Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Titik Api Muncul di Lahan Milik Warga Kembung Luar

Abu Kasim • Rabu, 5 Maret 2025 | 10:46 WIB
Sejumlah petugas  BPBD Bengkalis saat melakukan pendinginan terhadap lahan yang terbakar  di Jalan Sepakat RT 03/RW 06 Sungai Buyung, Desa Kembung Luar.
Sejumlah petugas BPBD Bengkalis saat melakukan pendinginan terhadap lahan yang terbakar di Jalan Sepakat RT 03/RW 06 Sungai Buyung, Desa Kembung Luar.

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)-  Kendati sempat padam karena diguyur hujan deras, namun karena lokasi kebakaran lahan adalah tanah gambut, sehingga Selasa (4/3) api kembali muncul di lahan milik warga Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, Bengkalis.

Data yang disampaikan Pusdalops-Pb BPBD Kecamatan Bantan, di mana lahan yang terbakar, Sabtu (8/2) saat ini muncul kembali pada Selasa (4/3) sekitar pukul 08.00 WIB.

“Memang sempat padam dan kejadiannya memang cukup lama, tapi setelah dua hari ini tak hujan dan panas terik, maka api kembali muncul dan petugas terpaksa berjibaku memadamkan api yang muncul tersebut,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bengkalis Drs H Arnizam, Selasa (4/3).

Ia menyebutkan, jenis  kebakaran terjadi di lahan kebun karet, kelapa, dan kelapa sawit milik warga Desa Kembung Luar di Jalan Sepakat RT03/RW06 Sungai Buyung, dengan titik Koordinat 1.3832, 102.45862.

“Hari  ini tim TRC BPBD Bengkalis masih melakukan pendinginan, untuk memastikan titik asap benar-benar padam dan tidak berpotensi hidup kembali,” ujarnya.

Arnizam mengatakan, kondisi lahan gambut bila terbakar sangat sulit padam, meski sudah diguyur hujan deras tapi api bagian dalam gambut tidak bisa ditembus oleh air hujan. Makanya titik api yang berada di dasar tanah gambut harus digali dan disiram, untuk memastikan api benar benar padam.

“Pekan lalu memang curah hujan tinggi, tapi pekan ini cuaca benar-benar esktrem dan panas cukup terik, sehingga lahan gambut yang terbakar mudah muncul kembali,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat tidak membakar lahan untuk kepentingan membuka kebun atau pertanian. Karena kondisi cuaca yang ekstrim ini tak bisa diprediksi api bakal bisa dikawal, makanya harus membuka lahan dengan cara yang ramah lingkungan, yakni menguburkan bekas tebangan atau membuangnya ke lokasi yang aman dari bahaya api.

“Jadi mencegah itu lebih baik dari pada memperbaiki atau melakukan tindakan pemadaman akan sangat sukit,” harapnya.(ksm)

Editor : Arif Oktafian
#tanah gambut #panas #api #karhutla #Kebakaran Lahan Kering #kebakaran #titik api