PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Manang Soebeti masuk ke dalam daftar mutasi perwira Polri yang ditandatangani Irwasum Komjen Pol Dedi Prasetyo, tertanggal 29 Desember 2024.
Dari daftar mutasi tersebut, Manang dipindah sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi.
Lantas bagaimana profil pria kelahiran Surabaya, 29 Juni 1980 tersebut?
Pria yang dikenal dengan sapaan Pak Bray ini, memang sangat familiar di kalangan masyarakat, terkhusus warga sosial media.
Bahkan sampai saat ini, Manang memiliki 105 ribu follower di Instagram dan 1,1 juta pengikut di Tiktok.
Manang resmi menjabat Dirresnarkoba Polda Riau pada 7 Desember 2023 silam. Saat itu ia masih berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).
Pada 1 Januari 2024, ia resmi mengalami kenaikan pangkat ke Kombes melalui korps rapot yang dipimpin Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal.
Sejumlah jabatan prestisius pernah diemban lelali berdarah Minang dan Jawa ini.
Seperti Kapolres Kapuas Polda Kalimantan Tengah pada 1 Mei 2020. Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kalteng pada 2019.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Polda Jawa Timur pada tahun 2016, Kapolsek Sawahan Polrestabes Surabaya pada 2012, dan sejumlah jabatan prestisius lainnya.
Di bidang pendidikan, Manang merupakan alumnus SMA Taruna Nusantara pada tahun 1998.
Dari sana, ia kemudian mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada tahun 2001.
Ia kemudian melanjutkan studi ilmu kepolisian STIK PTIK Polri dan lulus pada 2009.
Ia juga sempat melanjutkan studi Strata 2 di Universitas Airlangga Surabaya dan lulus pada tahun 2015.
Pada tahun 2017, Manang berkesempatan mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri.
Tidak sampai disana, Manang melanjutkan studi S3 di Universitas Islam Sultan Agung dan lulus pada tahun 2022 lalu.
Di Riau, Manang menjabat selama kurang lebih satu tahun. Dengan gaya kepemimpinannya yang cenderung humoris namun tetap tegas, ia bersama jajaran di Polda Riau berhasil mengungkap sebanyak 2.281 kasus narkoba.
Ada sebanyak 3.359 tersangka yang dipenjarakan. Baik bandar kecil maupun bandar besar jaringan internasional. Total ada 515,54 Kg sabu yang berhasil disita dari para bandar.
Kepada Riaupos.co, Kombes Manang mengaku selalu bersyukur dimanapun ia ditempatkan. Apalagi ia bukan tipikal orang yang memiliki banyak pantang.
"Sebagai anggota Polri saya siap ditempatkan dimana saja. Insha Allah, saya akan selalu maksimal dalam mengemban amanah," sebut Kombes Manang, Senin (30/12/2024).
Manang kemudian bercerita pengalamannya setahun menjabat di Riau. Dia mengaku ada banyak tantangan selama mengemban jabatan Diresnarkoba.
Apalagi, tupoksi yang harus ia jalani sangat penuh dengan risiko. "Macam-macam resiko kita hadapi. Yang namanya bandar, penjahat, mereka selalu melakukan berbagai cara agar bisa lolos. Termasuk mencoba melumpuhkan petugas," tuturnya.
Namun ia sangat senang dengan keramahan masyarakat Riau. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang rela memberikan informasi perihal peredaran narkoba.
Ia pun memanfaatkan keterbukaan masyarakat tersebut dengan membuka pengaduan di media sosial yang dipunya.
"Awalnya memang saya manfaatkan untuk menerima informasi dari masyarakat terkait peredaran narkoba. Kemudian berkembang," sambungnya.
"Dengan saya memberikan edukasi bahaya narkoba, berinteraksi secara langsung dengan netizen dan lain sebagainya," ungkapnya.
Ia berpesan kepada seluruh masyarakat Riau agar tetap menjauhi narkoba. Bila perlu, masyarakat semakin agresif untuk memerangi peredaran gelap narkoba. Yakni dengan selalu memberikan informasi kepada pihak Kepolisian.
"Jauhi narkoba, karena efeknya sangat berbahaya. Baik jangka panjang, maupun jangka pendek. Narkoba selain merugikan diri sendiri, juga merugikan orang terdekat. Keluarga terutama," pesannya.
Laporan: Afiat Ananda (Pekanbaru)
Editor : M. Erizal