PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - TAHUN 2025 merupakan awal dimulainya Shio Ular dalam kalender Cina. Shio Ular (蛇) merupakan salah satu dari ke-12 shio yang ada dalam penanggalan Tionghoa yang penempatannya berada pada posisi ke-6. Setiap tahun kalendar Cina terus berganti seperti Shio Tikus, Shio Kerbau, Shio Macan, Shio Kelinci, Shio Naga, Shio Ular, Shio Kuda, Shio Kambing, Shio Monyet, Shio Ayam, Shio Anjing, dan Shio Babi.
Shio adalah zodiak Cina yang memakai hewan-hewan untuk melambangkan tahun, bulan, dan waktu dalam astrologi Cina. Pada dasarnya, hewan-hewan ini melambangkan 12 cabang Bumi, yang kemudian digabung bersama lima unsur membentuk 1 periode 60 tahun. Tahun Shio Ular bagi masyarakat Tionghoa baru akan resmi disebut dengan Tahun Ular pada pergantian Tahun Baru Imlek yang jatuh, Rabu ( 29/1) hingga 16 Februari 2026.
Namun masyarakat Tionghoa percaya, jika setiap tahunnya terdapat ramalan baik dan buruk yang bisa terjadi. Hal ini lantaran Kalender Lunar Cina memiliki perhitungan yang berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis Matahari (solar). Prinsip utamanya didasarkan pada peredaran Bumi mengelilingi Matahari. Kalender Masehi ini memiliki 365 hari dalam setahun, atau 366 hari pada tahun kabisat. Setiap bulan memiliki durasi yang tetap, yakni 30 atau 31 hari. Editor : Arif Oktafian