PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pekanbaru telah dimulai sejak Senin (13/1). Tahap awal, program ini menyasar sejumlah sekolah di Kecamatan Marpoyan Damai dan Kecamatan Tuah Madani. Pelaksanaan program ini pun dipantau Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan dilakukan evaluasi.
“Ada beberapa hal evaluasi kami hari ini (kemarin, red), khususnya kami sampaikan untuk pihak sekolah. Pertama untuk air minum harus bawa dari rumah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, Selasa (14/1).
Menurutnya, program pemberian makan bergizi gratis ini sudah memiliki kewenangan berbeda-beda. Untuk penyedia makanan dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kemudian, Disdik hanya mengatur durasi dan distribusi makanan kepada para siswa.
Pemberian makanan bergizi gratis ini juga dilakukan setiap hari, atau lima hari dalam satu pekan. “Kalau makanannya bergizi, tentu anaknya sehat. Kalau anaknya sehat tentu cerdas. Ini yang dipersiapkan untuk Indonesia Emas 2045. Pemerintah Kota Pekanbaru sangat mendukung program ini,” terang Jamal.
Ia menjelaskan, pada rencana awal program ini berjalan pada 6 Januari 2025 serentak se-Indonesia. Namun, karena ada kendala di Kota Pekanbaru makanya baru dimulai pada awal pekan ini.
Tahap awal, program makan bergizi gratis bersumber dari tiga dapur umum BGN. Dapur pertama di Kecamatan Sukajadi untuk menyuplai makanan ke 11 sekolah, dapur kedua di Kecamatan Tuah Madani untuk menyuplai 8 sekolah, dan dapur umum ketiga di Kecamatan Marpoyan Damai untuk menyuplai 3 sekolah.
“Yang hari ini (kemarin, red) beroperasi baru dapur umum Tuah Madani untuk 8 sekolah sekitar 3.010 siswa dan Kecamatan Marpoyan Damai ada 3 sekolah untuk 2.010 siswa,” jelasnya.
Ia menambahkan, sasaran penerima makan bergizi gratis ini akan diperluas dalam beberapa bulan ke depan. Secara bertahap akan diberikan nanti terhadap anak-anak mulai PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA di Pekanbaru.
Pantauan Riau Pos, pelaksanaan MBG perdana di SMP Negeri 25 Pekanbaru berjalan lancar. Sekitar pukul 12.00 WIB, paket nasi sudah mulai diantar ke sekolah di Jalan Kartama, tidak jauh dari Jalan Kaharuddin Nasution.
Sesaat kemudian, paket makanan tersebut dibagikan pada setiap siswa di ruang kelasnya masing-masing. Sebelum menyantap makanan, para siswa terlebih dahulu mencuci tangannya dilanjutkan dengan berdoa.
Dalam paket MBG tersebut, ada nasi, sayur tumis toge, tempe, sepotong ikan goreng yang dibalut tepung krispi, dan satu buah jeruk. Namun, tidak ada susu dalam paket yang diberikan, sama seperti di beberapa daerah di Indonesia lainnya yang lebih dulu menjalankan program ini.
Namun, Kepala Puskesmas Simpang Tiga Sri Elfida Sri Elfida mengatakan porsi nasi dan lauknya yang dibagikan ke para siswa sudah mencakup kecukupan gizinya. “Sudah ada proteinnya, sayurnya dan buahnya ada. Kecukupan gizinya sudah,” terangnya.
Berkaitan dengan menu susu yang masih belum tampak disajikan di beberapa daerah, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan, susu ini bisa diberikan, bisa tidak. Sebab, menu ini pun punya bahan pengganti yang lain seperti tempe dan tahu.
”Susu ini kandungan utamanya kan protein, vitamin, dan mineral. Jika itu bisa digantikan bahan makanan lain, artinya kecukupan proteinnya sudah terpenuhi,” jelasnya pekan lalu.
Selain itu, menu susu ini berkaitan dengan lokasi. Jika memang lokasi SPPG jauh dari sentra sapi atau sentra susu, boleh diganti dengan menu lain. ”Jadi, ketersediaan susu jadi bahan evaluasi, tetapi mohon untuk bisa diperhatikan bahwa ini tidak selalu harus ada. Yang penting kandungan gizi itu tercukupi,” tegasnya.
Pelaksanaan Program MBG perdana di Pekanbaru ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru Dr H Abdul Jamal MPd, Kabid SMP Disdik Dr Irpan Maidelis, Kepala Puskesmas Simpang Tiga Sri Elfida, Kepala SMPN 25 Pekanbaru Dr Asbullah, Sekretaris Komite SMPN 25 Pekanbaru Juli Indrawan Lubis, dan juga para guru.
Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Irpan Maidelis mengatakan, pelaksanaan makan bergizi gratis dilaksanakan di beberapa sekolah di Kota Pekanbaru. Kegiatan perdana langsung dipantau Dinas Kesehatan (Diskes) dan Disdik Pekanbaru.
“Kesiapan dapur Kecamatan Marpoyan Damai untuk perdana melaksanakan kegiatan MBG sebanyak 2.051 porsi, untuk tiga sekolah penerima manfaat,” ujar Irpan. “Sekolah yang diantarkan ada SMPN 25, SMPN 34, SDN 193, dan SDN 167 Pekanbaru dengan jam pengantaran disesuaikan dengan jam istirahat setiap sekolah,” sebutnya.
Sekolah lainnya yang mendapatkan penyaluran makan bergizi gratis yakni TK Harapan Bangsa, Ra Al Hidayah, SD Al Hidayah, TK Ramadhani, SD Fadhillah, SMA Fadhillah, dan MTsS Fadhillah. Program MBG perdana dilaksanakan di dua kecamatan yakni Kecamatan Tuah Madani dan Kecamatan Marpoyan Damai. Selanjutnya baru menyebar ke kecamatan yang lainnya.(ilo)
Editor : Rindra Yasin