BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Bulog Cabang Bengkalis memastikan dan menjamin ketersediaan stok beras dan gula tiga bulan ke depan di wilayah kerjanya aman.
Kepala Bulog Cabang Bengkalis, Zairi Yuriadi menyebutkan, bahwa saat ini pihaknya memiliki stok beras sebanyak 240 ton di Gudang Damon dan 700 ton di Gudang Bunga Raya, Kabupaten Siak. Dengan jumlah tersebut, pasokan beras diperkirakan cukup untuk dua hingga tiga bulan ke depan.
"Ya, untuk daerah kami cukup dan aman mulai menjelang Ramadan ini. Saat ini stok beras yang tersedia sebanyak 250 ton, dan kami siap menerima tambahan pasokan. Selain itu, di Gudang Damon Bengkalis ada 240 ton, sementara di Gudang Bunga Raya, Kabupaten Siak juga tersedia 700 ton. Jadi, kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan masih bisa terpenuhi," ujar Zairi Yuriadi, Selasa (25/2/2025).
Terkait program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Zairi yang akrab disapa Jeri ini menyebutkan, bahwa sementara ini program tersebut dihentikan karena adanya instruksi pemerintah untuk fokus pada penyerapan gabah petani di musim panen.
Baca Juga: PSPS Pekanbaru Gagal Promosi ke Liga 1, Kalah 1-0 dari Persijap Jepara
"Ya, sesuai instruksi untuk sementara, kegiatan SPHP dihentikan, karena kita akan penyerapan gabah petani di Bengkalis. Namun, mengingat harga-harga yang cenderung bergejolak menjelang Ramadan, pemerintah pusat sedang membahas pelaksanaan operasi pasar untuk stabilisasi harga. Kita masih menunggu kebijakan lebih lanjut," ungkapnya.
Selain beras, stok gula di Bengkalis juga dalam kondisi mencukupi. Saat ini, Bulog memiliki persediaan gula sebanyak 150 ton, dengan harga jual Rp18.000 per kilogram.
Jeri menyebutkan, kebutuhan gula memang meningkat menjelang Ramadan, tapi dengan stok yang ada, Bulog bisa menjaga harga tetap stabil. Sedangkan untuk operasi pasar dan pasar murah kemungkinan akan dilakukan melalui kerja sama dengan Kantor Pos dan mitra Bulog lainnya.
"Ya, kami sedang menunggu instruksi pusat terkait kuota dan pelaksanaan operasi pasar. Untuk penjualan komersial, baik beras maupun gula masih berjalan di beberapa desa, meskipun peminatnya agak kurang karena harga hampir sama dengan di pasar," jelasnya.
Sementara itu, terkait penyerapan gabah dari petani lokal, Bulog Bengkalis telah membeli sebanyak 66 ton dengan harga Rp6.500 per kilogram. Seperti di Kabupaten Siak, tepatnya di Kecamatan Bunga Raya, Sungai Apit, dan Sabauh, ada beberapa titik panen yang kami serap. Tahun 2025 ini, kami terus fokus pada penyerapan gabah dari petani lokal untuk mendukung ketahanan pangan daerah.(ksm)
Editor : Edwar Yaman