Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Banjir di Pelalawan dan Kampar Meluas, Sekolah Diliburkan dan Tempat Wisata Tenggelam

Tim Redaksi • Selasa, 21 Januari 2025 | 09:24 WIB
Objek wisata Pulau Cinta Dusun Teluk Jering, Desa Teluk Kenidai Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar tenggelam dilanda banjir, Senin (20/1/2025).
Objek wisata Pulau Cinta Dusun Teluk Jering, Desa Teluk Kenidai Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar tenggelam dilanda banjir, Senin (20/1/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Banjir di Kabupaten Pelalawan dan Kampar semakin meluas. Dampak musibah ini pun semakin besar. Di Pelalawan, kegiatan belajar mengajar tiga sekolah dasar terpaksa diliburkan. Sedangkan di Kampar, dua tempat wisata tenggelam.

Musibah banjir yang melanda 18 desa dan kelurahan yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Pelalawan saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Enam kecamatan tersebut yakni Kecamatan Pangkalankerinci, Langgam, Pelalawan, Ukui, Pangkalan Kuras, dan Bandar Sungai Kijang.

Tidak hanya menggenangi sejumlah permukiman warga, banjir yang telah berlangsung sejak sepekan terakhir ini juga mengakibatkan putusnya sejumlah ruas badan jalan. Aktivitas warga yang melewati jalur tersebut terganggu dan masyarakat setempat terisolir.

Bahkan banjir juga sejumlah fasilitas umum (fasum) termasuk sekolah. Kegiatan pendidikan lumpuh total akibat kegiatan belajar mengajar diliburkan. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pelalawan, Leo Nardo MPd mengatakan, setidaknya ada tiga sekolah di Kecamatan Pangkalankerinci dan Langgam terpaksa diliburkan sejak Jumat (17/1) lalu hingga saat ini.

Tiga sekolah tersebut di antaranya dua sekolah di Kecamatan Pangkalankerinci, yakni Sekolah Dasar Negeri (SDN) 001 Desa Rantau Baru dan SDN 002 Desa Kuala Terusan. Sedangkan satu lagi, SDN 004 Kecamatan Langgam yang berada di Dusun Muara Sako. “Aktivitas di tiga sekolah ini akan kembali dilanjutkan jika kondisi banjir  telah mengalami penyurutan total,” bebernya. 

Leo Nardo menambahkan, pihaknya akan mengeluarkan surat edaran terkait pola pembelajaran bagi sekolah yang diliburkan. Yakni belajar mengajar dengan sistem daring dan memberikan pelajaran tambahan kepada para pelajar. Sehingga para murid tidak ketinggalan pelajaran.

“Apalagi siswa kelas VI akan menghadapi ujian akhir sekolah. Sedangkan murid kelas I sampai V dalam waktu dekat mengikuti ujian semester. Sehingga hal ini perlu usaha keras dari pihak guru di sekolah,” tuturnya.

Di Kecamatan Pangkalankerinci, banjir telah merendam akses jalan warga dan sejumlah fasilitas umum di dua desa dan tiga kelurahan. Yakni Desa Rantau Baru, Desa Kuala Terusan, Dusun Kualo Kelurahan Pangkalankerinci Kota, Kelurahan Pangkalankerinci Timur dan Kelurahan Pangkalankerinci Barat. 

Di mana banjir yang telah terjadi sejak  sepekan terakhir, saat ini kian meninggi dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Selain memutus akses transportasi darat warga setempat, banjir juga telah menggenangi ribuan rumah penduduk. 

Salah seorang warga Dusun Kualo, Kecamatan Pangkalankerinci bernama Yuli mengatakan, setidaknya saat ini ada sebanyak  66 Kepala Keluarga (KK) dengan 247 jiwa serta 3 unit fasum yang telah digenangi banjir sejak sepekan terakhir. Namun, sampai saat ini belum ada bantuan serta kepedulian dari berbagai pihak, baik Pemkab Pelalawan melalui instansi terkait serta pihak perusahaan.

“Memang kami akui, daerah kami yang merupakan daerah bantaran sungai. Setiap tahunnya mengalami banjir, bahkan menenggelamkan rumah warga. Tapi, macam mana lagi, kami tidak punya pilihan lain dan terpaksa tetap bertahan disini karena tidak punya lahan lain untuk membangun rumah,’’ ujarnya. 

“Dampak yang paling susah kami alami adalah mengantar anak kami sekolah dengan kondisi air yang telah merendam akses jalan dengan ketinggian selutut orang dewasa. Harapan kami cuma satu agar Pemkab Pelalawan dapat membuat akses jalan bebas banjir. Paling tidak jalan yang sudah ada ini ditinggikan lagi sehingga dapat dilalui menggunakan sepeda motor yang kami miliki,’’ tambahnya. 

Selain Kecamatan Pangkalankerinci, banjir juga telah melanda sejumlah desa di Kecamatan Langgam. Seperti yang diungkapkan Camat Langgam, Maskandar SPt. Saat ini ketinggian air di Kelurahan Langgam khususnya Dusun Muara Sako mencapai 1 meter lebih akibat meluapnya air Sungai Kampar. 

Dan selain berdampak pada perekonomian warga, banjir ini juga telah menyebabkan sebanyak 490 KK dengan 1.960 jiwa menjadi korban. Selain itu, ada 8 unit fasum terdiri dari sekolah hingga musala telah digenangi air. Kemudian di Desa Tambak ada 43 KK dengan 176 jiwa. Belum ada fasum yang tergenang.

Total di Kecamatan Langgam 533 KK dengan 2.136 jiwa. Meski tidak menenggelamkan rumah warga, namun dampak dari banjir ini membuat warga terisolir akibat putusnya akses jalur darat. “PT EMP Bentu Limited telah turun untuk memberikan bantuan sebanyak 80 paket. Namun sejauh ini, bantuan dari Pemkab Pelalawan masih belum disalurkan kepada warga,’’ ujarnya. 

Begitu juga dengan perusahaan lainnya, meski telah disurati. “Untuk itu, kami berharap agar Pemkab Pelalawan dan juga perusahaan dapat segera menyalurkan bantuan kepada warga korban banjir, khususnya Kecamatan Langgam” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan Zulfan MSi menambahkan, pihaknya telah melayangkan surat permohonan bantuan sosial kemasyarakatan buat warga yang terdampak banjir ke BPBD Riau untuk diteruskan ke Dinas Sosial Pelalawan. Hal ini mengingat anggaran daerah Pelalawan yang sangat terbatas.

“Untuk itu, kami akan kembali melakukan koordinasi dengan Pemprov Riau agar usulan bantuan korban terdampak banjir di Pelalawan ini dapat diakomodir sehingga upaya penanggulangan banjir khususnya penyaluran bantuan kepada warga korban banjir dapat segera diberikan,” tuturnya.

Mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan mengatakan, telah mendata warga yang terdampak banjir di Pelalawan sebanyak 3.311 KK atau 11.577 jiwa, dan 70 unit fasum ikut tergenang air yang tersebar di enam kecamatan.

Zulfan mengatakan, banjir tersebut juga telah memutus akses jalan darat sejumlah desa dan kelurahan. Sehingga aktivitas masyarakat hanya bisa ditempuh menggunakan alat transportasi air seperti sampan ataupun pompong. “Terbaru, banjir juga telah nyaris memutus badan Jalan Sultan Syarid Hasyim, Kelurahan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalankerinci dengan ketinggian air sekitar 60-70 cm,’’ ujarnya.

Kalaksa BPBD Pelalawan ini menyebutkan, banjir belum menyentuh badan jalan lintas timur, khususnya Desa Kemang. Namun, Kamis (23/1) diperkirakan air Sungai Kampar naik hingga 50 cm karena dibukanya pintu pelimpahan Waduk PLTA Koto Panjang.

Apalagi, sepekan ke depan curah hujan di Riau masih tinggi. Sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hal ini diungkapkan Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim SSK II Pekanbaru Irwansyah Nasution, Senin (20/1).

“Karena sebagian besar wilayah Riau diperkirakan masih akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat maka diharapkan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” tegasnya.

Di Kampar, sejak dibuka lima pintu pelimpahan waduk PLTA Koto Panjang, daerah di bantaran Sungai Kampar langsung banjir. Salah satunya melanda Desa Buluhcina, Kecamatan Siak Hulu dan menenggelam Objek Wisata Pulau Cinta, Desa Teluk Kenidai dan Objek Wisata Sungai Gelombang, Desa Sipungguk, Kecamatan Salo.

‘’Dari hasil pengecekan di Desa Buluhcina banjir sudah merendam rumah masyarakat, fasilitas umum, dan perkebunan milik warga,’’ ujar Kepala Desa Buluhcina Azrianto, Senin (20/1).

Azrianto menjelaskan banjir sudah mengenangi badan jalan setinggi 10 cm sampai 20 cm di Desa Buluh cina. Banjir juga sudah memasuki rumah masyarakat dengan ketinggian air 90 cm sampai 100 cm (1 meter). ‘’Fasilitas umum berupa masjid dan sekolah sudah tergenang banjir luapan Sungai Kampar dengan ketinggian air 15 cm sampai 30 cm,’’ jelas Azrianto.

Azrianto menjelaskan, hewan ternak sudah diungsikan ke tempat yang lebih tinggi. Warga sudah membuat panggung di dalam rumahnya untuk tempat istirahat dan penyimpanan peralatan rumah tangga lainnya agar tidak basah oleh banjir. ‘’Yang terdampak banjir di Dusun 1 sebanyak 80 rumah, Dusun 2 sebanyak 82 rumah, Dusun 3 sebanyak  70 rumah, dan  Dusun 4 sebanyak 87 rumah,’’ tegas Azrianto.

’’Sedangkan perkebunanan milik warga sudah ada yang digenangi banjir air Sungai kampar berupa kebun kelapa sawit seluas lebih kurang 8 hektare, kebun karet seluas lebih kurang 2 hektare, kebun palawija berupa pisang, umbi-umbian, labu, mentimun, kacang dan lain-lain lebih kurang 3 hektare.

Sementara itu, Objek Wisata Pulau Cinta Dusun Teluk Jering, Desa Teluk Kenidai Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar  tenggelam dilanda banjir sejak Selasa (14/1) lalu. ”Dengan dibukanya lima pintu pelimpahan waduk PLTA setinggi 1 meter, maka berdampak naiknya air di lokasi Pulau Cinta mencapai 1,5 meter,” jelas Kepala Dusun Teluk Jering Syaidil Rahmat, Senin (20/1).

Syaidil Rahmat menjelaskan, untuk permukiman warga di Dusun Teluk Jering tidak ada yang terdampak banjir. ”Fasilitas terdampak banjir di Pulau Cinta adalah lapak-lapak pedagang,” jelas Syaidil Rahmat. Dari video yang beredar terlihat Pulau Cinta tenggelam dan hanya terlihat atap lapak-lapak pedagang.

Usulkan Permintaan Bantuan ke Pusat 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengajukan permintaan bantuan untuk penanggulangan banjir ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan yang diminta berupa peralatan dan logistik untuk masyarakat yang terdampak banjir di lima kabupaten.

Kalaksa Badan Penanggulan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edi Afrizal mengatakan, bantuan peralatan dan logistik yang diajukan adalah makanan lauk-pauk, makanan siap saji, makanan tambahan gizi, perlengkapan keluarga, selimut, matras, dan perlengkapan sekolah masing-masing 10.000 paket.

“Mudah-mudahan bisa cepat terealisasi mengingat semakin meluasnya banjir di wilayah Riau. Ada lima kabupaten yang dilanda banjir, selain dari tingginya intensitas hujan, juga akibat dibukanya pintu pelimpahan waduk PLTA Koto Panjang,” ujar Edi Afrizal.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya juga meminta bantuan berupa tenda pengungsi 20 unit, mobil rescue 4 unit, mobil tangki air, mobil dapur umum di lapangan, perahu karet, perahu polithelene, truk serbaguna, mobil pikap, motor trail, velbed 500 unit, dan genset 20 unit. “Mudah-mudah bisa segera terealisasi,” harapnya.

“Untuk total dampak dari kejadian bencana hidrometeorologi ini hingga 19 Januari sebanyak 28 kejadian di 12 kecamatan dan 28 desa. Yang terdampak banjir sebanyak 3.671 KK, yang mengungsi 68 KK, dan jalan yang terkena banjir sepanjang 11,5 kilometer di beberapa daerah,” jelasnya.

Instruksi Puskesmas Buka 24 Jam

Kabupaten Kuantan Singingi sejauh ini masih aman dari bencana banjir. Tetapi bukan berarti Pemkab menghentikan kesiap-siagaan terhadap bencana banjir. Bahkan, Senin (20/1) di ruang rapat Mapolres Kuansing, Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM bersama Kapolres AKBP Angga Febrian Herlambang SIK MM meminta pada semua stakeholder untuk selalu siaga.

Terutama puskesmas yang menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Dia meminta agar puskesmas di kawasan rawan banjir untuk buka 24 jam. “Saya ingatkan, semua puskesmas di daerah rawan banjir buka 24 jam,” tegas Suhardiman. 

Sementara itu, Kapolres Kuansing AKBP Angga  Febrian Herlambang menegaskan, pihaknya bersama stakeholder sudah menyiapkan personel penanganan banjir. ‘’Semua komponen harus siaga,’’ ujarnya.(amn/kom/sol/ayi/dac)

Editor : Rindra Yasin
#banjir pelalawan #banjir #tempat wisata tenggelam #sekolah diliburkan #banjir kampar