PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Abdul Wahid-SF Hariyanto ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih periode 2025-2030. Keduanya ditetapkan dalam rapat pleno terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau di Hotel Grand Zuri Pekanbaru, Kamis (9/1).
Usai penetapan, Gubernur Riau terpilih Abdul Wahid menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Riau atas kepercayaan untuk memimpin Riau lima tahun ke depan. “Saya berterima kasih kepada masyarakat Riau yang telah memberikan amanah kepada kami,” ujar mantan anggota DPR RI ini.
Dirinya bertekad akan menjalankan amanah sesuai dengan janji kampanye dan bekerja lebih keras guna membawa Riau lebih maju dan bermarwah.
“In sya Allah kami akan jalankan amanah ini dengan sebaik-sebaiknya. Saya bersama Pak SF Hariyanto akan bekerja keras untuk membawa Riau lebih maju dan bermarwah,” tegasnya.
Dirinya mengaku akan merangkul semua pihak dalam memajukan Riau. Termasuk mengajak Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Riau nomor urut 2 Muhammad Nasir-Muhammad Wardan dan paslon nomor urut 3 Syamsuar-Mawardi M Saleh bersama-sama membangun Riau.
“Kami akan mengajak semua masyarakat, termasuk paslon 2 dan 3 untuk bersama-sama mewujudkan Riau maju. Rakyat sejahtera dan Riau bermarwah harus kita wujudkan,” tutur Wahid.
Jelang pelantikan, pihaknya akan melakukan inventarisasi permasalahan yang akan diselesaikan ke depannya. Kemudian juga melihat dari sisi anggaran, target-target yang akan dicapai serta menguatkan tim transisi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Riau terpilih SF Hariyanto juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Riau yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya bersama Abdul Wahid untuk mengemban amanah memimpin Riau. Begitu juga kepada pihak KPU dan penyelenggara pesta demokrasi yang telah bekerja keras menyukseskan Pilkada di Riau.
“Ini merupakan kemenangan bersama untuk seluruh masyarakat Riau. Tidak ada lagi kubu-kubu. Mari bersama membangun Riau untuk menuju Riau lebih maju dan bermarwah,” papar SF Hariyanto.
Rapat pleno terbuka penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau yang digelar KPU Riau kemarin tanpa dihadiri oleh tiga paslon peserta Pilgubri 2024. Abdul Wahid menjalankan ibadah umrah. Sedangkan, SF Hariyanto tak bisa hadir karena kurang sehat.Namun kegiatan ini tetap berjalan sesuai agenda. Surat Keputusan KPU Riau Nomor 23 Tahun 2025 dibacakan langsung Ketua KPU Riau Rusidi Rusdan.
“Kesatu, menetapkan paslon nomor urut 1 Abdul Wahid- SF Hariyanto dengan perolehan suara sebanyak 1.224.193 suara atau 44,31 persen dari total suara sah sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Riau terpilih periode 2025-2030 dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Riau tahun 2024,” katanya.
“Kedua, penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau sebagai mana dimaksud pada diktum kesatu ditetapkan sekaligus sebagai pengumuman pada Kamis (9/1), tepat pukul 14.42 WIB. Ketiga, keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Pekanbaru, Kamis (9/1), “ tambahnya.
Ditegaskan KPU Riau, keputusan yang dibacakan tidak ada keberatan dari Bawaslu dan sah ditetapkan. “Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim keputusan ini disahkan, pasangan nomor urut 1 Abdul Wahid-SF Hariyanto sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih dan mengucapkan alhamdulillahirabbilalamin rapat pleno terbuka ini selesai dan ditutup,” ungkapnya.
Selanjutnya berita acara dan surat keputusan ditandatangani bersama dan salinannya diserahkan kepada pihak terkait. “Ini adalah tahapan terakhir dari tugas dan fungsi KPU. Setelah ini akan diserahkan kewenangan kepada pemerintah. Semua ini adalah kerja bersama hingga sampai pada saat ini,” kata Rusidi.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Provinsi Riau telah memilih dan menggunakan hak suaranya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau tahun 2024. Sebagai penyelenggara dan diawasi oleh Bawaslu dan instansi lainnya, KPU melewati beberapa tahapan penting.
“Semua tak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Riau, forkopimda, Bawaslu Riau, instansi terkait dan pers Riau, serta masyarakat Provinsi Riau atas bantuan dan dukungannya dalam menyukseskan Pilkada 2024, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Semua adalah kerja kita hingga sampai kepada penetapan ini,” tuturnya.
“Soal ketidakhadirkan paslon nomor urut 1, nomor urut 2, dan nomor urut 3, sebenarnya sudah diundang. Tapi karena seluruhnya berhalangan maka diwakili,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Nahrawi mengatakan, setelah pleno penetapan ini selesai maka selanjutnya kewenangan Pemerintah Provinsi untuk proses pelantikan. “Sejauh ini Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2024 disebutkan pelantikan bupati dan wakil bupati/wali kota dan wakil wali kota dilaksanakan 10 Februari 2025. Untuk pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur itu 7 Februari 2025. Sementara, dasar ini yang dipergunakan dan belum ada perubahan secara resmi,” kata Nahrawi.
Dia juga menyatakan, Kamis (9/1) kemarin juga lima KPU kabupaten menggelar pleno terbuka penetapan paslon. Yaitu KPU Inhil, Inhu, Pelalawan, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Semuanya tidak ada proses gugatan di MK. Dia juga menegaskan, untuk yang tujuh daerah lagi, masih berproses di MK, makanya penetapan paslon terpilih akan dilakukan setelah semua proses di MK selesai.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Datuk Seri Taufik Ikram Jamil mengatakan, banyak harapan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih. Namun beberapa di antaranya adalah menyelesaikan sengketa agraria dengan mengedepankan kepentingan rakyat, apalagi di kawasan ulayat.
“Selain itu, tegakkan Pergub Nomor 45 dan 46/2018 tentang Muatan Lokal di Lembaga Formal dan Ruang Publik. Misalnya, galakkan ikon Melayu Riau seperti pada arsitiktur dan bahasa, contoh pada nama kegiatan. Semua ini selaras dengan karakteristik Riau di dalam UU 29/2022 tentang Provinsi Riau sebagai daerah beradat dan berbudaya Melayu,” harapnya.
Hal-hal di atas menurutnya merupakan sesuatu yang mendesak. Sebab selain dihadapkan pada dinamika internal, semua hal di atas berhadapan dengan persoalan regional dan global. Lahan misalnya, tidak akan bertambah, sementara perebutan terhadapnya makin besar. Kondisi ini dapat menjadi bom waktu bagi kantibmas, sedangkan jaminan ketersediaan lahan pada masa depan amat kabur.
“Pewarisan budaya melalui pendidikan dan ruang publik menjadi niscaya karena kecenderungan seluruh entitas budaya mengembangkan dirinya sebagaimana ditandai futuristik. Jadi, kalau budaya tidak diwariskan, mempercepat arus globalisasi mencaplok budaya tempatan,” sebutnya.
Kasmarni-Bagus Santoso Siap Lanjutkan Pembangunan
Selain KPU Riau, KPU Bengkalis juga menggelar rapat pleno terbuka penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis di Aula Gedung Daerah Laksamana Raja di Laut, Selatpanjang. Pleno ini tak dihadiri Paslon Syahrial-Andika Putra Kenedi (Sandi) maupun tim pemenangannya.
Namun, paslon terpilih Kasmarni-Bagus Santoso (KBS) hadir bersama tim pemenangan serta 10 partai pengusung dan tamu undangan lain dari forkopimda, bawaslu, serta PPK se-Kabupaten Bengkalis. Suasana rapat pleno tidak ada hal yang istimewa karena kemenangan KBS, memang sudah diprediksi sebelumnya. Sehingga suasanya rapat pleno hanya ada tepuk tangan para pendukung KBS saat KPU menetapkan paslon terpilih.
“Ya, berdasarkan hasil rekapitulasi suara, pasangan Kasmarni-Bagus Santoso memperoleh 217.466 suara, atau sekitar 80 persen dari total suara sah. Dengan ini, mereka resmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Bengkalis,” ujar Ketua KPU Bengkalis, Agung Kurniawan.
Ia mengharapkan, ke depan Bupati Bengkalis terpilih dapat mendukung KPU Bengkalis terutama persoalan gedung KPU Bengkalis yang masih sangat minim sarana dan prasarana pendukung. Karena selama ini KPU masih menyewa gudang untuk keperluan penyimpanan logistik pemilu.
“Jadi kami berharap Bupati dapat membangun gudang di lahan yang ada dibelakang kantor kami yang masih sangat luas, dari pada kami harus menyewa gudang yang dananya bisa untuk penghematan belanja KPU,” harapnya.
Usai penetapan, Kasmarni-Bagus Santoso diberikan kesempatan menyampaikan sambutan. Kasmarni menyampaikan rasa bersyukur dan berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan Kabupaten Bengkalis.
“Apa yang telah ditetapkan kepada kami adalah amanah yang akan kami emban dengan sebaik-baiknya. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan melupakan perbedaan demi masa depan daerah yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Kasmarni.
Ia juga mengapresiasi, para penyelenggara baik KPU, Bawaslu dan jajarannya serta pihak keamanan dan seluruh elemen masyarakat yang berkolaborasi menyukseskan Pilkada Serentak 2024.
“Terima kasih kepada KPU, Bawaslu, aparat TNI-Polri, rekan-rekan media, dan masyarakat yang telah mendukung proses demokrasi ini sehingga berjalan lancar, damai, dan demokratis,” ujarnya.
Kasmarni menyebutkan, setelah penetapan ini pihaknya mengajak semua komponen masyarakat kembali bersatu dan tidak ada lagi peroalan dukung-mendukung. Karena sudah ada penetapan pemenangnya dan kemenangan ini adalah milik masyarakat.
Tagline Perubahan Segera Berjalan
Ade Agus Hartanto SSos MSi dan Ir H Hendrizal MSI resmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) periode 2025-2030 melalui rapat pleno terbuka, Kamis (9/1). Penetapan ini berdasarkan hasil Pemilihan Bupati dan Wabup Kabupaten Inhu 2024 dengan perolehan 110.311 suara atau 58,85 persen.
Ketua KPU Inhu Ronaldi Ardian SH saat rapat pleno membacakan berita acara dan surat keputusan (SK) penetapan paslon terpilih. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan oleh ketua dan anggota KPU. Usai ditandatangani sebut Ronaldi, SK penetapan paslon terpilih akan diserahkan kepada DPRD Kabupaten Inhu, paslon terpilih, parpol, dan Bawaslu. “Kami juga akan menyampaikan SK penetapan kepada KPU Riau dan KPU RI,” sebut Ronaldi.
Bupati Inhu terpilih Ade Agus Hartanto juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Inhu yang telah menentukan pilihan. “Terima kasih kepada penyelenggara di setiap tingkatan dan TNI Polri yang sudah bekerja dan menyukseskan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024,” ucap Ade Agus Hartanto.
Ia juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Inhu. “Saat ini tidak ada lagi, 01, 02, dan 03. Mari pererat persatuan dan kesatuan untuk Kabupaten Inhu yang lebih baik,” ajakmya.
Ade mengatakan, sebelum pelantikan, pihaknya sudah membentuk tim transisi yang tugasnya meliputi sebelum pelantikan, selama transisi dan pasca-pelantikan bupati dan wabup terpilih. Sebelum pelantikan tugasnya, mengoordinasikan proses serahterima jabatan, menyiapkan dokumen dan data pemerintahan, dan mengidentifikasi kebutuhan dan prioritas pemerintahan baru.
Sementara tugas tim transisi selama transisi meliputi, mengelola proses transisi kelembagaan dan personel, menyusun rencana kerja dan anggaran serta mengkoordinasikan dengan instansi vertikal dan horizontal. Kemudian pasca-pelantikan yakni, membantu pelantikan kepala daerah baru, mengawasi pelaksanaan program kerja, dan menyelesaikan sisa-sisa urusan pemerintahan lama.
Makanya, salahsatu tugas utama setelah dilantik akan menjalankan apa yang menjadi catatan oleh tim transisi. “Tagline perubahan yang kami usung, berawal dari catatan transisi,” sebutnya.
Zukri–Tamrin Siap Jaga dan Jalankan Amanah
KPU Kabupaten Pelalawan juga secara resmi menetapkan pasangan Zukri Misran dan Husni Thamrin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan terpilih dalam Pilkada 2024. Penetapan ini dilakukan dalam rapat pleno terbuka di Aula Kantor Bappeda Pelalawan, Kamis (9/1). Pleno dipimpin langsung KPU Pelalawan Bapri Naldi yang membacakan surat keputusan penetapan.
Acara ini ditandai dengan pemukulan palu sidang, simbolisasi penetapan resmi pasangan calon nomor urut 2 yang meraih 101.076 suara atau 62,31 persen dari total suara sah. “Dengan ini, pasangan H Zukri dan H Husni Tamrin resmi ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan terpilih,” terang Ketua KPU Pelalawan Bapri Naldi saat membacakan berita acara penetapan.
Setelah pembacaan keputusan, salinan berita acara dan keputusan KPU diserahkan kepada pasangan Zukri-Husni Tamrin serta perwakilan partai pengusung. Dalam sambutannya, Zukri yang didampingi oleh Husni Thamrin menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Pelalawan atas kepercayaan yang diberikan.
Mereka siap menjaga dan menjalankan amanah masyarakat Kabupaten Pelalawan. “In sya Allah, kami tidak akan menyia-nyiakan amanah ini. Kami berkomitmen untuk bekerja maksimal demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pelalawan untuk membangun Negeri Seiya Sekata ini yang menawan yang lebih maju lima tahun ke depan” beber Zukri.
Ditambahkannya, pemilu sudah berlalu dan pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat Pelalawan bersama dapat bersinergi membangun Pelalawan yang menawan yang lebih maju. “Kami juga mengajak pasangan H Nasarudin-H Abu Bakar untuk bersama bergandeng tangan membangun Pelalawan,’’ ujarnya.
‘’Pemilu sudah selesai dan kini saatnya kita bekerja untuk Pelalawan yang kita cintai. Jadi, mari bersinergi bersama membangun Pelalawan. Doakan kami agar selalu istiqamah dalam menjaga dan menjalankan amanah ini,” tambahnya.
Ditambahkannya, menjelang pelantikan, pihaknya telah membentuk tim transisi. Tim ini akan melakukan inventarisasi permasalahan yang tentunya akan diselesaikan ke depannya. “Kami juga akan melihat dari sisi anggaran, target-target yang akan dicapai. Dalam hal ini kami akan melibatkan pihak swasta dan juga perusahaan untuk berkolaborasi mewujudkaan kemajuan pembangunan di Pelalawan melalui program CSR yang telah memiliki payung hukum berupa perda,’’ ujarnya.
“Intinya, kami berkomitmen menjalankan amanah yang telah diberikan masyarakat Pelalawan kepada Zukri-Tamrin untuk mewujudkan Pelalwan Menawan yang lebih maju 5 tahun ke depan. Setelah dilantik nanti, kami tentunya akan langsung tancap gas merealisasikan kemajuan Negeri Seiya Sekata ini,” tuturnya.
Herman-Yuliantini Ucapkan Terima Kasih
Herman-Yuliantini ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) terpilih dan peraih suara terbanyak pada Pilkada Inhil 27 November 2024. Hal itu diketahui melalui rapat pleno terbuka, Kamis (9/1) pagi.
Ketua KPU Inhil Syamsul Masjan menjelaskan penetapan pasangan calon sesui dengan Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2024. “Pleno saat ini merupakan rangkain terakhir dari seluruh tahapan Pilkada Serentak 2024 lalu,” jelasnya.
Dalam Pilkada Serentak 27 November 2024, Herman-Yuliantini dengan nomor urut 4 mampu memperoleh suara sah sebanyak 160.286 suara atau 57,62 persen.
Bupati dan Wakil Bupati Inhil terpilih periode 2024-2029 Herman-Yuliantini mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan segenap penyelenggara Pilkada Serentak 2024.
“Tidak ada lagi nomor satu, dua, tiga, dan empat. Namun yang ada kini persatuan untuk kemajuan bersama,” paparnya.
Asmar-Muzamil Bersyukur
Asmar dan Muzamil ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti terpilih melalui rapat pleno terbuka di Ballroom Grand Meranti Hotel, Kamis (9/1). Pleno ini tak dihadiritiga pasangan lain seperti Mahmuzin Taher- Iskandar Budiman, Basiran- Yulian Norwis, dan Masrul Kasmy- Fauzi Hasan.
Ketua KPU Kepulauan Meranti, Katmuji menjelaskan, meski telah diundang, tak diwajibkan seluruh paslon hadir. “Semua paslon diundang melalui LO dan ketua tim pemenangan. Namun hanya satu pasangan calon yang hadir yaitu, paslon nomor urut 1 atau pemenang saja,” kata Katmuji.
Asmar engaku bersyukur usai ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti. “Kalau ditanya perasaan, siapapun manusianya pasti bahagia, dan juga bupati itu milik semuanya,” ungkap Asmar.
Ia mengatakan bahwa posisi mereka sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti yang ditetapkan merupakan milik semua masyarakat Kepulauan Meranti. “Tidak ada nomor 1, nomor 2, 3, dan 4. Jadi milik semua masyarakat Kepulauan Meranti,” tuturnya.
Asmar mengatakan setelah penetapan tersebut, pihaknya tinggal menunggu surat keputusan dari Kemendagri dan Pemerintah Provinsi Riau untuk pelaksanaan pelantikan.(sol/ind/kas/ksm/amn/wir/das)
Editor : Rindra Yasin