(RIAUPOS.CO) - Mengawali karier dari seorang pegawai honorer di Riau, SF Hariyanto sukses mengembangkan karier di beberapa jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau hingga di tingkat kementerian. Bahkan, saat ini sukses terpilih menjadi Wakil Gubernur Riau.
Gebrakannya program gesa jalan dengan memperbaiki jalan rusak secara cepat dan tanggap saat menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Riau mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat Riau.
Dalam catatan riwayat hidupnya, SF Hariyanto memulai kariernya dari pegawai honorer di Dinas Pekerjaan Umum Perumaha Rakyat (PUPR) Riau sejak 1983-1987. Empat tahun mengabdi, SF Hariyanto diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pada 1 November 1987. Saat itu SF diangkat dengan pangkat II/A atau Pengatur Muda. “Jadi saya memang memulainya dari nol,” katanya.
Sejak diangkat, SF Hariyanto terus meniti karier sebagai PNS hingga penyesuaian ke III/A. Nama SF perlahan telah menduduki jabatan sebagai Kepala Seksi di Dinas PU pada 28 Februari 2005. Tiga tahun kemudian SF naik jabatan dari Kepala Seksi Prasarana menjadi kepala sub di dinas yang sama. Lalu, SF promosi menduduki jabatan sebagai Kepala Balai Laboratorium di Dinas PU.
Tidak perlu waktu lama, SF bergeser lagi menjadi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU sejak 2008. Dua tahun kemudian SF mengikuti asesmen dan menjabat Kepala Dinas PUPR Riau sejak 2010-2014.
Selanjutnya, April 2014-April 2015 jabatan kepala dinas ditinggalkan dan SF menjadi Staf Ahli Gubernur di Bidang Infrastruktur. Lalu, April 2015-September 2016 kembali menduduki Kepala Dinas Pendapatan Daerah Riau.
Setelah 1,5 tahun menjabat Kepala Dinas Pendapatan, SF bergeser ke Kementerian PUPR hingga menduduki jabatan strategis yakni Inspektur Investigasi. Sejak saat itu SF mulai berkarier di Kementerian hingga pangkat Pembina Utama Madya atau IV/d. “Dispenda 1,5 tahun. Lalu, jabatan terakhir di Kementeriaan Pekerjaan Umum pada Inspektur VI (Bidang Investigasi). Sangat jarang orang teknis mendapat amanah di investigasi itu,” katanya.
Dari kementerian, SF mengikuti seleksi untuk mengisi posisi sebagai Sektetaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau. SF pun menduduki jabatan tersebut sejak 18 Agustus 2021 dan naik pangkat jadi Pembina Utama atau IV/e. Selama 2,5 tahun menjabat Sekdaprov, SF kemudian ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Riau.
Sekitar enam bulan menjabat Pj Gubernur Riau, SF kemudian mengundurkan diri karena mengikuti kontestasi Pilkada Serentak 2024 sebagai calon Wakil Gubernur Riau berpasangan dengan Abdul Wahid. Keduanya kemudian sukses meraih suara terbanyak pada Pilkada di Riau. “Saya berterima kasih kepada masyarakat Riau yang telah memberikan amanah kepada kami,” katanya.(sol)
Editor : Rindra Yasin