Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Diterjang Ombak, 20 Imigran Bangladesh Terdampar

Wira Saputra • Rabu, 5 Februari 2025 | 10:27 WIB
Puluhan imigran gelap asal Bang­ladesh terdampar di pesisir pantai Beting Beras, Kepulauan Meranti saat diamankan di Kantor Imigrasi Selatpanjang, Selasa (4/2/2025).
Puluhan imigran gelap asal Bang­ladesh terdampar di pesisir pantai Beting Beras, Kepulauan Meranti saat diamankan di Kantor Imigrasi Selatpanjang, Selasa (4/2/2025).

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Puluhan imigran gelap asal Bangladesh terdampar di pesisir pantai Beting Beras, Desa Kuala Merbau, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (4/2) dini hari. Dari informasi yang diterima, sebanyak 20 orang warga asal Bangladesh ditemukan warga setempat. Mereka seluruhnya merupakan laki-laki dewasa.

Peristiwa ini sontak menghebohkan warga setempat karena kedatangan warga dari negara yang sedang menjadi sorotan dunia, soal perpindahan penduduk mencari suaka ke negara lain.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Kurnia Setyawan melalui Kapolsek Tebingtinggi Barat Iptu Iskandar Novianto mengatakan, pihaknya saat ini bersama Imigrasi, Polairud, Reskrim dan TNI sudah turun ke lokasi kejadian.

“Kabarnya untuk sementara ada 20 orang warga Bangladesh. Cuma yang punya paspor 15 orang, itu yang mau kita cek,” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan, ternyata ada tekong dibalik terdamparnya puluhan WNA. Mereka diduga dibawa dua tekong lokal berinisial MP, warga Desa Kedabu Rapat dan SY, warga Desa Melai. Di mana ada seorang penanggung jawab berinisial D. 

“Tekong tersebut berangkat dari Kedabu Rapat menuju Pelabuhan Buton, Kabupaten Siak, Senin (3/2) untuk menjemput 20 WNA tersebut. Namun, rencana perjalanan mereka ke Kedabu Rapat berujung gagal pasca speedboat yang ditumpangi terdampar di Pantai Beting Beras pukul 04.00 WIB, akibat diterjang ombak dan angin kencang,” jelas Iskandar.

Lebih lanjut Iptu Iskandar Novianto menegaskan, pihaknya akan mendalami kasus imigran Bangladesh untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab di balik upaya penyeludupan ini.

“Para WNA ini memiliki paspor, namun dalam perjalanan sebagian dokumen mereka hilang akibat insiden di laut. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dan tujuan mereka sebenarnya,” ujarnya.

Untuk diketahui, menurut informasi dari aparat desa setempat bahwa tekong yang membawa imigran gelap tersebut saat kejadian diduga hendak melarikan diri menggunakan pompong. Hanya saja, satu dari dua orang tekong berhasil diamankan.

“Seorang tekong sudah diamankan. Saat ini berada di Kantor Imigrasi Selatpanjang sedang menjalani proses pemeriksaan,” jelasnya.

Kepala Imigrasi Selatpanjang Putu Sonny Kharmawi G mengaku telah memeriksa 20 WNA asal Bangladesh tersebut.

Puluhan WNA itu dibawa dua orang tekong lokal yang merupakan warga Desa Kedabu Rapat dan Desa Melai. Namun dirinya belum bisa memastikan tujuan akhir mereka akan dibawa ke mana.

“Mereka datang ke Indonesia menggunakan izin tinggal kunjungan. Tetapi yang jelas kita masih dalam pemeriksaaan awal dan pendalaman juga. Saya belum bisa memastikan tujuan mereka ini. Nanti setelah diperiksa hasilnya akan kita sampaikan,” ungkap Putu Sonny.

Disamping melakukan pemeriksaan, pihak Imigrasi akan menitipkan sementara mereka  ke Lapas Selatpanjang. Hal itu dikarenakan tidak ruangan yang memadai di Kantor Imigrasi untuk menampung puluhan WNA asal Bangladesh tersebut.

“Saya sudah koordinasi ke rekan kita Kepala Lapas Selatpanjang, akan kita titipkan dulu mereka ke Lapas untuk sementara waktu. Karena di sana mencukupi untuk penempatannya,” jelas Putu Sonny.

Dia menerangkan, puluhan WNA tersebut memegang dokumen paspor yang digunakan untuk masuk ke luar negeri dengan menggunakan jalur ilegal. Tetapi hanya 15 orang yang masih mengantonginya, sedangkan paspor 5 orang lainnya hanyut ke laut.

“Karena mereka ada memegang dokumen paspor, rencana ke depan akan kita deportasi ke negara asalnya. Kalau paspor yang hilang hanyut, kita segera laporkan dan koordinasikan ke kedutaan atau konsulat terdekat untuk digantikan paspornya,” sebutnya.

Kasi Intel Dakim Rianto Hendro Santoso, sebelumnya dijemput dan dibawa ke Kantor Imigrasi pihaknya mendapatkan informasi soal 20 WNA asal Bangladesh yang terdampar telah diamankan oleh petugas di kantor Desa Kuala Merbau.

“Atas laporan itu, kita dan sejumlah pihak terkait melakukan briefing dan langsung melakukan penjemputan untuk kita bawa ke kantor. Setelah itu, nanti kita akan lakukan pemeriksaan sejauh mana pelanggaran keimigrasiannya,” kata Rianto.

Ia menyebutkan, penitipan 20 WNA asal Bangladesh di Lapas Selatpanjang sifatnya hanya sementara. Imigrasi Selatpanjang akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait dari mana dan akan ke mana mereka akan dibawa.

“Nanti setelah selesai kita dalami dan menyelesaikan administrasi, seterusnya akan segera kita pindahkan ke rumah detensi Imigrasi Pekanbaru dalam rangka pendeportasian,” tutup Rianto.(gem)

Editor : Rindra Yasin
#imigran terdampar #imigrasi #meranti #imigran Bangladesh