar Yaman