Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Segera Jalankan Program Prioritas, Gubri-Wagubri Abdul Wahid-SF Hariyanto Bersama 11 Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah asal Riau Dilantik Presiden

Redaksi • Jumat, 21 Februari 2025 | 09:31 WIB
Gubernur Riau Abdul Wahid dan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto (foto kanan) bersalaman dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto usai dilantik.
Gubernur Riau Abdul Wahid dan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto (foto kanan) bersalaman dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto usai dilantik.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Gubernur Riau-Wakil Gubernur Riau Abdul Wahid-SF Hariyanto beserta 11 kepala daerah dan wakil asal Riau, kecuali Siak yang masih berperkara di Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi dilantik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2).

Ke-11 Bupati-Wakil Bupati/Wali Kota-Wakil Wali Kota yang dilantik tersebut adalah Wali Kota-Wakil Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho-Markarius Anwar, Bupati-Wakil Bupati Pelalawan Zukri-Husni Tamrin, Bupati-Wakil Bupati Rokan Hilir Bistamam-Jhony Charles, Bupati-Wakil Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto-Hendrizal, Bupati- Wakil Bupati Indragiri Hilir Herman-Yuliantini, Bupati-Wakil Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby-Muklisin, Bupati-Wakil Bupati Kampar Ahmad Yuzar-Misharti, Bupati-Wakil Bupati Rokan Hulu Anton-Syafaruddin Poti, Wali Kota-Wakil Wali Kota Dumai Paisal-Sugiyarto, Bupati-Wakil Bupati Kepulauan Meranti Asmar-Muzamil Baharudin, dan Bupati-Wakil Bupati Bengkalis Kasmarni-Bagus Santoso.

Sebelum prosesi pelantikan, para kepala daerah berkumpul di kawasan Monas, baru kemudian dilaksanakan kirab menuju ke Istana Negara. Pada saat pelantikan tersebut juga dihadiri menteri dari Kabinet Merah Putih, ketua umum partai politik, dan para tamu undangan lainnya.

“Pertama kali saya ucapkan selamat kepada para kepala daerah yang baru saja dilantik. Ini merupakan momentum bersejarah bagi kita karena pertama kalinya dilaksanakan pelantikan secara serentak. Ini juga menunjukkan betapa besar bangsa kita,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Gubernur Riau Abdul Wahid mengatakan, setelah pelantikan ini pihaknya sudah mempersiapkan program-program prioritas yang menjadi visi misi dan janji saat kampanye. Seperti pembenahan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan dan pembukaan lapangan kerja.

“Kami tentu akan langsung menjalankan program prioritas. Mulai dari bidang insfrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan penyediaan lapangan pekerjaan,” sebutnya, Kamis (20/2). 

Meskipun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau saat ini tengah menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan anggaran daerah karena defisit anggaran mencapai lebih dari Rp2 triliun yang tentunya berdampak signifikan terhadap kemampuan fiskal pemerintah provinsi. “Defisit Rp2 triliun lebih, ini yang harus kita benahi. Semoga dengan tantangan ini kami tidak akan surut ke belakang,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya langkah-langkah strategis untuk mengatasi defisit tersebut dan memastikan pembangunan di Riau tetap berjalan sesuai rencana. Abdul Wahid optimistis bahwa dengan memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki oleh Provinsi Riau, defisit anggaran ini dapat diatasi.

Ia juga menyoroti sektor-sektor unggulan seperti perkebunan, pertanian, dan pariwisata yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. “Dengan potensi-potensi yang ada di Riau, kita yakin dapat mengatasi tantangan ini,” tambahnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Abdul Wahid mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bekerja sama. “Tentunya kita butuh dukungan dan kebersamaan. Untuk itu, kami mengawali silaturahmi mengajak bapak ibu masyarakat Riau di Jakarta untuk bekerja sama,” ujarnya.

Abdul Wahid juga mengharapkan peran aktif dari tokoh-tokoh Riau yang memiliki koneksi dengan elite politik di tingkat nasional. Ia percaya bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pusat akan mempercepat pembangunan di Riau.  “Saya yakin bapak ibu punya konektivitas dengan elite politik di Jakarta, baik DPR RI, DPD RI, dan lain-lain agar kampung halaman kita ini cepat maju,” katanya.

Selain itu, pemerintah provinsi akan menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan dan dukungan finansial. Abdul Wahid berharap, dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, berbagai program pembangunan di Riau dapat berjalan lancar meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

Abdul Wahid juga mengajak sektor swasta untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah. Ia menilai, kemitraan antara pemerintah dan swasta akan membuka peluang investasi yang dapat meningkatkan perekonomian Riau dan mengurangi defisit anggaran. “Saya dan Pak SF Hariyanto tidak bisa bekerja sendiri. Kami memerlukan dukungan dari semua pihak untuk bersama-sama membangun Riau yang lebih baik,” ujarnya.

Ketua DPRD Riau Kaderismanto meyakini Wahid dan SF akan membawa sejumlah terobosan untuk Riau lebih maju. Ini diyakini karena sepak terjang kedua sosok tersebut yang telah teruji pengalamannya. “Kami (PDI Perjuangan, red) adalah salah satu partai yang bertanggung jawab terhadap pilihan rakyat ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih saya yakini dapat membawa Riau lebih maju sesuai harapan masyarakat yang memilih,” ujarnya.

Salah satu terobosan yang ia maksud adalah potensi lain Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang betul-betul sangat dibutuhkan dalam menopang APBD. Dengan harapan, program yang akan di berikan ke masyarakat dapat lebih maksimal dengan APBD yang juga maksimal.

“Dengan bertambahnya PAD tentu program-program yang belum kita laksanakan, katakanlah kekurangan kemampuan APBD kita, bisa dua kali lipat. Tentu harus ada terobosan-terobosan yang harus dilaksanakan oleh Kepala daerah baru,” ujarnya. “Dalam melaksanakan program pembangunan yang sudah ada mungkin semua orang bisa, iya kan. Tapi bagaimana menggali potensi mencari duit, itu yang paling penting,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho-Markarius Anwar langsung bergerak cepat memenuhi berjanjinya ke masyarakat Pekanbaru dengan menurunkan tarif parkir usai dilantik.

Agung meneken langsung perwako tarif parkir baru tersebut. “Tadi (kemarin, red) setelah pelantikan, saya langsung tanda tangan. Sesuai janji kami saat kampanye,” ujarnya usai resmi dilantik Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara.

Agung Nugroho menyebut proses pelantikan berlangsung dengan penuh khidmat. “Alhamdulillah, terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, serta untuk seluruh masyarakat Kota Pekanbaru atas amanah dan kepercayaannya kepada kami,” ucap Agung.

Agung juga meminta rencana Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar pesta rakyat untuk penyambutan usai pelantikan dibatalkan. Ia meminta anggaran yang telah diplot untuk pesta rakyat tersebut dialihkan ke kegiatan yang lebih luas dan bermanfaat untuk masyarakat Kota Pekanbaru.

Hal ini dikatakan Agung saat serah terima jabatan dengan Pj Wako Pekanbaru dan disampaikan kepada Sekko Pekanbaru Zulhelmi Arifin. “Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Sekko yang sudah merencanakan pesta rakyat tersebut. Kalau ditanya sangat ingin, tentu kami mau bersuka cita bersama masyarakat Pekanbaru. Namun alangkah lebih baik bila anggarannya kita pakai untuk yang lebih luas manfaatnya,” sebut Agung.

Hal ini juga sesuai dengan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto dalam hal efisensi anggaran. “Bagusnya kita efisiensikan keuangan kita untuk yang jauh lebih bermanfaat. Ini juga sesuai perintah langsung Presiden,” tegasnya.

“Jadi sekali lagi, saya ucapkan permintaan maaf ke seluruh warga Kota Pekanbaru karena tidak ada pesta rakyat ini. Mohon kiranya dapat dimengerti. Selalu doakan dan dukung kami dalam membenahi Kota Pekanbaru yang kita cintai ini,” ujarnya.

Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton dan Syafaruddin Poti juga menyatakan akan langsung bekerja memenuhi janji politik dan menyusun program skala prioritas dalam mewujudkan visi-misi Rohul lima tahun ke depan.

Bupati Rohul Anton menyatakan, mereka langsung tancap gas bekerja untuk rakyat. ‘‘Fokus utama setelah dilantik adalah membenahi MAIC Rohul. Itu salah satu janji kampanye, kami berdua komit menghidupkan kembali syiar Islam melalui program keagamaan terutama dalam menyambut masuknya bulan puasa,’’ ujarnya.

Anton menyampaikan komitmennya bersama Wabup Rohul untuk merealisasikan janji politik dan visi-misi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rohul dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur lebih baik ke depannya.

Wabup Rohul Syafaruddin Poti menyatakan siap bersama-sama dengan Bupati Rohul Anton dalam menjalankan kepemerintahan Rohul lima tahun ke depan. ‘’Fokus utama menjelang masuknya Ramadan membenahi Islamic Center Pasirpengaraian dengan baik. Kami sepakat, khusus Kota Pasirpengaraian akan kita hidupkan lagi,’’ tuturnya.

Bupati dan Wabup Bengkalis Kasmarni-Bagus Santoso mengharapkan dukungan masyarakat dalam melanjutkan program pembangunan di Kabupaten Bengkalis. ‘’Karena tanpa dukungan masyarakat maka negeri ini tidak akan pernah maju. Mari kita bergandengan tangan dalam membangun Kabupaten Bengkalis yang lebih baik dan maju serta unggul di Indoensia,” harapnya.

Setelah dilantik sebagai Bupati dan Wabup Rokan Hilir (Rohil) masa jabatan 2025-2030, Bistamam dan Jhony Charles fokus pada Program “Perubahan”. Wabup Jhony Charles menegaskan, sesuai dengan jargon yang diusung yakni Perubahan, mereka akan membawa perubahan itu untuk kepemimpinan di Rohil. “Perubahan ini di segala aspek mulai dari birokrasinya dan apa yang kami sampaikan saat pilkada lalu,’’ ujarnya.

Ia menegaskan ada beberapa hal yang perlu segera disikapi, dalam rangka implementasi perubahan itu dalam program andalan yakni seragam sekolah gratis, soal rekap KTP eleltronik, kemudian pelaksanaan pemilihan kepenghuluan (pilpeng) serentak tahap dua yang akan dilaksanakan tahun 2025 ini.

“Di samping tentunya berkaitan dengan pembangunan bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan lain lainnya,” kata Jhony Charles. ‘’Paling tidak tiga hal seperti program seragam sekolah gratis, KTP el dan pilpeng dapat dijalankan dan diberikan maksimalisasi agar lebih baik lagi.  Bila tiga hal itu telah terealisasi maka berarti perubahan sudah ada,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan positif dan kemajuan Kabupaten Inhil. “Kami siap mengemban amanah masyarakat Indragiri Hilir dengan penuh tanggung jawab. Pelantikan ini akan menjadi momentum untuk memperkuat visi kami dalam membangun daerah ke arah yang lebih baik,” kata Herman.

Wakil Bupati Inhil, Yuliantini tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat dan menegaskan kesiapannya untuk menjalankan visi dan misi guna membangun Indragiri Hilir. “Pelantikan ini menandai dimulainya era baru kepemimpinan di Indragiri Hilir. Dengan harapan kami dapat mewujudkan visi dan misi untuk kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ucap Yuliantini.

Sementara itu, Bupati dan Wakil Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby-Muklisin komit mendukung berbagai kebijakan pemerintah pusat. “Mari kita bersatu untuk membangun Kuantan Singingi lebih baik,” ujar Suhardiman Amby.

Dalam jangka pendek, dia meminta pada Wakil Bupati Muklisin untuk melakukan rapat koordinasi dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) terkait pergeseran anggaran sebagai langkah penghematan.

Untuk skala prioritas, Suhardiman menyebutkan, fokus yang menjadi mandatory urusan daerah. Pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan serta ketahanan pangan. “Nanti akan kita pantau progresnya di tiga bulan pertama,” ujarnya.

Momentum haru bercampur suka cita terlihat ketika Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Ade Agus Hartanto memeluk dan cium ibunya, Hj Nurmiati (69) usai dilantik Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis (20/2). Bahkan, pelukan yang sama juga dilakukannya kepada bapak mertuanya, Syofyan Zainal dan ibu mertuanya Suryati.

Dalam pada itu, Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto mengatakan tidak ada program khusus selama 100 hari kerja karena APBD Inhu 2025 sudah tersusun sebelum dirinya dilantik. “Fokus menjalankan program yang sudah disetujui dalam APBD dan sambil berjalan tetap dilakukan pemetaan terhadap persoalan yang ada,” sebut Ade Agus Hartanto.

Usai pelantikan, Bupati Pelalawan Zukri mengatakan bahwa, dirinya bersama Wakil Bupati Husni Tamrin menyampaikan program kerja prioritas. Seperti melanjutkan kembali program sebelumnya yang dilaksanakan. Salah satunya yakni melanjutkan program santunan anak yatim. Dan ini menjadi program yang prioritas.

“Kemudian peningkatan program pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis. Serta melanjutkan peningkatan pembangunan infrastruktur jalan serta ketahanan pangan serta kegiatan yang sangat dibutuhkan masyarakat, sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat dan visi dan misi Pemkab Pelalawan,” bebernya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Husni Tamrin menambahkan, dirinya bersama Bupati Zukri tentunya berkomitmen untuk menjunjung tinggi transparansi dan keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat. “Kami siap berdialog dengan semua elemen masyarakat. Aspirasi rakyat adalah prioritas kami dalam memimpin,” tuturnya. 

Bupati dan Wakil Bupati Kampar Ahmad Yuzar-Misharti mengatakan siap memenhui amanah Presiden yakni menjadi pelayan rakyat, abdi rakyat dan harus membela kepentingan rakyat. “Saya ingin kita semua bergerak bersama, bekerja dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan inovatif. Sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai Paisal-Sugiyarto mengajak semua pihak untuk bersinergi. Paisal dan Sugiyarto juga menyampaikan permohonan dukungan kepada seluruh masyarakat Dumai agar dapat berperan serta mendorong pemerintah menjalankan roda pemerintahan dalam upaya membangun Dumai ke depan.

’’Tanpa dukungan, jelas akan sulit untuk mewujudkan itu semua. Mari kita bersinergi bersama dalam mewujudkan Dumai sebagai kota idaman, baldatun toyyibatun warrobbun ghofur,’’ ujar Paisal kepada awak media, Kamis (20/2).

Bupati Kepulauan Meranti Asmar dan Wakil Bupati Muzamil Baharudin memanjatkan syukur. ”Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kepulauan Meranti atas doa, dukungan, dan harapannya. Ke depan, mari kita bersatu bersama-sama mewujudkan Meranti yang unggul, agamis, dan sejahtera,” ucap Asmar. (sol/nda/epp/ksm/fad/*2/dac/ksm/amn/kom/sah/wir/das)

Editor : Arif Oktafian
#kepala daerah riau #Abdul Wahid #pelantikan kepala daerah 2025 #Gubernur dan wakil gubernur #SF Hariyanto