BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kondisi terik matahari dan embusan angin kencang membuat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Pulau Bengkalis makin meluas. Bahkan proses pemadaman yang dilakukan petugas gabungan juga mengalami kendala sulitnya sumber air untuk memadamkan api tersebut, Sabtu (22/2).
Kebakaran lahan gambut yang dahsyat ini melanda lahan kosong, semak belukar dan perkebunan karet di Kecamatan Bantan dan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, sejak Kamis (20/2) pagi. Api yang sebelumnya sempat padam, kembali berkobar akibat cuaca panas dan tiupan angin kencang. Hingga Jumat (21/2), sekitar 4 hektare lahan perkebunan karet, kelapa, dan kelapa sawit di Desa Kembung Luar hangus terbakar.
Dari laporan Pusdalops-PB BPBD Kecamatan Bantan, kebakaran pertama kali terdeteksi pada Sabtu (8/2) lalu. Api kembali muncul pada Selasa (18/2). Titik api yang belum sepenuhnya padam diduga menjadi penyebab kebakaran meluas kembali.
“Ya, api diperkirakan berasal dari bekas kebakaran sebelumnya yang belum sepenuhnya padam. Angin dan cuaca panas membuat kobaran api kembali meluas,” ujar anggota MPB Kembung Luar, Marzuki, Sabtu (22/2).
Petugas pemadam menghadapi tantangan berat, karena sumber air semakin jauh, mencapai sekitar 1.000 meter dari titik api. Untuk menjangkau lokasi, mereka harus membentangkan selang pemadam sepanjang 2,5 inci dan 1,5 inci.
Sedangkan petugas BPBD Kabupaten Bengkalis juga mengerahkan 12 personel, dibantu 8 anggota MPB, 7 personel TNI, 6 anggota Polri, serta 5 warga setempat. Berbagai peralatan seperti mesin Vanguard 23 HP, mini straker, selang pemadam, serta kendaraan operasional dikerahkan untuk menangani kebakaran ini.
Meskipun pemadaman terus dilakukan, hingga Jumat sore, masih ada sekitar 0,5 hektare lahan yang mengeluarkan asap. Petugas berupaya mencegah penyebaran api dengan pendinginan di titik-titik rawan. Vegetasi yang terbakar didominasi oleh semak belukar dan perkebunan karet, dengan jenis tanah gambut, yang membuat api sulit dipadamkan sepenuhnya.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kami terus mengupayakan pemadaman total agar tidak ada lagi titik api yang menyala,” jelas Marzuki.
Kebakaran lahan di pulau Bengkalis bukanlah kejadian pertama. Wilayah ini kerap mengalami kebakaran, terutama di musim kemarau. Upaya pencegahan dan pemantauan dini terus diperkuat untuk mencegah kebakaran serupa di masa depan.
Tim gabungan yang terdiri dari 3 personel TNI, 8 personel Manggala Agni, 4 personel BPBD, 3 personel Polsek Bantan, 10 personel MPA, dan Linmas, serta Penjabat Kepala Desa Bantan Sari, Gunundo juga melanjutkan upaya pendinginan pada hari kedua kebakaran lahan masyarakat di perbatasan Desa Bantan Sari Kecamatan Bantan dan Desa Pematang Duku Timur, Kecamatan Bengkalis, Sabtu (22/2).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bengkalis, Drs H Arnizam menyebutkan, kebakaran yang terjadi di lahan gambut dengan vegetasi semak belukar ini telah menghanguskan sekitar 3 hektare lahan. Saat pemadaman sumber air yang jauh, angin kencang, sinyal komunikasi yang lemah, serta karakteristik tanah gambut yang menyimpan api menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
“Ya, hingga saat ini, sekitar 1 hektare lahan berhasil dipadamkan dengan peralatan yang tersedia. Bahkan lokasi kebakaran yang terjadi di perbatasan Desa Bantan Sari-Pematang Duku, lokasinya sangat jauh dari sumber air. Juga kondisi lahan adalah tanah gambut,” ujarnya.
Ia menyebutkan, peralatan yang digunakan antara lain 1 unit mini striker, 3 gulung selang, dan 1 unit nozzle milik Koramil, serta 1 unit mesin mini striker, 4 gulung selang, 1 unit nozzle, dan 1 unit mesin Robin milik MPA Bantan Sari.
“Kita juga meminta agar diturunkan alat berat, untuk membuat kanal pemisah lahan yang terbakar. Jika ini tidak segera dilakukan, maka api akan terus meluas dan sulit dipadamkan,” jelas Arnizam.
Di tempat lain, kata Arnizam juga dilakukan upaya pendinginan, untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah kebakaran susulan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
“Untuk Pulau Bengkalis ini ada 4 titik karhutla dan yang masih hidup apinya di Bantan Sari dan juga di daerah Teluk Lancar. Makanya petugas masih berjibaku memadamkan api,” ujarnya.(ksm)
Editor : Bayu Saputra